
<h2><strong>Tangisan Orang Tua</strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Seorang sahabat Nabi, Abdullah bin Umar mengatakan, </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">إِبْكَاءُ الْوَالِدَيْنِ مِنَ الْعُقُوْقِ </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Membuat orang tua menangis adalah salah satu bentuk durhaka.” (Birrul Walidain karya Ibnul Jauzi)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Yang dimaksud dengan tangisan di sini adalah tangisan sedih karena kecewa, jengkel dan marah karena ulah dan tindakan anak. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada dasarnya ortu tidaklah menangis kecuali dikarenakan ulah anak yang sudah demikian keterlaluan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Anak yang dengan ulahnya menyebabkan ortu menangis  wajib melakukan berbagai upaya agar ortu ridho kepadanya dan bisa tertawa.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hal ini wajib dilakukan di samping kewajiban meminta maaf.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Membuat ortu tersenyum senang atau tertawa bahagia adalah bagian dari amal shalih, berbakti.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebaliknya membuat ortu menangis sedih adalah bagian dari dosa besar durhaka kepada orang tua.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga Allah berikan kepada penulis dan semua pembaca tulisan ini anak-anak yang berbakti, yang menjadi sebab kebahagiaan ortu di dunia dan akhirat. Aamiin.</span></p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
 