
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/610689198&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<h2><strong>Zakat Fitrah Tidak Boleh di awal Ramadhan?</strong></h2>
<p><em>Mau tanya tadz, bolehkah membayar zakat fitrah di awal ramadhan?</em></p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du</em></p>
<p>Ada 3 pendapat ulama mulai kapan zakat fitrah boleh ditunaikan,</p>
<p><strong><em>Pertama</em></strong>, zakat fitrah tidak boleh ditunaikan kecuali setelah masuk waktu subuh di tanggal 1 syawal. Ini merupakan pendapat Ibnu Hazm. Bahkan beliau menilai, jika ada orang yang menunaikan zakat fitrah sebelum waktu itu, zakatnya fitrahnya tidak sah, dan harus diulang.</p>
<p>Beliau mengatakan,</p>
<p class="arab">وقت زكاة الفطر الذي لا تجب قبله, إنما تجب بدخوله, ثم لا تجب بخروجه: فهو إثر طلوع الفجر الثاني من يوم الفطر</p>
<p>Waktu zakat fitrah yang menjadi batas wajibnya seseorang menunaikan zakat fitrah adalah setelah terbit fajar subuh di hari idul fitri.</p>
<p>Selanjutnya, beliau menegaskan,</p>
<p class="arab">أنه لم يجز تقديمها قبل وقتها، ولا يجزئ</p>
<p>Tidak boleh menunaikan zakat fitri sebelum waktunya dan tidak sah. (al-Muhalla, 6/143).</p>
<p><strong>Sanggahan:</strong></p>
<p>Pendapat ini lemah. Karena para sahabat menunaikan zakat fitrah dua hari sebelum hari raya. Ibnu Umar <em>Radhiyallahu ‘anhuma</em> menceritakan,</p>
<p class="arab">وَكَانُوا يُعْطُونَ قَبْلَ الْفِطْرِ بِيَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ</p>
<p>Para sahabat membayar zakat fitri sehari atau dua hari sebelum hari raya. (HR. Bukhari 1511).</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>, zakat fitrah boleh ditunaikan sebelum ramadhan</p>
<p>Sebagaimana umumnya zakat, boleh didahulukan jauh sebelum waktunya.</p>
<p>Ini merupakan pendapat hanafiyah. Al-Kasani – ulama hanafi –  menukil riwayat dari Abu Hanifah,</p>
<p class="arab">وروى الحسن عن أبي حنيفة أنه يجوز التعجيل سنة وسنتين</p>
<p>Al-Hasan meriwayatkan dari Abu Hanifah bahwa boleh menyegerahkan pembayaran zakat fitrah setahun atau dua tahun sebelumnya. (Bada’i al-Fawaid, 2/74).</p>
<p><strong>Komentar:</strong></p>
<p>Ini pendapat yang lemah. Karena zakat fitrah sebabnya adalah puasa ramadhan dan hari raya. Sebagaimana keterangan Ibnu Abbas <em>Radhiyallahu ‘anhuma,</em></p>
<p class="arab">فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ</p>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang puasa dari segala tindakan sia-sia dan ucapan jorok, dan bekal makanan bagi orang miskin. (HR. Abu Daud 1611 dan dihasankan al-Albani).</p>
<p>Dan fungsi ini, membersihakn orang puasa dari kesalahan selama puasa, serta bekal makanan bagi orang miskin ketika hari raya, tidak akan terwujud jika zakat itu ditunaikan jauh sebelum ramadhan.</p>
<p><strong><em>Ketiga</em></strong>, zakat fitri boleh ditunaikan sejak awal ramadhan</p>
<p>Zakat fitrah boleh ditunaikan di awal ramadhan, namun dianjurkan untuk ditunaikan sebelum berangkat shalat id.</p>
<p>Ini merupakan pendapat mayoritas ulama Syafiiyah. An-Nawawi mengatakan,</p>
<p class="arab">ويجوز تقديم الفطرة من أول رمضان لانها تجب بسببين بصوم رمضان والفطر منه فإذا وجد أحدهما جاز تقديمها علي الآخر كزكاة المال بعد ملك النصاب وقبل الحول</p>
<p>“Boleh mendahulukan pembayaran zakat fitrah dari awal ramadhan. Karena zakat fitrah merupakan kewajiban dengan dua sebab: puasa ramadhan dan idul fitri. Jika salah satu dari dua sebab ini sudah ada, boleh didahulukan zakat fitrah. Sebagaimana zakat mal, boleh dibayar setelah nishab, meskipun belum haul.”</p>
<p>Selanjutnya an-Nawawi menegaskan,</p>
<p class="arab">والمستحب أن تخرج قبل صلاة العيد</p>
<p>Dan dianjurkan untuk membayar zakat fitrah sebelum shalat id. (al-Majmu’, 6/126).</p>
<p>Kemudian beliau menyebutan keteranan Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memerintahkan sahabat untuk membayar zakat fitrah sebelum shalat id.</p>
<p><strong><em>Keempat</em></strong>, zakat fitrah boleh ditunaikan sehari atau dua hari sebelum id</p>
<p>Ini merupakan pendapat Malikiyah dan Hambali.</p>
<p>Dan pendapat terakhir ini yang paling mendekati kebenaran. Dengan beberapa alasan berikut,</p>
<p><strong>Pertama</strong>, nama ‘zakat fitri’adalah penamaan berdasarkan waktu. Artinya, zakat yang dikeluarkan di waktu fitri. Seperti kata shalat dzuhur, berarti shalat yang dikerjakan di waktu dzuhur.</p>
<p>Sehingga adanya waktu fitri, merupakan sebab disyariatkannya zakat fitri. Dan waktu fitri dimulai ketika masuk malam idul fitri.</p>
<p>Ibnu Qudamah mengatakan,</p>
<p class="arab">سبب وجوبها الفطر ، بدليل إضافتها إليه ، والمقصود منها الإغناء في وقت مخصوص ، فلم يجز تقديمها قبل الوقت</p>
<p>Sebab wajibnya zakat fitri adalah masuknya waktu fitri. Dengan dalil, penamaannya ‘Zakat fitri’. Dan tujuannya adalah al-Ighna’ (mencukupi kebutuhan orang tidak mampu) di waktu hari raya. Sehingga tidak boleh didahulukan sebelum waktunya.</p>
<p>(al-Mughni, 2/676).</p>
<p><strong>Kedua</strong>, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan para sahabat agar menunaikan zakat fitrah sebelum shalat.</p>
<p>Ibnu Umar menceritakan,</p>
<p class="arab">فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى ، وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ ، وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri satu sha’ kurma, atau gandum, bagi seluruh kaum muslimin, baik budak atau orang merdeka, lelaki atau wanita, anak-anak maupun orang dewasa. Beliau perintahkan untuk ditunaikan sebelum masyarakat keluar menuju lapangan. (HR. Bukhari 1503 dan Muslim 2329).</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, berdasarkan keterangan di atas, pada asalnya zakat fitrah hanya ditunaikan ketika masuk tanggal 1 syawal. Namun mengingat ada riwayat dari para sahabat bahwa mereka telah mengumpulkan zakat 2 hari sebelum idul fitri, ini menjadi pengecualian bahwa zakat boleh dibayarkan di waktu itu.</p>
<p>Ibnu Umar <em>Radhiyallahu ‘anhuma</em> menceritakan,</p>
<p class="arab">وَكَانُوا يُعْطُونَ قَبْلَ الْفِطْرِ بِيَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ</p>
<p>Para sahabat membayar zakat fitri sehari atau dua hari sebelum hari raya. (HR. Bukhari 1511).</p>
<p>Karena itu, dalam rangka kehati-hatian, kita tidak membayar zakat fitrah kecuali mendekati syawal. Sehingga kita bisa memastikan telah bayar zakat fitrah tepat waktu.</p>
<p>Allahu a’lam.</p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>SPONSOR hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>DONASI hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial</li>
</ul>
 