
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/54474-wasiat-luqman-bag-5-setiap-amal-ada-balasannya-di-akhirat.html" data-darkreader-inline-color="">Wasiat Luqman (Bag.5) : Setiap Amal Ada Balasannya di Akhirat</a></span></strong></p>

<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">QS. Luqman Ayat 17</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam ayat ini Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> menyebutkan tiga nasihat penting yang disampaikan oleh Luqman kepada anaknya  :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ</span></p>
<p><b><i>“ </i></b><i><span style="font-weight: 400;">Hai anakku,  dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).“</span></i><span style="font-weight: 400;"> (Luqman : 17)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tiga nasihat penting dalam ayat ini yaitu tentang mendirikan shalat, amar ma’ruf nahi mungkar, dan bersabar terhadap ujian yang menimpa seorang hamba.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/8883-rahasia-syukur-sabar-dan-istighfar.html" data-darkreader-inline-color="">Rahasia Syukur, Sabar, dan Istighfar</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Nasihat 1: Mendirikan Shalat</b><span style="font-weight: 400;"> </span></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Perintah pertama dalam ayat ini adalah mendirikan shalat :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">(أَقِمِ الصَّلَاةَ)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Dirikanlah  shalat!”. </span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maksudnya adalah seorang hamba harus mengerjakan ibadah shalat dengan benar-benar memperhatikan secara sempurna berbagai rukun, syarat, wajib, dan hal-hal penyempurna shalat. Hal ini mencakup baik dalam melaksanakan shalat wajib maupun shalat sunnah.  </span></p>
<p><strong>Shalat merupakan tiang agama dan memiliki kedudukan yang agung dalam Islam. Rasul <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda :</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، وَ إِقَامِ الصَّلَاةِ ، وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَ حَجِّ الْبَيْتِ ، وَ صَوْمِ رَمَضَانَ</b></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“ Islam dibangun di atas lima: persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, naik haji, dan puasa Ramadhan.”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR Bukhari Muslim)</span></p>
<p><strong>Shalat adalah amal yang akan dihisab pertama kali di akhirat sebagaimana sabda Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> :</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">” </span><i><span style="font-weight: 400;">Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya.</span></i><span style="font-weight: 400;">” (HR Tirmidzi, hasan)</span></p>
<p><strong>Shalat adalah amal penghapus dosa-dosa :</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b> الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ ، يَمْحُو اللَّهُ بِهَا الْخَطَايَا </b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Shalat lima waktu, dengannya Allah akan menghapuskan dosa-dosa.</span></i><span style="font-weight: 400;">” (HR. Bukhari dan Muslim)</span></p>
<h3><span style="font-size: 21pt;"><b>Shalat adalah Syariat Para Nabi Terdahulu</b></span></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Shalat juga merupakan syariat para nabi dan rasul dari dahulu, di antaranya :</span></p>
<p><strong>Nabi Ibrahim <i>‘alaihis salam</i> berdoa kepada Allah :</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku</span></i><span style="font-weight: 400;">  “ (Ibrahim : 40)</span></p>
<p><strong>Allah juga memerintahkan kepada Musa <i>‘alaihis salam</i> :</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.</span></i><span style="font-weight: 400;"> “ (Thaha:14)</span></p>
<p><strong>Nabi ‘Isa <i>‘alaihis salam</i> berkata :</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَجَعَلَنِي مُبَارَكاً أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيّاً</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup. </span></i><span style="font-weight: 400;">“ (Maryam :31)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Keutamaan shalat tidak terhitung jumlahnya. Terdapat pula banyak ayat dan hadits yang memerintahkannya. Wasiat tentang shalat sangatlah banyak dan beragam. Begitu pula berbagai ancaman bagi yang meninggalkannya. Oleh karena itu penting bagi orangtua untuk memperhatikan anaknya tentang masalah shalat ini, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Luqman dan Allah abadikan dalam Al Qur’an agar bisa diambil pelajaran bagi umat manusia.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/7752-soal-207-maksud-sabar-itu-pada-awal-musibah.html" data-darkreader-inline-color="">Maksud Sabar Itu Pada Awal Musibah</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Nasihat 2: Amar Ma’ruf Nahi Mungkar</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Perintah kedua dalam ayat ini adalah :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">(وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ )</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar ”</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Yang dimaksud perkara ma’ruf adalah segala sesuatu yang diperintahkan oleh syariat, baik itu berkaitan hak Allah ataupun hak hamba. Sedangkan yang dimaksud perkara yang mungkar adalah segala sesuatu yang diingkari dan dilarang oleh syariat baik yang berkaitan dengan hak Allah maupun hak hamba.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasul </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> diutus oleh Allah tidak lain adalah untuk amar ma’ruf nahi mungkar. Rasul diutus untuk memerintahkan tauhid dan melarang dari syirik. Tidak diragukan lagi bahwa perkara ma’ruf yang paling agung adalah tauhid, dan kemungkaran yang paling jelek adalah kesyirikan kepada Allah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> berfirman : </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”</span></i><span style="font-weight: 400;"> “ ( An Nahl : 36)</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku</span></i><span style="font-weight: 400;">“ (Al Anbiya’:25)</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/54009-kapankah-seseorang-dikatakan-mendapati-shalat-jamaah.html" data-darkreader-inline-color="">Kapankah Seseorang Dikatakan Mendapati Shalat Jama’ah?</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Nasihat 3: Bersabar</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Perintah selanjutnya adalah : </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">(وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ) </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.”</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penyebutan perintah sabar setelah perintah amar ma’ruf nahi mungkar sangatlah tepat dan sesuai, karena umumnya orang yang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar mendapatkan bahaya atau hal-hal yang tidak disukai. Boleh jadi mendapat celaan, ancaman, kekerasan fisik, dan perkara lain yang tidak disukai. Oleh karena itu diperlukan kesabaran dalam menghadapinya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Yang semisal dengan makna ayat ini adalah firman Allah dalam surat Al ‘Ashr : </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.</span></i><span style="font-weight: 400;">” ( Al ‘Ashr: 1-3).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menasehati untuk melaksanakan kebenaran seringkali diiringi dengan berbagai ujian dan cobaan sehingga perlu adanya nasehat tentang kesabaran dalam menghadapainya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tiga nasihat di atas adalah tiga nasihat yang sangat penting. Oleh karena itu di akhir ayat Allah menekankan hal ini dengan menyebutkan :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ</span></p>
<p><b><i>“ </i></b><i><span style="font-weight: 400;">Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).“</span></i></p>
<p> </p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga kita dimudahkan untuk bisa mengambil pelajaran dari nasehat Luqman dalam ayat di atas dan kemudian mengamalkannya. </span><i><span style="font-weight: 400;">Wa shallallahu ‘alaa Nabiyyinaa Muhmmad.</span></i></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/53229-jika-haidh-datang-dan-belum-shalat-wajib.html" data-darkreader-inline-color="">Jika Haidh Datang dan Belum Shalat Wajib</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/53170-memakai-siwak-dan-minyak-wangi-untuk-shalat-jumat.html" data-darkreader-inline-color="">Memakai Siwak dan Minyak Wangi untuk Shalat Jum’at</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><strong>Penulis : <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/adika" data-darkreader-inline-color="">Adika Mianoki</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Referensi :</span></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">. </span><i><span style="font-weight: 400;">Tafsiir Al Qur’an Al ‘Adzim Surat Luqman</span></i><span style="font-weight: 400;"> karya Imam Ibnu Katsir </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimaullah</span></i><span style="font-weight: 400;">  </span>
</li>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">. </span><i><span style="font-weight: 400;">Taisiir Al Kariimi Ar Rahman Surat Luqman</span></i><span style="font-weight: 400;"> karya Sayaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah</span></i>
</li>
<li style="font-weight: 400;">
<i><span style="font-weight: 400;">. Tafsiir Al Qur’an Al Kariim Surat Luqman</span></i><span style="font-weight: 400;">, Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin</span><i><span style="font-weight: 400;"> rahimahullah</span></i>
</li>
<li style="font-weight: 400;">
<i><span style="font-weight: 400;">. At Tashiil li Ta’wiil at Tanziil Surat Luqman</span></i><span style="font-weight: 400;"> karya Syaikh Musthofa al ‘Adawiy </span><i><span style="font-weight: 400;">hafidzahullah</span></i>
</li>
</ol>
 