
<p>فهو-الزوج- طلب منها عدم أكل نوع معين من الطعام ولكن غلبتها نفسها فأكلت منه هل يعتبر ذلك معصية للزوج؟</p>
<p>Pertanyaan, “Ada seorang suami yang melarang isterinya untuk memakan jenis makanan tertentu namun karena sangat menginginkannya akhirnya si isteri memakan jenis makanan tersebut. Apakah tindakan si isteri ini terhitung durhakan terhadap suami?”</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-medium wp-image-2894" title="no-problem" src="https://ustadzaris.com/wp-content/uploads/2011/07/no-problem-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" srcset="https://ustadzaris.com/wp-content/uploads/2011/07/no-problem-300x224.jpg 300w, https://ustadzaris.com/wp-content/uploads/2011/07/no-problem.jpg 493w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px"></p>
<p>وإذا أمرها ألا تأكل صنفا من الطعام فإن كان مضرا فلتجتنبه وإن لم يكن كذلك فليس هذا مما تكون فيه الطاعة كما قال ذلك بعض الفقهاء في الوالدين لو منعوا الولد من نوع من الطعام فلاتجب طاعتهم والله أعلم</p>
<p>Jawaban Syaikh Mahir bin Zhafir al Qahthani, “Aturan seorang suami yang melarang isterinya untuk memakan jenis makanan tertentu perlu mendapatkan rincian:</p>
<p>Jika makanan tersebut memang membahayakan maka isteri hendaknya menjauhinya.<br>
Jika tidak demikian maka aturan suami dalam masalah semacam ini bukanlah aturan yang wajib ditaati sebagaimana penjelasan sebagian ulama fikih tentang orang tua yang melarang anaknya untuk mengkomsumsi jenis makanan tertentu. Mereka mengatakan bahwa ketaatan kepada orang tua dalam hal ini tidaklah wajib”.</p>
<p>Sumber:<br>
http://www.al-sunan.org/vb/showthread.php?t=7845</p>
<p>Artikel <a href="https://ustadzaris.com">www.ustadzaris.com</a></p>
 