
<p>Apakah benar upah bekam itu khobits (jelek)?</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga akhir zaman. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Liqo’at Al Bab Al Maftuh</span></i><span style="font-weight: 400;">, 213/14 pernah ditanya:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Terdapat hadits dari Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang menyebutkan bahwa ‘upah bekam itu khobits (jelek)’. Namun sebaliknya dalam hadits lain disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi upah pada tukang bekam. Bagaimana mengkompromikan dua hadits semacam ini?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Beliau rahimahullah menjawab:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> juga pernah menyebut bawang merah, bawang bakung dan semacamnya dengan sebutan </span><i><span style="font-weight: 400;">khobits </span></i><span style="font-weight: 400;">(jelek).</span></p>
<p><b>Apakah benda-benda tersebut halal atau haram?</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jawabannya, bawang dan semacamnya tadi adalah </span><b>halal</b><span style="font-weight: 400;">. Upah bekam semisal dengan ini. </span><i><span style="font-weight: 400;">Khobits </span></i><span style="font-weight: 400;">yang dimaksudkan adalah jelek (buruk). Jadi yang dimaksudkan adalah tidak sepantasnya tukang bekam itu mengambil upah. Kalau ingin mengambil upah, </span><span style="font-weight: 400;">seharusnya dia mengambil sekadarnya saja tanpa ambil keuntungan</span><span style="font-weight: 400;">. Jadi, </span><span style="font-weight: 400;">upah bekam ini bukanlah haram</span><span style="font-weight: 400;">. Oleh karena itu, Ibnu ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma- berargumen dengan pemberian Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> yaitu upah pada tukang bekam, sehingga ini menunjukkan bahwa upah bekam tersebut adalah halal. Ibnu ‘Abbas mengatakan,</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 18pt;">احتجم النبي صلى الله عليه وسلم وأعطى الحجام أجره ولو كان حراماً ما أعطاه</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> pernah berbekam dan beliau memberi orang yang membekam upah. Seandainya upah bekam itu haram, tentu beliau tidak akan memberikan padanya.” [1]</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jadi khobits memiliki makna arti. Kita dapat melihat pada firman Allah</span><i><span style="font-weight: 400;"> ‘azza wa jalla</span></i><span style="font-weight: 400;">,</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 18pt;">أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَلاَ تَيَمَّمُواْ الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang </span></i><i><span style="font-weight: 400;">khobits (yang buruk-buruk) </span></i><i><span style="font-weight: 400;">lalu kamu menafkahkan daripadanya</span></i><span style="font-weight: 400;">.” (QS. Al Baqarah: 267)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Apa yang dimaksud dengan </span><i><span style="font-weight: 400;">khobits </span></i><span style="font-weight: 400;">dalam ayat di atas? </span><i><span style="font-weight: 400;">Khobits </span></i><span style="font-weight: 400;">yang dimaksudkan adalah sesuatu yang jelek (buruk).</span><span style="font-weight: 400;"> Jadi </span><b>tidak </b><span style="font-weight: 400;">setiap kata </span><i><span style="font-weight: 400;">khobits </span></i><span style="font-weight: 400;">bermakna haram</span><span style="font-weight: 400;">. Kadang khobits bermakna jelek (buruk). Atau kadang pula </span><i><span style="font-weight: 400;">khobits </span></i><span style="font-weight: 400;">adalah sesuatu yang tidak disukai.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Artikel https://rumaysho.com</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Panggang, Gunung Kidul, 10 Rabi’ul Awwal 1430 H</span></p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://rumaysho.com/436-bolehkah-bekam-dan-donor-darah-ketika-puasa.html"><span style="color: #ff0000;">Bolehkah Bekam dan Donor Darah Ketika Puasa</span></a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">_____________</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">[1] HR. Bukhari dan Muslim</span></p>
 