
<p></p>
<p><em>Di  Amerika Serikat dan Inggris, jejaring maya yang saat ini sedang naik  daun adalah Pinterest. Data per Februari 2012 menunjukkan bahwa social  network yang berbasis di Lembah Silikon, California ini sudah memiliki  sekitar 10,2 juta pengguna yang tersebar di seluruh dunia. Meskipun  angka ini masih sangat jauh dari jumlah pengguna Facebook, twitter,  linkedin, atau Google+, tapi eksistensi dan keunikan layanannya dianggap  bisa membantu meningkatkan brand awareness sekaligus volume penjualan  toko online Anda. Di artikel ini, kita akan menelisik apa itu Pinterest  dan cara untuk melakukan dua hal tersebut. So let’s go!</em></p>
<h2>Apa itu Pinterest?</h2>
<p>Pinterest yang beralamat di <strong><a href="http://pinterest.com/">pinterest.com</a></strong> adalah sebuah situs <em>social network</em> yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi (diistilahkan dengan kata “<em>pinning</em>”) gambar maupun video dari web ke dalam <em>pinboard</em> miliknya sendiri ataupun orang lain. Dari definisi di atas, Anda  mungkin belum paham benar tentang apa itu sebenarnya Pinterest, tapi  sebagai orang Indonesia, saya hanya bisa mengatakan bahwa situs yang  satu ini sejatinya adalah seperti delicious, tetapi khusus untuk gambar  dan video plus dengan tampilan halaman profil yang jauh lebih menawan. </p>
<p>Bila Anda adalah orang Indonesia yang <em>melek</em> dengan internet, saya asumsikan Anda semua harusnya tahu dengan delicious. Itu <em>lho</em>, situs <em>social bookmarking </em>yang  sangat populer di era Web 2.0 sebelum akhirnya layu setelah dibeli oleh  Yahoo dengan valuasi mencapai puluhan jutaan dolar. Dengan bantuan  delicious, para pengguna bisa mengumpulkan sekaligus mengorganisasi  situs-situs maupun halaman tertentu yang dianggapnya menarik secara <em>online.</em> Dari hasil aktivitas penggunanya, delicious nantinya bisa mengetahui  situs-situs mana saja yang paling banyak dibookmark oleh penggunanya.</p>
<p>Bagi  para penggunanya, delicious bisa memberikan beberapa manfaat. Pertama,  para pengguna jadi bisa langsung tahu topik yang sedang menjadi trend di  dunia maya dari banyaknya jumlah pengguna delicious yang membookmark  suatu halaman web. Selain itu, mereka juga bisa mengakses situs-situs  yang dibookmarknya kapan saja dan di mana saja selama masih ada koneksi  internet. Sementara untuk pemilik situs, delicious tentunya dapat  meningkatkan jumlah lalu lintas pengunjung yang masuk ke webnya dari  halaman situsnya yang terbookmark di delicious. Nah, hal yang sama  sepertinya hendak diulangi oleh Pinterest.com. Tapi khusus untuk gambar  dan video ditambah dengan visualisasi yang sangat menawan terhadap data  yang sudah dipin atau dibookmark oleh para <em>pinster</em> (sebutan untuk para pengguna Pinterest).</p>
<h3>Pinterest sebagai alat marketing</h3>
<p>Bila tadi kita bicara soal apa itu Pinterest, sekarang waktunya mengambil manfaatnya. Sama seperti beberapa <em>social network </em>lainnya yang saat ini sudah menjadi ladang kreativitas para <em>marketer</em> di seluruh dunia, Pinterest pun tampaknya akan bernasib sama. Dan itu  sah-sah saja. Di mana ada gula, di situ ada semut. Di mana ada konsumen  di situ juga ada produsen. Bila Anda adalah seorang produsen (baca:  pemilik toko <em>online</em>), ada beberapa tips dan trik yang bisa Anda lakukan untuk mendongkrak penjualan Anda dengan jejaring sosial yang satu ini.</p>
<p><strong>1. Pin-lah </strong><strong>foto terbaik</strong><strong> produk yang Anda jual.</strong></p>
<p>Bila barang dagangan Anda bisa difoto, maka ambillah fotonya lalu masukkan ke dalam <em>pinboard</em> Anda di Pinterest. Tidak perlu ragu-ragu. Bila Anda menjual sepatu  futsal, foto saja sepatu-sepatu itu. Berdagang kaos distro? Jepret lalu  pajang di <em>pinboard</em> Anda. Biarkan seluruh dunia melihat dan  mengomentari bagus tidaknya dagangan Anda. Jangan lupa untuk selalu  menyertakan tautan yang akan membawa pengunjung <em>pinboard</em> langsung menuju ke toko <em>online</em> Anda di setiap foto atau gambar yang Anda pin. Tapi ingat juga, tetap waspadai <em>self-promotion</em> yang membabi buta karena hal ini ditakutkan justru bisa membuat para konsumen <em>ilfil</em> dengan <em>pinboard</em> Anda sendiri. Dan kalau itu terjadi, hal yang sama dikhawatirkan juga bisa terjadi dengan toko <em>online</em> Anda. Bisa rugi nih …</p>
<p><strong>2. Pin-lah testimoni konsumen yang sudah menerima barang dari Anda.</strong></p>
<p>Ketika  barang dagangan Anda sudah sampai ke tangan konsumen. Jangan ragu untuk  meminta foto barang tersebut plus komentar mereka. Bila Anda sudah  mendapatkan kedua ini, segeralah pin foto barang yang berhasil terkirim  tersebut beserta teks yang berisi komentar kepuasan sang pembeli. Dengan  cara ini, calon pembeli lain insyaaAllah akan semakin respek dengan  eksistensi toko <em>online</em> Anda. Makin banyak testimoni positif, makin banyak pula calon pembeli yang yakin dengan performa toko Anda.</p>
<p><strong>3. Pin-lah aktivitas kerja karyawan Anda.</strong></p>
<p>Toko <em>online</em> Anda sepertinya masih diurus oleh manusia bukan? Kalau iya, jangan  takut untuk menunjukkan bagaimana proses pembuatan barang tersebut  hingga bisa sampai ke tangan konsumen. Ups, Anda takut menjepret wajah?  Gampang, foto saja dari arah belakang. Foto dari depan atau belakang  tubuh karyawan atau rekan kerja Anda tampaknya tidak akan berpengaruh  banyak pada justifikasi pembeli terhadap barang Anda. Yang penting  adalah keberanian Anda untuk menunjukkan bahwa di balik toko maya Anda,  ada kumpulan manusia yang berbahagia dan bersemangat memproduksi barang  dagangan Anda plus siap melayani calon pembelinya.</p>
<p><strong>4. Pin-lah aktivitas CSR toko Anda.</strong></p>
<p>CSR<strong> </strong>atau <em>Corporate Social Responsibility</em> bukanlah barang baru. Di dalam kamus Islam, istilah ini hampir sama  dengan kegiatan bakti sosial alias infaq atau sodaqoh. Bila Allah  memberikan kesempatan bagi toko Anda untuk melakukan ini, maka jangan  sia-siakan. Melalui foto kegiatan CSR, Anda bisa memberi tahu para  konsumen atau pengunjung toko bahwa Anda beserta rekan kerja Anda tidak  hanya peduli pada keadaan diri sendiri, tapi juga nasib orang lain.  Eits, kali ini tidak perlu menjepret dari arah belakang lagi. Jepret  saja dari depan, tapi jangan jepret wajah Anda atau si penerima. Anda  bisa menjepret gedung, tempat, atau keadaan di sekitar lokasi CSR  tersebut.  <em>Easy right? </em> </p>
<p><strong>5. Pin-lah gambar atau foto yang terkait dengan bisnis Anda.</strong></p>
<p>Bila Anda menjual sepatu, Anda tidak harus selalu menayangkan foto sepatu dagangan Anda di semua bagian <em>pinboard.</em> Sesekali selingi dengan foto-foto sepatu termahal, tercanggih atau terunik yang pernah Anda lihat. Buat pengunjung <em>pinboard</em> Anda senang dengan sesuatu yang baru dan bisa mengejutkan mereka.  Meskipun produk-produk tersebut sejatinya bukan milik toko Anda. Contoh  nyata poin kelima ini diperlihatkan dengan apik oleh Oreck, salah satu  vendor pembuat <em>vacum cleaner </em>di USA. Awalnya mungkin kita mengira bahwa Oreck akan menerbitkan foto-foto serdadu penghisap debunya di <em>pinboard</em> miliknya bukan? Ternyata kita salah, Oreck justru menunjukkan foto-foto  kucing cantik nan lucu yang bermain di lantai atau sofa – tempat-tempat  di mana <em>vacum cleaner</em> sering digunakan – yang bersihnya mengagumkan. Cerdik bukan?</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Di Indonesia, eksistensi Pinterest memang belum sepopuler FB atau twitter, jadi belum banyak penjual <em>online</em> yang sudah memasukkan Pinterest sebagai <em>channel</em> pemasarannya. Nah, para pembaca Majalah Pengusaha Muslim harus melihat  kondisi ini sebagai kesempatan besar untuk menunjukkan kepada  konsumennya bahwa toko <em>online</em> Anda memang adaptif dan siap menjadi yang terdepan di jejaring maya baru bernama Pinterest. Selamat berinovasi dengan <em>pinboard</em> masing-masing. Bismillah …… lakukan!</p>
<p></p>
<p><strong>Penulis: Wim Permana, S.Kom</strong></p>
<p>Dapatkan Segera Majalah Pengusaha Muslim</p>
<p><strong><a title="majalah pengusaha" href="http://majalah.pengusahamuslim.com/">Edisi Cetak</a></strong></p>
<p><strong><a title="majalah bisnis" href="http://shop.pengusahamuslim.com/">Edisi Digital</a></strong></p>
 