
<p><span style="font-weight: 400;">Salah satu pendahulu kita yang sholih memberi nasehat,</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span><span style="font-weight: 400;">من اتقى الله فقد حفظ نفسه ومن ضيع تقواه فقد ضيع نفسه والله غني عنه</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Siapa saja yang bertakwa kepada Allah sungguh dia telah menjaga dirinya. Sebaliknya siapa yang tidak bertakwa sungguh dia telah menelantarkan dirinya sendiri dan Allah pun tidak membutuhkan dirinya.” (Jami’ al-Ulum wal Hikam, penjelasan hadits ke-19)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Siapa yang bertakwa Allah akan menjaga dirinya yaitu menjaga agama dan dunianya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menjaga agamanya mencakup dua hal:</span></p>
<p><strong>Pertama:</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menjaga imannya agar tidak rusak dengan maksiat ataupun racun pemikiran.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span><strong>Kedua:</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menjaga imannya saat datangnya ajal sehingga meninggal dunia dalam keadaan beriman. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menjaga dunianya mencakup banyak hal:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"><strong>Pertama:</strong> Badannya</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"><strong>Kedua:</strong> Isteri, anak dan keturunannya</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"><strong>Ketiga:</strong> Hartanya dengan memberi kemudahan untuknya agar bisa mendapatkan harta dari sumber yang halal dan membelanjakan pada sasaran yang tepat. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"><strong>Keempat:</strong> Kesehatan anggota tubuhnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"><strong>Kelima:</strong> Sehatnya pemikiran dan kualitas akalnya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebaliknya orang yang tidak bertakwa berarti tidak menjaga dirinya sendiri karena Allah tidak akan menjaganya. </span></p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
<p> </p>
 