
<p><b>Syaikh rahimahullah pernah ditanya: </b><span style="font-weight: 400;">Terdapat hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebutkan bahwa ‘upah bekam itu khobits (jelek)’. Namun sebaliknya dalam hadits lain disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi upah pada tukang bekam. Bagaimana mengkompromikan dua hadits semacam ini?</span></p>
<p><b>Beliau rahimahullah menjawab:</b><span style="font-weight: 400;"> Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah menyebut bawang merah, bawang bakung dan semacamnya dengan sebutan </span><i><span style="font-weight: 400;">khobits </span></i><span style="font-weight: 400;">(jelek). </span><b>Apakah benda-benda tersebut halal atau haram? </b><span style="font-weight: 400;">Jawabannya, bawang dan semacamnya tadi adalah </span><b>halal</b><span style="font-weight: 400;">. Upah bekam semisal dengan ini. </span><i><span style="font-weight: 400;">Khobits </span></i><span style="font-weight: 400;">yang dimaksudkan adalah jelek (buruk). Jadi yang dimaksudkan adalah tidak sepantasnya tukang bekam itu mengambil upah. Kalau ingin mengambil upah, seharusnya dia mengambil sekadarnya saja tanpa ambil keuntungan. Jadi, upah bekam ini bukanlah haram. Oleh karena itu, Ibnu ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma- berargumen dengan pemberian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu upah pada tukang bekam, sehingga ini menunjukkan bahwa upah bekam tersebut adalah halal. Ibnu ‘Abbas mengatakan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 18pt;">احتجم النبي صلى الله عليه وسلم وأعطى الحجام أجره ولو كان حراماً ما أعطاه</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berbekam dan beliau memberi orang yang membekam upah. Seandainya upah bekam itu haram, tentu beliau tidak akan memberikan padanya.” [1]</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jadi khobits memiliki makna arti. Kita dapat melihat pada firman Allah ‘azza wa jalla,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 18pt;">أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَلاَ تَيَمَّمُواْ الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang khobits (yang buruk-buruk) lalu kamu menafkahkan daripadanya.” (QS. Al Baqarah: 267)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Apa yang dimaksud dengan </span><i><span style="font-weight: 400;">khobits </span></i><span style="font-weight: 400;">dalam ayat di atas? </span><i><span style="font-weight: 400;">Khobits </span></i><span style="font-weight: 400;">yang dimaksudkan adalah sesuatu yang jelek (buruk). Jadi </span><b>tidak </b><span style="font-weight: 400;">setiap kata </span><i><span style="font-weight: 400;">khobits </span></i><span style="font-weight: 400;">bermakna haram. Kadang khobits bermakna jelek (buruk). Atau kadang pula </span><i><span style="font-weight: 400;">khobits </span></i><span style="font-weight: 400;">adalah sesuatu yang tidak disukai.</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Diterjemahkan oleh hamba yang sangat butuh pada ampunan Rabbnya: Muhammad Abduh Tuasikal Panggang, Gunung Kidul, 10 Rabi’ul Awwal 1430 H</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span><span style="font-weight: 400;">_____________</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">[1] HR. Bukhari dan Muslim</span></p>
<p><b>Oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin dalam Liqo’at Al Bab Al Maftuh, 213/14</b></p>
<p><strong> Baca Juga: <a href="https://rumaysho.com/232-hukum-memberi-upah-pada-tukang-bekam.html"><span style="color: #ff0000;">Hukum Memberi Upah pada Tukang Bekam</span></a></strong></p>
 