
<p><span style="font-weight: 400;">Diantara bentuk pemuliaan kepada orang-orang beriman dan perendahan kepada orang-orang yang kufur kepada Allah adalah dengan tidak memberikan salam terlebih dahulu kepada mereka. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> bersabda:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لا تبدؤوا اليهود ولا النصارى بالسلام</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“<em>Janganlah engkau mendahului orang Yahudi dan Nasrani dalam mengucapkan salam</em>” (HR. Muslim no. 2167).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka tidak boleh ucapkan salam kepada mereka baik tahiyyatul Islam (assalamu’alaikum), atau “salam sejahtera”, “shalom”, “om swastyastu”, atau salam lainnya. Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وأهل الكتاب هم اليهود والنصارى، وحكم بقية الكفار حكم اليهود والنصارى في هذا الأمر؛ لعدم الدليل على الفرق فيما نعلم. فلا يبدأ الكافر بالسلام مطلقًا</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Ahlul kitab adalah Yahudi dan Nasrani. Adapun orang kafir yang selain mereka, hukumnya sama seperti mereka dalam masalah ini. Karena tidak ada dalil yang menunjukkan perbedaan hukum (dalam masalah ini) dari yang kami ketahui. Maka tidak boleh memulai salam kepada orang kafir secara mutlak” (Sumber: </span><span style="font-weight: 400;">https://binbaz.org.sa/fatwas/1409</span><span style="font-weight: 400;">).</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/29520-ringkasan-hal-hal-yang-boleh-dan-tidak-boleh-terhadap-non-muslim.html" data-darkreader-inline-color="">Ringkasan Hal-Hal Yang Boleh Dan Tidak Boleh Terhadap Non Muslim</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika orang non Muslim mengucapkan salam, maka jawab dengan “Wa’alaikum” saja. Sebagaimana sabda Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">Shallallahu’alaihi Wasallam</span></i><span style="font-weight: 400;">:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إذا سَلَّمَ علَيْكُم أهْلُ الكِتابِ فَقُولوا: وعلَيْكُم</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“<em>Jika ahlul Kitab mengucapkan salam kepada kalian maka ucapkanlah: wa’alaikum</em>” (HR. Bukhari no. 6258, Muslim no.2163).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Boleh juga jawab dengan bahasa Indonesia, seperti: “semoga kamu juga”, atau “kamu juga demikian”. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إذا سلَّمَ عليكُم أحدٌ من أَهْلِ الكتابِ فقولوا: علَيكَ ما قلتَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Jika seorang ahlul Kitab mengucapkan salam kepada kalian maka jawablah: semoga kalian mendapat apa yang kalian ucapkan</span></i><span style="font-weight: 400;">” (HR. Tirmidzi no.3301, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">فالمعنى أنكم كما لا تبدؤونهم بالسلام لا تفسحوا لهم فإذا لقوكم فلا تتفرقوا حتى يعبروا بل استمروا على ما أنتم عليه و…وليس في الحديث تنفير عن الإسلام بل فيه إظهار لعزة المسلم ، وأنه لا يذل لأحد إلا لربه عز وجل</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Makna hadits ini adalah bahwa sebagaimana kalian tidak memulai salam kepada mereka, maka hendaknya tidak berlonggar-longgar kepada mereka. Maka ketika bertemu dengan mereka, tidak perlu membuat kalian berpencar-pencar karena menganggap serius kedatangan mereka. Namun hendaknya biasa saja dan teruskan aktifitas kalian … dan hadits ini bukan berarti membuat orang lari dari Islam, bahkan hadits ini adalah bentuk menujukkan wibawa kaum Muslimin dan bahwasanya tidak boleh merendahkan orang lain kecuali karena Allah merendahkan mereka” (</span><i><span style="font-weight: 400;">Majmu Fatawa Ibnu Al Utsaimin</span></i><span style="font-weight: 400;">, 3/38).</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/27973-hukum-ghibah-kepada-non-muslim.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Ghibah Kepada Non Muslim</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Memang benar kita diperbolehkan berbuat baik kepada orang-orang kafir, namun tidak boleh sampai melanggar syariat dan merendahkan wibawa kaum Muslimin. Allah Ta’ala berfirman tentang bolehnya berbuat baik kepada orang-orang kafir:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“<em>Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil</em>” (QS. Al Mumtahanah: 8).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"><em>Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts wal Ifta’</em> menjelaskan:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وجملة القول في ذلك: أن ما كان من باب البر والمعروف ومقابلة الإحسان بالإحسان قمنا به نحوهم لتأليف قلوبهم، ولتكن يد المسلمين هي العليا، وما كان من باب إشعار النفس بالعزة والكرامة ورفعة الشأن فلا نعاملهم؛ كبدئهم بالسلام تحية لهم، وتمكينهم من صدر الطريق تكريما لهم؛ لأنهم ليسوا أهلا لذلك لكفرهم</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kesimpulan dari hal ini, selama dalam koridor perbuatan kebaikan dan ma’ruf serta membalas kebaikan dengan kebaikan, maka kita sikap mereka demikian, dalam rangka </span><i><span style="font-weight: 400;">ta’liful qulub</span></i><span style="font-weight: 400;">. Dan hendaknya ketika melakukan hal ini posisi kaum Muslimin itu tinggi. Adapun jika dalam rangka kemanusiaan dengan mengorbankan wibawa dan kemuliaan kaum Muslimin, maka kita tidak lakukan itu. Semisal memulai salam untuk menghormati mereka, atau dengans sengaja menempatkan mereka di jalan utama untuk memuliakan mereka, maka tidak boleh. Karena mereka bukan kaum yang berhak dimuliakan dan dihormati, disebabkan kekufuran mereka” (<em>Fatawa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts wal Ifta</em>‘, no. 5313 pertanyaan ke-6).</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/27099-bagaimana-berinteraksi-dengan-non-muslim-1.html" data-darkreader-inline-color="">Bagaimana Berinteraksi Dengan Non Muslim?</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/22891-prinsip-akidah-muslim-terhadap-non-muslim.html" data-darkreader-inline-color="">Prinsip Akidah Muslim Terhadap Non Muslim</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Semoga Allah memberi taufik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">**</span></p>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/yulian-purnama-s-kom" data-darkreader-inline-color="">Yulian Purnama</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel.<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 