
<p>Apakah tukang sihir jika bertaubat, taubatnya diterima?</p>
<p>Ada dua pendapat dari para ulama mengenai hal ini.</p>
<p>Pendapat pertama, taubat tukang sihir tidaklah diterima. Inilah pendapat dalam madzhab Hambali. Kalau demikian, ia tetap dikenai hukum mati -saat diterapkan hukum Islam-. Itulah hukum secara lahir. Adapun di batin, itu adalah urusan dia dengan Allah. Jika memang taubatnya benar-benar jujur, moga Allah maafkan. Bila ternyata dusta, maka ia dihukumi secara lahir.</p>
<p>Pendapat kedua, taubat tukang sihir diterima. Hal ini berdasarkan keumuman firman Allah <em>Ta’ala</em>,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ</p>
<p>“<em>Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</em> ” (QS. Az Zumar: 53).</p>
<p>Begitu pula dalam hadits, dari Abu Musa, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِىءُ النَّهَارِ وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِىءُ اللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا</p>
<p>“<em>Sesungguhnya Allah -‘azza wa jalla- membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat dari yang berbuat dosa di siang hari. Dia pun membentangkan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat dari yang berbuat dosa di malam hari. Taubat terus diterima sampai matahari terbit dari arah tenggelamnya (arah barat).</em>” (HR. Muslim no. 2759).</p>
<p>Dari hadits Ibnu ‘Umar, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya Allah menerima taubat hamba selama nyawa belum sampai di tenggorokan.</em>” (HR. Tirmidzi no. 3537 dan Ibnu Majah no. 4253. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).</p>
<p>Dalil yang menyebutkan bahwa taubat setiap orang diterima amatlah banyak. Namun tentu saja bisa dikatakan taubatnya diterima jika memang ada bukti bahwa ia jujur dalam taubatnya.</p>
<p style="text-align: center;"><em>Wa billahit taufiq. Hanya Allah yang memberi taufik.</em></p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Referensi:</span></h4>
<p><em>Al Mukhtashor fil ‘Aqidah</em>, Prof. Dr. Kholid bin ‘Ali Al Musyaiqih, terbitan Maktabah Ar Rusyd, cetakan kedua, tahun 1433 H.</p>
<p>—</p>
<p>Selesai disusun @ <a href="http://darushsholihin.com/">Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul</a>, 26 Rabi’uts Tsani 1435 H</p>
<p>Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p>Follow status kami via <a href="https://www.facebook.com/muhammad.tuasikal">Facebook Muhammad Abduh Tuasikal</a>, <a href="https://www.facebook.com/rumaysho">Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat</a>,<a href="https://twitter.com/RumayshoCom">Twitter RumayshoCom</a></p>
<p>—</p>
<p>Akan segera hadir buku Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal terbaru: “Kenapa Masih Enggan Shalat?” seharga Rp.16.000,-. Silakan lakukan pre order dengan format: Buku enggan shalat# nama pemesan# alamat# no HP# jumlah buku, kirim SMS ke 0852 00 171 222.</p>
 