
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;"><span style="font-family: Cambria, serif;"><b>Fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baaz </b></span></span><span style="color: #ff0000;"><span style="font-family: Cambria, serif;"><i><b>rahimahullahu </b></i></span></span><span style="color: #ff0000;"><span style="font-family: Cambria, serif;"><b>Ta’ala</b></span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;"><b>Pertanyaan:</b></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Apa hukum seseorang yang berziarah kubur kemudian membaca surat Al-Fatihah, khususnya di kubur para wali. Hal ini sebagaimana yang mereka katakan di sebagian negeri, </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>“Aku tidak bermaksud berbuat syirik. Akan tetapi, jika aku tidak ziarah ke kubur wali ini, maka dia akan datang kepadaku dalam mimpiku dan berkata kepadaku, ‘Mangapa Engkau tidak menziarahi kuburku?’” </i></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Apa hukum perbuatan semacam ini? Semoga Allah Ta’ala membalas Engkau dengan pahala kebaikan.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;"><b>Jawaban:</b></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Disunnahkan bagi laki-laki untuk ziarah kubur sebagaimana yang Allah Ta’ala syariatkan berdasarkan sabda Nabi </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam,</i></span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-family: Calibri;"><span lang="ar-SA"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: x-large;">زوروا القبور فإنها تذكركم الآخرة</span></span></span></span></span></p>
<p align="justify">“<span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Berziarah kuburlah, sesungguhnya hal itu akan mengingatkan kalian terhadap akhira.” </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;"><b>(HR. Muslim).</b></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Juga diriwayatkan oleh Muslim dalam </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Shahih-</i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">nya, dari Buraidah bin Al-Khushaib </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>radhiyallahu ‘anhu, </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">beliau berkata, </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan para sahabatnya ketika berziarah kubur untuk mengucapkan,</i></span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-family: Calibri;"><span lang="ar-SA"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: x-large;">السلام عليكم أهل الديار من المؤمنين والمسلمين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون، نسأل الله لنا ولكم العافية</span></span></span></span></span></p>
<p align="justify">“<span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Semoga keselamatan tercurahkan untukmu, wahai para penghuni kubur, dari (golonagn) orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Kami insyaaallah akan menyusul kalian. Kami meminta keselamatan kepada Allah untuk kami dan juga untuk kalian.“</i></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Terdapat hadits dari Nabi </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">yang diriwayatkan dari ‘Aisyah </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>radhiyallahu ‘anha, </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">bahwa sesungguhnya jika beliau ziarah kubur, beliau </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">berkata,</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-family: Calibri;"><span lang="ar-SA"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: x-large;">السلام عليكم دار قوم مؤمنين، وإنا إن شاء الله بكم لاحقون، يرحم الله المستقدمين منا والمستأخرين، اللهم اغفر لأهل بقيع الغرقد</span></span></span></span></span></p>
<p align="justify">“<span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Semoga keselamatan tercurahkan atas kalian wahai para penghuni kubur orang-orang yang beriman. Kami insyaaallah akan menyusul kalian. Semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Ya Allah, ampunilah para penghuni kubur Baqi’ (pemakaman penduduk Madinah, pen.)”</i></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Tidaklah Nabi </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya dari Al-Qur’an ketika berziarah kubur. Oleh karena itu, membaca surat Al-Fatihah ketika ziarah kubur termasuk bid’ah, demikian pula membaca surat Al-Qur’an yang lainnya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam,</i></span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-family: Calibri;"><span lang="ar-SA"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: x-large;">من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد</span></span></span></span></span></p>
<p align="justify">“<span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Barangsiapa yang membuat-buat suatu perkara di dalam urusan (agama) kami ini yang bukan berasal darinya, maka perkara tersebut tertolak” </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;"><b>(HR. Bukhari dan Muslim).</b></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Dalam riwayat Muslim, Nabi </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">bersabda,</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-family: Calibri;"><span lang="ar-SA"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: x-large;">من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد</span></span></span></span></span></p>
<p align="justify">“<span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Barangsiapa yang melakukan suatu amal yang tidak ada tuntunannya dari kami, maka amal tersebut tertolak.“</i></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Dalam </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Shahih Muslim, </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">dari Jabir bin ‘Abdillah Al-Anshari </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>radhiyallahu ‘anhuma, </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">dari Nabi </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam, </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">beliau berkata ketika khutbah Jum’at,</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-family: Calibri;"><span lang="ar-SA"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: x-large;">أما بعد فإن خير الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم وشر الأمور محدثاتها وكل بدعة ضلالة</span></span></span></span></span></p>
<p align="justify">“<span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan, dan setiap bid’ah adalah kesesatan.” </i></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Diriwayatkan juga oleh An-Nasa’i dengan tambahan,</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-family: Calibri;"><span lang="ar-SA"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: x-large;">وكل ضلالة في النار</span></span></span></span></span></p>
<p align="justify">“<span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.”</i></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Menjadi kewajiban atas setiap muslim untuk berpegang dengan syariat dan waspada terhadap bid’ah dalam berziarah kubur dan yang lainnya. Ziarah kubur yang disyariatkan bagi kubur kaum muslimin semuanya itu sama, baik kubur itu milik mereka yang disebut sebagai wali ataukah bukan. Setiap mukmin laki-laki dan perempuan, semuanya adalah wali Allah, sebagaimana firman Allah Ta’ala,</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-family: Calibri;"><span lang="ar-SA"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: x-large;">أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ</span></span></span></span></span></p>
<p align="justify">“<span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan (tidak pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa</i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">” </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><b>(QS. Yunus [10]: 62-63).</b></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Allah Ta’ala juga berfirman,</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-family: Calibri;"><span lang="ar-SA"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: x-large;">وَمَا كَانُوا أَوْلِيَاءَهُ إِنْ أَوْلِيَاؤُهُ إِلا الْمُتَّقُونَ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لا يَعْلَمُونَ</span></span></span></span></span></p>
<p align="justify">“<span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya. Orang-orang yang berhak menguasainya hanyalah orang-orang yang bertakwa, akan tetapi kebanyakan mereka tidaklah mengetahui</i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">” </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><b>(QS. Al-Anfal [8]: 34).</b></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Tidak boleh bagi peziarah kubur dan yang lainnya untuk berdoa (meminta) kepada orang mati, memohon perlindungan </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>(istighatsah) </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">kepadanya, bernadzar kepadanya, menyembelih untuknya di sisi kubur mereka, atau di tempat mana pun untuk mendekatkan diri dengannya dalam rangka meminta syafaat kepada mereka, atau mengaharap kesembuhan, atau membantu mereka dalam melawan musuh-musuhnya, atau kebutuhan-kebutuhan yang lainnya. Karena semua perkara ini termasuk ibadah, sedangkan ibadah semuanya itu hanya untuk Allah Ta’ala semata. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-family: Calibri;"><span lang="ar-SA"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: x-large;">وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ</span></span></span></span></span></p>
<p align="justify">“<span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus</i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">” </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><b>(QS. Al-Bayyinah [98]: 5).</b></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Allah Ta’ala juga berfirman,</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-family: Calibri;"><span lang="ar-SA"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: x-large;">وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ</span></span></span></span></span></p>
<p align="justify">“<span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah (mentauhidkan) Aku</i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">.” </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><b>(QS. Adz-Dzariyat [51]: 56).</b></span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-family: Calibri;"><span lang="ar-SA"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: x-large;">وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا</span></span></span></span></span></p>
<p align="justify">“<span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah</i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">” </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><b>(QS. Al-Jin [72]: 18).</b></span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-family: Calibri;"><span lang="ar-SA"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: x-large;">وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ</span></span></span></span></span></p>
<p align="justify">“<span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia</i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">” </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><b>(QS. Al-Isra’ [17]: 23).</b></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Allah Ta’ala juga berfirman,</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-family: Calibri;"><span lang="ar-SA"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: x-large;">فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ</span></span></span></span></span></p>
<p align="justify">“<span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafur tidak menyukainya</i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">” </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><b>(QS. Ghaafir [40]: 14).</b></span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-family: Calibri;"><span lang="ar-SA"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: x-large;">قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ </span></span></span><span style="font-family: 'Traditional Arabic', serif;"><span style="font-size: x-large;"><b>* </b></span></span><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: x-large;">لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ</span></span></span></span></p>
<p align="justify">“<span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku, dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)</i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">’” </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><b>(QS. Al-An’am [6]: 162-163).</b></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Ayat-ayat semacam ini banyak sekali.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Nabi </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i></span><span style="font-family: Cambria, serif;"> bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>radhiyallahu ‘anhuma,</i></span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-family: Calibri;"><span lang="ar-SA"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: x-large;">حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئا</span></span></span></span></span></p>
<p align="justify">“<span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Hak Allah atas hamba-Nya adalah beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun” </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;"><b>(HR. Bukhari dan Muslim).</b></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Hal ini mencakup seluruh ibadah, berupa shalat, puasa, ruku’, sujud, haji, doa, menyembelih, nadzar, dan jenis-jenis ibadah lainnya. Sebagaimana ayat-ayat sebelumnya juga mencakup semua jenis ibadah. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Diriwayatkan dari ‘Ali </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>radhiyallahu ‘anhu, </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">Nabi </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i></span><span style="font-family: Cambria, serif;"> bersabda,</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-family: Calibri;"><span lang="ar-SA"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: x-large;">لعن الله من ذبح لغير الله</span></span></span></span></span></p>
<p align="justify">“<span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Allah melaknat orang-orang yang menyembelih kepada selain Allah” </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;"><b>(HR. Muslim).</b></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Dalam </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Shahih Bukhari </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">dari Umar bin Khaththab </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>radhiyallahu ‘anhu, </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">Nabi </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">bersabda,</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-family: Calibri;"><span lang="ar-SA"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: x-large;">لا تطروني كما أطرت النصارى ابن مريم إنما أنا عبد فقولوا عبد الله ورسوله</span></span></span></span></span></p>
<p align="justify">“<span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku sebagaimana kaum Nasrani berlebih-lebihan terhadap Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba. Maka katakanlah, ‘Hamba Allah dan Rasul-Nya.’”</i></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Hadits-hadits tentang perintah beribadah hanya kepada Allah Ta’ala semata dan larangan berbuat syirik serta sarana-sarana menuju kesyirikan sangat banyak dan telah kita ketahui.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Adapun perempuan, maka tidak ada anjuran ziarah kubur bagi mereka. Karena Rasulullah </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">bersabda,</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-family: Calibri;"><span lang="ar-SA"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: 'Traditional Arabic';"><span style="font-size: x-large;">لعن زائرات القبور</span></span></span></span></span></p>
<p align="justify">“<span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Allah melaknat para wanita yang berziarah kubur.”</i></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Adapun hikmah hal ini –</span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Wallahu a’lam- </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">karena terkadang muncul fitnah atas mereka dan bagi kaum lelaki ketika mereka ziarah kubur. Pada awal-awal Islam, ziarah kubur dilarang untuk mencegah kesyirikan. Ketika Islam berkembang dan tersebarlah ajaran tauhid, Rasulullah </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">mengijinkan untuk semunya (baik laki-laki dan perempuan). Setelah itu, wanita dikhusukan (dikecualikan) sehingga mereka dilarang ziarah kubur dalam rangka mencegah fitnah yang ditimbulkan darinya.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Adapun kubur orang kafir, maka tidak ada larangan untuk berziarah ke sana dalam rangka mengingat (kematian) dan mengambil pelajaran. Akan tetapi, tidak boleh mendoakan atau memohon ampun untuk mereka. Hal ini berdasarkan hadits yang terdapat dalam </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>Shahih Muslim </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">dari Nabi </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">bahwa beliau meinta ijin kepada Allah Ta’ala untuk memohonkan ampun atas ibundanya, namun tidak Allah Ta’ala ijinkan. Kemudian beliau meminta ijin untuk menziarahi kubur ibundanya, dan Allah Ta’ala ijinkan. Karena ibunda beliau meninggal dunia di masa jahiliyah dan masih berada di atas agama kaumnya ketika itu (agama kesyirikan).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Aku meminta kepada Allah untuk memberikan taufik kepada kaum muslimin, baik laki-laki dan perempuan, agar mereka dapat memahami agamanya dan konsisten di atasnya, baik dalam hal akidah, perkataan dan amal perbuatan. Dan lindungilah mereka dari semua hal yang bertentangan dengan syariat. Sesungguhnya Engkau Maha penolong dan berkuasa atas hal itu. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad </span><span style="font-family: Cambria, serif;"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i></span><span style="font-family: Cambria, serif;">, keluarga dan para sahabatnya.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">***</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;">Selesai diterjemahkan ba’da subuh, Rotterdam NL, 7 Shafar 1439/28 Oktober 2017</span></p>
<p align="justify"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Cambria, serif;">Yang senantiasa membutuhkan ampunan Rabb-nya,</span></span></p>
<p align="justify"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Cambria, serif;"><b>Penerjemah: M. Saifudin Hakim</b></span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Cambria, serif;"><b>Catatan kaki:</b></span></p>
<p align="justify"><a name="_gjdgxs"></a> <span style="font-family: Cambria, serif;">Diterjemahkan dari: </span><span style="color: #0000ff;"><span style="font-family: Cambria, serif;"><u>https://binbaz.org.sa/fatawa/228</u></span></span></p>
 