
<p>Imam Al-Hakim dan Ath-Thabarani meriwayatkan bahwa Nabi <em>Rasulillahi shallaallaahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda:</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ الإِيْمَانَ لَيَخْلُقُ فِي جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلُقُ الثَّوْبُ، فَاسْأَلُوْا اللهَ أَنْ يُجَدِّدَ الإِيْمَانَ فِي قُلُوْبِكُمْ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya iman benar-benar bisa menjadi usang di dalam tubuh seseorang dari kalian sebagaimana usangnya pakaian. Maka memohonlah kepada Allah supaya memperbarui iman di hati kalian!”</em><strong>[1]</strong></p>
<p>Di dalam hadits lain beliau <em>Rasulillahi shallaallaahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Tidak ada satu hati pun kecuali di sana ada mendungnya, seperti mendung yang menutupi rembulan. Jika saat rembulan bercahaya, tiba-tiba mendung menutupinya, maka gelaplah. Dan jika mendung itu menyingkir darinya rembulan pun bercahaya (lagi).”</em><strong>[2]</strong></p>
<p>Sesungguhnya menjaga iman dan memperbaruinya adalah penjagaan –dengan izin Allah– dari banyak penyakit hati. Futur adalah salah satunya. Karena itulah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah senantiasa menjaga iman dan memperbaruinya.</p>
<p>Sehubungan dengan ini Allah berfirman,</p>
<p style="text-align: right;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا …</p>
<p><em>“Wahai orang yang beriman!” </em>(QS. Al-Baqarah [2]: 104).</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ</p>
<p><em>“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).”</em> (QS. Al-A’rāf [7]: 201)</p>
<p>Dari sinilah iman akan bertambah dan terjaga.</p>
<p style="text-align: right;">لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ…</p>
<p><em>“… untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada).”</em> (QS. Al-Fath [48]: 4)</p>
<p style="text-align: right;">فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا…</p>
<p><em>“Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya.”</em> (QS. At-Taubah [9]: 124)</p>
<p>Di antara perkara yang dapat menambah iman adalah memperbanyak amalan, menjaga shalat sunnah rawatib, menjaga <em>qiyamullail</em> dan shalat tahajjud, serta tidak meninggalkan shalat witir, baik di saat bermukim maupun saat bepergian. Begitu pula dengan puasa sunnah, dahaga di siang hari, dari tidak menyia-nyiakan hari-hari yang utama untuk diisi dengan puasa sunnah.</p>
<p>Termasuk juga dapat menambah iman adalah bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, mempererat tali silaturahmi, berbakti kepada orang tua, serta berbaik hati, berbuat baik, dan mempedulikan fakir miskin dan anak yatim. Tidak ketinggalan pelaksanaa umrah, haji, bersegera ke masjid dan i’tikaf.</p>
<p>Ibadah-ibadah ini memberi energi iman bagi seorang mukmin. Ia dapat menjadi bekal di perjalanan. Ia pun dapat meringankan musibah dan memudahkan kesulitan. Adalah Rasulullah <em>Rasulillahi shallaallaahu ‘alaihi wa sallam</em> jika dilanda suatu kesulitan, sesegera mungkin beliau mengerjakan shalat. Beliau pernah bersabda,</p>
<p style="text-align: right;">يا بلال أقم الصلاة ، أرحنا بها</p>
<p><em>“Mari kita beristirahat dengan shalat, wahai Bilal.” </em><strong>[3]</strong></p>
<p><sup> </sup></p>
<p>————————————————————————————————-</p>
<p><sup>[1] </sup>Diriwayatkan oleh Al-Hakim di dalam <em>Al-Mustadrak </em>I/4. Al-Haitsami di dalam <em>Majma’ Az-Zawaid </em>I/57 berkata, “Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani, dan sanadnya hasan.”</p>
<p><sup>[2] </sup>Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di dalam <em>Hilyah Al-Aulya`, </em>II/196. Lihat <em>Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, </em>hadits no. 2268.</p>
<p><sup>[3] </sup>Diriwayatkan oleh Abu Dawud, IV/296 <em>Kitab Al-Adab, </em>hadits no. 4985, 4986 dan Ahmad di dalam <em>Al-Musnad </em>V/364, 371. Hadits ini dikategorikan shahih oleh Al-Albani di dalam <em>Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir </em>hadits no. 7892</p>
<p>Diketik ulang dari buku “<em>Melejitkan Semangat Ibadah</em>” karya Nashir bin Sulaiman Al-Umar</p>
<p>Artikel muslimah.or.id</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 