
<p>Sebagian wanita yang sudah belajar agama ada yang salah memahami bahwa parfum itu haram dan tidak boleh bagi wanita. Mungkin karena membaca hadits berikut.</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ</p>
<p>“<em>Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai <strong>maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.”</strong> (HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad. Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ , no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shahih)</em></p>
<p>Memang benar, akan tetapi yang dimaksud hadits tersebut adalah parfum untuk keluar rumah dan laki-laki bisa mencium wanginya dan bisa membangkitkan syahwat laki-laki.</p>
<p>Al-Munawi <em>rahimahullah</em> berkata,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">والمرأة إذا استعطرت فمرت بالمجلس فقد هيجت شهوة الرجال بعطرها وحملتهم على النظر إليها، فكل من ينظر ‏إليها فقد زنا بعينه، ويحصل لها إثمٌ لأنها حملته على النظر إليها وشوشت قلبه، فإذن هي سببُ زناه بالعين، فهي أيضاً زانية</p>
<p><em>“Wanita jika memakai parfum kemudian melewati majelis (sekumpulan) laki-laki maka ia bisa membangkitkan syahwat laki-laki dan mendorong mereka untuk melihat kepadanya. Setiap yang melihat kepadanya maka matanya telah berzina. Wanita tersebut mendapat dosa karena memancing pandangan kepadanya dan membuat hati laki-laki tidak tenang. Jadi, ia adalah penyebab zina mata dan ia termasuk pezina.” </em>(<em>Faidhul Qadir</em>, 5:27, Makatabah At-Tijariyah, cet. 1, 1356 H, Al-Maktabah Asy-Syamilah)</p>
<p>Islam memang tegas dalam hal ini, mengingat sangat besarnya fitnah wanita terhadap laki-laki. Bahkan jika sudah terlanjur memakai parfum kemudian hendak ke masjid, sang wanita diperintahkan mandi agar tidak tercium bau semerbaknya. Padahal tujuan ke masjid adalah untuk beribadah. Nabi<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</em></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">أيما امرأة تطيبت ثم خرجت إلى المسجد لم تقبل لها صلاة حتى تغتسل</p>
<p><em>“Perempuan manapun yang memakai parfum kemudian keluar ke masjid, maka shalatnya tidak diterima sehingga ia mandi.”</em> (Hadits riwayat Ahmad, 2:444. Syaikh Al-Albani menilainya shahih dalam <em>Shahihul Jami’</em>, no.2703)</p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><strong>Ada parfum yang boleh bagi perempuan</strong></span></h4>
<p>Larangan diatas bukan berarti perempuan tidak boleh memakai wewangian sama sekali atau dibiarkan berbau tak sedap. Perhatikan sabda Nabi<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam,</em></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">إن طيب الرجال ما خفي لونه وظهر ريحه ، وطيب النساء ما ظهر لونه وخفي ريحه</p>
<p><em> “Wewangian seorang laki-laki adalah yang tidak jelas warnanya tapi tampak bau harumnya. <strong>Sedangkan wewangian perempuan adalah yang warnanya jelas namun baunya tidak begitu nampak</strong>.” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman, no.7564; hadits hasan. Lihat: Fiqh Sunnah lin Nisa’, hlm. 387)</em></p>
<blockquote><p>Oleh karena itu, jika parfum dengan wangi sedikit/samar atau untuk sekadar menetralkan bau, (misalnya: deodoran), maka boleh. Selain itu, jika untuk suami, silakan berwangi seharum mungkin. Perlu diperhatikan bahwa parfum wanita warnanya jelas.</p></blockquote>
<p>Al-Munawi <em>rahimahullah</em> berkata,</p>
<p style="text-align: right;">وطيب النساء ما ظهر لونه وخفي ريحه) قالوا: هذا فيمن تخرج من بيتها وإلا فلتطيب بما شاءت</p>
<p><em> “Maksud dari ‘</em><em>wewangian perempuan adalah yang warnanya jelas namun baunya tidak begitu nampak’. </em><em>Ulama berkata, ‘Ini bagi perempuan yang hendak keluar dari rumahnya. Jika tidak, ia bisa memakai parfum sekehendak hatinya.’” (Syarh Asy-Syama’il, 2:5)</em></p>
<p>***</p>
<p>Penyusun: Raehanul Bahraen<br>
Artikel Muslimah.Or.Id</p>
<p>Artikel <a href="http://www.muslimah.or.id/">www.muslimah.or.id</a></p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 