
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="http://muslim.or.id/45572-tanya-jawab-seputar-syirik-kecil-bag-2.html">Tanya Jawab Seputar Syirik Kecil (Bag. 2)</a></span></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;">Bahaya syirik kecil</span></h2>
<p><b>Pertanyaan 05:</b></p>
<p>Apakah bahaya syirik kecil?</p>
<p><b>Jawaban:</b></p>
<p>Bahaya syirik kecil terdapat dalam beberapa perkara, di antaranya:</p>
<p><strong>Pertama</strong>, sesungguhnya Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>mengkhawatirkan syirik kecil ini menimpa mayoritas umat ini, dalam rangka merealisasikan tauhid, di antara orang-orang hasil didikan beliau <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam, </i>yaitu para sahabat <i>radhiyallahu ‘anhum. </i></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/26096-syaikh-al-albani-berkata-kepada-dukun-coba-datangkan-roh-imam-bukhari.html">Syaikh Al Albani Berkata Kepada Dukun: “Coba Datangkan Roh Imam Bukhari”</a></span></p>
<p>Umat beliau <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>yang paling sempurna dalam merealisasikan tauhid adalah para sahabatnya. Mereka telah terpilih menemani Nabi-Nya setelah Allah <em>Ta’ala</em> melihat hati mereka. Maka Allah <em>Ta’ala</em> dapati bahwa hati mereka adalah hati yang paling baik setelah para Nabi.</p>
<p>Hal ini tentu saja menunjukkan keutamaan mereka dan agungnya kedudukan mereka. Meskipun demikian, Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>mengkhawatirkan mereka akan terjatuh dalam syirik kecil.</p>
<p>Ibnu Majah meriwayatkan dalam kitab <i>Sunan </i>dari sahabat Abu Sa’id <i>radhiyallahu ‘anhu, </i>beliau berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ</span></p>
<p>“Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>pergi bersama kami dan kami saling mengingatkan tentang (fitnah) <i>Al-Masih Ad-Dajjal. </i>Lalu Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِي مِنَ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ؟</span></p>
<p>“Maukah aku kabarkan kepada kalian sesuatu yang aku lebih khawatirkan menimpa kalian melebihi <i>Al-Masih Ad-Dajjal?”</i></p>
<p>Abu Sa’id berkata, “Kami berkata, ‘Iya, tentu kami mau.’’”</p>
<p>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">الشِّرْكُ الْخَفِيُّ، أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ يُصَلِّي، فَيُزَيِّنُ صَلَاتَهُ، لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ</span></p>
<p>“Yaitu <i>syirik khafi</i> (syirik kecil yang tersembunyi, pent.), yaitu ketika seseorang berdiri untuk shalat, dia memperindah (memperbagus) shalatnya dengan harapan agar ada seseorang yang memperhatikannya.” <b>[1]</b></p>
<p>Jika Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>mengkhawatirkan syirik kecil atas sahabat beliau, maka selain sahabat Nabi tentu lebih layak lagi untuk dikhawatirkan.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/7868-beberapa-tanda-tukang-sihir-dan-dukun.html">Beberapa Tanda Tukang Sihir dan Dukun</a></span></p>
<p>Renungkanlah wahai pembaca yang mulia, bahwa Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>mengkhawatirkan syirik (kecil) atas mereka (para sahabat), lebih khawatir dibandingkan ketakutan atas fitnah Dajjal. Padahal, fitnah <i>Al-Masih Ad-Dajjal </i>adalah di antara fitnah yang terbesar, sampai-sampai setiap Nabi memperingatkan umatnya dari fitnah <i>Al-Masih Ad-Dajjal. </i></p>
<p>Dalam <strong>Shahih Al-Bukhari </strong>terdapat hadits yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar <i>radhiyallahu ‘anhuma, </i>beliau berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي النَّاسِ فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ ذَكَرَ الدَّجَّالَ</span></p>
<p>“Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> berdiri di hadapan manusia, lalu memuji Allah karena memang Dia-lah satu-satunya yang berhak atas pujian. Kemudian beliau menceritakan Dajjal.”</p>
<p>Beliau <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِنِّي لَأُنْذِرُكُمُوهُ، وَمَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ، لَقَدْ أَنْذَرَ نُوحٌ قَوْمَهُ، وَلَكِنِّي أَقُولُ لَكُمْ فِيهِ قَوْلًا لَمْ يَقُلْهُ نَبِيٌّ لِقَوْمِهِ: تَعْلَمُونَ أَنَّهُ أَعْوَرُ، وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ</span></p>
<p>“Aku akan menceritakannya kepada kalian dan tidak ada seorang Nabi pun melainkan telah menceritakan tentang Ad-Dajjal kepada kaumnya. Sungguh Nabi Nuh <i>‘alaihissalam</i> telah mengingatkan kaumnya. Akan tetapi, aku katakan kepada kalian tentangnya yang tidak pernah dikatakan oleh seorang Nabi pun kepada kaumnya, yaitu Dajjal itu buta sebelah matanya sedang bahwa Allah tidaklah buta sebelah.” <b>[2]</b></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/42823-hukum-jimat-dengan-menggunakan-al-quran.html">Hukum Jimat dengan menggunakan Al-Qur’an</a></span></p>
<p>Oleh karena itu, hal ini menunjukkan bahaya syirik kecil.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, syirik kecil itu lebih samar dibandingkan jejak semut. Manusia bisa terjerumus ke dalamnya tanpa dia sadari.</p>
<p>Diriwayatkan dari Mu’qil bin Yasar, beliau berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">انْطَلَقْتُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ:</span></p>
<p>“Aku berangkat bersama Abu Bakar Ash-Shidiq <i>radhiyallahu ‘anhu </i>untuk menemui Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam. </i>Lalu Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">يَا أَبَا بَكْرٍ لَلشِّرْكُ فِيكُمْ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ</span></p>
<p>“Wahai Abu Bakar, sungguh syirik di tengah-tengah kalian itu lebih tersembunyi daripada jejak semut.”</p>
<p>Abu Bakar berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَهَلِ الشِّرْكُ إِلَّا مَنْ جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخر؟</span></p>
<p>“Tidakkah kemusyrikan itu kecuali seseorang yang menjadikan sesembahan yang lain di samping Allah <em>Ta’ala</em>?” (maksudnya: jelas terlihat, pent.)</p>
<p>Maka Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَلشِّرْكُ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ، أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى شَيْءٍ إِذَا قُلْتَهُ ذَهَبَ عَنْكَ قَلِيلُهُ وَكَثِيرُهُ؟ قَالَ: (قُلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لما لا أعلم</span></p>
<p>“Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya. Sungguh kemusyrikan itu lebih tersembunyi daripada jejak semut. Maukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang jika Engkau ucapkan, maka akan hilang kemusyrikan darimu, baik sedikit ataupun banyak? Ucapkanlah, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari berbuat menyekutukanmu dalam kondisi aku mengetahuinya dan aku memohon ampun kepadamu dari apa yang aku tidak ketahui.” <b>[3]</b></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/451-rezeki-jimat.html">Ada Apa Antara Rezeki dan Jimat?</a></span></p>
<p>Manusia terjerumus ke dalamnya tanpa disadari, sebagaimana dia tidak merasakan adanya jejak semut. Maka hal ini menunjukkan bahaya syirik kecil.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>menyebutnya dengan “syirik yang tersembunyi”, <b>(شرك السرائر)</b> sebagaimana Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>juga menyebutnya dengan “syirik yang samar” <b>(شرك الخفي)</b>. Hal ini menunjukkan bahaya syirik kecil dan banyaknya manusia yang terjerumus ke dalamnya.</p>
<p>Diriwayatkan dari Mahmud bin Labid <i>radhiyalllahu ‘anhu, </i>beliau berkata,</p>
<p>“Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>keluar dan bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أَيُّهَا النَّاسُ إِيَّاكُمْ وَشِرْكَ السَّرَائِرِ</span></p>
<p>“Wahai manusia, waspadalah kalian dari syirik yang tersembunyi.”</p>
<p>Para sahabat mengatakan, “Wahai Rasulullah, apa itu syirik yang tersembunyi?”</p>
<p>Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">يَقُومُ الرَّجُلُ فَيُصَلِّي فَيُزَيِّنُ صَلَاتَهُ جَاهِدًا لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ النَّاسِ إِلَيْهِ، فَذَلِكَ شِرْكُ السَّرَائِرِ</span></p>
<p>“Seseorang berdiri untuk shalat, lalu dia memperbagus shalatnya dengan sangat berharap agar ada manusia yang memperhatikannya. Itulah syirik yang tersembunyi.” <b>[4]</b></p>
<p><strong>Keempat</strong>, syirik kecil itu lebih besar dosanya daripada dosa besar <i>(al-kabaair). </i>Hal ini ditunjukkan dari perkataan salah seorang sahabat yang mulia, Ibnu Mas’ud <i>radhiyallahu ‘anhu,</i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لَأَنْ أَحْلِفَ بِاللهِ كَاذِبًا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَحْلِفَ بِغَيْرِهِ وَأَنَا صَادِقٌ</span></p>
<p>“Aku bersumpah dusta dengan menyebut nama Allah itu lebih aku sukai dari pada bersumpah jujur dengan menyebut nama selain Allah.” <b>[5]</b></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/44001-bentuk-bentuk-ruqyah-dengan-menggunakan-air.html">Bentuk-Bentuk Ruqyah dengan Menggunakan Air</a></span></p>
<p>Hal ini karena sumpah dusta termasuk dalam dosa besar, sedangkan sumpah dengan menyebut selain Allah <em>Ta’ala</em> termasuk dalam kemusyrikan. Dan dosa kemusyrikan itu lebih besar daripada dosa besar (yang bukan kemusyrikan atau kekafiran, pent.).</p>
<p>Jika syirik kecil itu perbandingannya seperti ini, maka setiap orang harus mengetahui (macam-macam) syirik kecil agar tidak terjerumus ke dalamnya.</p>
<p><strong>Kelima</strong>, syirik kecil itu menghapus pahala amal yang tercampur dengan syirik kecil tersebut. Dalam <i>Shahih Muslim </i>diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah <i>radhiyallahu ‘anhu, </i>Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ، مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي، تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ</span></p>
<p>“Allah <em>Tabaraka wa Ta’ala</em> berfirman, ‘Aku adalah sekutu yang paling tidak memerlukan sekutu. Barangsiapa melakukan suatu amalan dengan menyekutukan-Ku dengan selain Aku, niscaya Aku meninggalkannya dan sekutunya itu’.” <b>[6]</b></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li>
<div><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/38623-larangan-berobat-dengan-metode-sihir-01.html">Larangan Berobat dengan Metode Sihir </a></span></div>
</li>
<li>
<div><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/25103-bagi-yang-demam-akik-apa-tujuan-anda-memakainya.html">Bagi Yang Demam Akik, Apa Tujuan Anda Memakainya?</a></span></div>
</li>
</ul>
<p><b>[Bersambung]</b></p>
<p><b>***</b></p>
<p>@Puri Gardenia, 18 Jumadil akhir 1440/23 Februari 2019</p>
<p><b>Penerjemah: <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim"><span style="color: #ff0000;">M. Saifudin Hakim</span></a></span></b></p>
<p><strong>Artikel<span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="http://muslim.or.id">: <span style="color: #ff0000;">Muslim.Or.Id</span></a></span></strong></p>
<p><b>Catatan kaki:</b></p>
<p><b>[1] </b>HR. Ibnu Majah no. 4204 dan dinilai hasan oleh Al-Albani.</p>
<p><b>[2] </b>HR. Bukhari no. 3337.</p>
<p><b>[3] </b>HR. Bukhari dalam <i>Al-Adab Al-Mufrad, </i>dinilai shahih oleh Al-Albani.</p>
<p><b>[4] </b>HR. Ibnu Khuzaimah dalam <i>Shahih-</i>nya no. 937.</p>
<p><b>[5] </b>HR. Ath-Thabrani dalam <i>Al-Mu’jam Al-Kabir </i>no. 8902.</p>
<p><b>[6] </b>HR. Muslim no. 2985.</p>
 