
<h2><strong>Wanita Haid Boleh Menyentuh Mushaf Terjemah?</strong></h2>
<p><em>Bolehkah wanita haid membaca al-Quran terjemah? Maksudnya dipegang untuk dibaca?</em></p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,</em></p>
<p>Ada 2 hal yang perlu kita bedakan,</p>
<p>[1] Mushaf al-Quran</p>
<p>[2] Kitab tafsir al-Quran</p>
<p>Kitab tafsir al-Quran adalah kitab yang berisi penjelasan tentang makna al-Quran, menggali kandungannya, baik dengan bahasa arab maupun bahasa lainnya. Dan umumnya juga dicantumkan ayat al-Quran.</p>
<p>Di web KonsultasiSyariah.com pernah dibahas bahwa wanita haid, boleh membaca al-Quran, namun TIDAK boleh menyentuh al-Quran. Penjelasannya bisa dipelajari di: <a href="https://konsultasisyariah.com/2876-wanita-haid-menyentuh-alquran.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Wanita Haid Menyentuh Al-Quran</strong></a></p>
<p>Namun ada yang perlu diperhatikan, para ulama membedakan antara mushaf al-Quran dengan kitab tafsir al-Quran. <a href="https://store.yufid.com/jual/mushaf-al-quran-nur-jeddah-6-jilid/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Mushaf al-Quran</strong></a> memiliki aturan khusus yang tidak berlaku untuk kitab yang lain. Termasuk hukum menyentuhnya.</p>
<p>Karena itu, aturan wanita haid dilarang menyentuh al-Quran, tidak berlaku untuk kitab tafsir.</p>
<p>Dalam Ensiklopedi Fiqh dinyatakan,</p>
<p class="arab">يجوز عند جمهور الفقهاء للمحدث مس كتب التفسير وإن كان فيها آيات من القرآن وحملها والمطالعة فيها ، وإن كان جنبا ، قالوا : لأن المقصود من التفسير : معاني القرآن ، لا تلاوته ، فلا تجري عليه أحكام القرآن .</p>
<p>Menurut jumhur ulama, orang yang hadats – termasuk wanita haid atau orang junub – boleh menyentuh kitab tafsir, membawanya, atau mempelajarinya. Meskipun di sana terdapat ayat-ayat al-Quran. Mereka mengatakan, karena sasaran kitab tafsir adalah makna al-Quran, bukan untuk membaca al-Quran. Sehingga tidak berlaku aturan al-Quran.</p>
<p>Kemudian diberikan rincian,</p>
<p class="arab">وصرح الشافعية بأن الجواز مشروط فيه أن يكون التفسير أكثر من القرآن لعدم الإخلال بتعظيمه حينئذ ، وليس هو في معنى المصحف. وخالف في ذلك الحنفية ، فأوجبوا الوضوء لمس كتب التفسير</p>
<p>Syafi’iyah menegaskan, bahwa bolehnya menyentuh kitab tafsir, dengan syarat jika tulisan tafsirnya lebih banyak dibandingkan teks al-Quran-nya, sehingga tidak lagi disebut menyepelekan kemuliaan al-Quran. Dan kitab tafsir tidak disebut mushaf al-Quran. Sementara Hanafiyah memiliki  pendapat berbeda, mereka mewajibkan wudhu bagi yang menyentuh kitab-kitab tafsir. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 13/97)</p>
<p>Imam Ibnu Utsaimin menjelaskan,</p>
<p class="arab">وأما كتب التفسير فيجوز مسها ؛ لأنها تعتبر تفسيرا ، والآيات التي فيها أقل من التفسير الذي فيها. ويستدل لهذا بكتابة النبي صلى الله عليه وسلم الكتب للكفار ، وفيها آيات من القرآن ، فدل هذا على أن الحكم للأغلب والأكثر</p>
<p>Untuk kitab tafsir, boleh disentuh, karena terhitung sebagai tafsir. Sementara ayat al-Quran yang ada di sana, lebih sedikit dibandingkan teks tafsirnya. Dalilnya adalah surat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada orang-orang kafir, sementara di sana ada ayat-ayat al-Quran. Ini menunjukkan, bahwa hukum mengikuti yang dominan. (as-Syarh al-Mumthi, 1/267)</p>
<p>Mengenai contoh surat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bisa dipelajari di: <a href="https://konsultasisyariah.com/13853-isi-surat-rasulullah-kepada-heraclius.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Isi Surat Rasulullah Kepada Heraclius</strong></a></p>
<p>Terkait pendekatan, mengambil hukum berdasarkan yang dominan, ada satu kaidah yang diterapkan Syafiiyah,</p>
<p class="arab">الأصل اعتبار الغالب وتقديمه على النادر</p>
<p>Pada asalnya, lebih diunggulkan yang dominan, dan didahulukan dari pada yang tidak dominan. (al-Qawaid al-Fiqhiyah wa Tatbiqatuha fi Madzahib al-Arba’ah, 1/325).</p>
<h3><strong>Bolehkah Wanita Haid Menyentuh al-Quran Terjemah?</strong></h3>
<p>Kita masih meninggalkan satu pembahasan, apakah <a href="https://store.yufid.com/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><em>al-Quran terjemah</em></a> yang ada di sekitar kita, terhitung sebagai al-Quran atau sebagai kitab tafsir?</p>
<p>Dalam aturan menerjemahkan al-Quran, telah kita sampaikan bahwa al-Quran tidak mungkin diterjemahkan. Yang mungkin adalah menerjemahkan maknanya atau tafsirnya.  Penjelasannya, bisa anda dapatkan di: <a href="https://konsultasisyariah.com/26388-syarat-menerjemahkan-al-quran.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Syarat Menerjemahkan Al-Quran</strong></a></p>
<p>Dan jika kita perhatikan, dalam al-Quran terjemah, yang lebih dominan adalah teks terjemahannya. Karena itu, al-Quran terjemah lebih dekat dihukumi sebagai kitab tafsir.</p>
<p>Demikian, <em>Allahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>SPONSOR</strong> hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>
<strong>DONASI</strong> hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
</ul>
 