
<p><strong>TAKBIR </strong><strong>DAN</strong><strong> SALAM </strong><strong>PADA</strong><strong> SUJUD</strong><strong> TILAWAH</strong><strong><a href="#_ftn1" name="_ftnref1">[1]</a></strong></p>
<p>Pertanyaan.<br>
Apakah orang yang sedang membaca al-Qur’ân harus bertakbir ketika hendak melakukan sujud <em>til</em><em>â</em><em>wah</em> dan ketika selesai ataukah hanya bertakbir ketika hendak memulai sujudnya saja? Apakah dia harus membaca tasyahhud ? Adakah salamnya ?</p>
<p>Jawaban.<br>
<strong>Pertama :</strong> Orang yang hendak melakukan sujud <em>til</em><em>â</em><em>wah</em> hendaknya membaca takbir ketika memulai sujudnya, berdasarkan hadits dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma yang diriwayatkan oleh Abu Dâwud rahimahullah dalam kitab <em>Sunan</em>.  Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma mengatakan : “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan al-Qur’an untuk kami. Apabila melewati ayat <em>sajadah </em>(ayat yang disyariatkan sujud ketika membacanya-red) , beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertakbir lalu sujud dan kami pun ikut sujud.”<a href="#_ftn2" name="_ftnref2">[2]</a></p>
<p>Sedangkan ketika bangun dari sujud, tidak mengucapkan takbir, karena tidak ada riwayat tentang itu dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Juga karena sujud ini merupakan ibadah, sementara ibadah itu bersifat <em>tauq</em><em>î</em><em>fiyyah</em>, maka pelaksanaannya hanya terbatas pada apa yang dijelaskan dalam riwayat saja. Dalam sujud <em>til</em><em>â</em><em>wah</em> (sujud yang dilakukan ketika membaca ayat sajadah-red), yang terdapat alam riwayat adalah takbir ketika hendak sujud, bukan ketika hendak bangkit dari sujud. Kecuali kalau sujud <em>til</em><em>â</em><em>wah</em> dilakukan dalam shalat, maka orang yang hendak melakukannya mengucapkan takbir ketika hendak sujud dan ketika bangkit darinya, berdasarkan dalil keumuman yang terkandung dalam hadits-hadits shahih tentang tata cara shalat Rasûlullâh dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertakbir ketika hendak sujud dan ketika bangkit darinya.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, Tidak ada tasyahhud dan salam setelah sujud <em>til</em><em>â</em><em>wah</em>, karena tidak ada riwayat tentang itu dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . dan ini juga merupakan ibadah sementara ibadah itu bersifat <em>tauq</em><em>î</em><em>fiyyah</em>. Maka dalam hal ini, tidak boleh mengqiyaskannya dengan tasyahhud dan salam dalam shalat.</p>
<p><strong>وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم</strong></p>
<p><em>al-Lajnatud D</em><em>â</em><em>imah Lil Buh</em><em>û</em><em>tsil Ilmiyah wal Ift</em><em>â</em><em>’</em></p>
<p>Ketua : Syaikh ‘Abdul Azîz bin ‘Abdillâh bin Bâz; Wakil : Syaikh ‘Abdurrazâq bin ‘Afîfi; Anggota : Syaikh ‘Abdullâh bin Ghadyân dan Syaikh ‘Abdullâh bin Qu’ûd</p>
<p>[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun XIII/1431/2010M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196. Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]<br>
________<br>
Footnote<br>
<a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a> <em>Fatâwâ al-Lajnatud Dâimah Lil Bu<u>h</u>ûtsil Ilmiyah wal Iftâ’</em>, 7/261<br>
<a href="#_ftnref2" name="_ftn2">[2]</a> HR. Imam A<u>h</u>mad, 2/17; Imam Bukhâri, 2/33 dan 34; Muslim, 1/405, no. 575; Abu Dâwud, 2/125 dan 126 no. 1412 dan 1413; al-<u>H</u>âkim, 1/222, Ibnu <u>H</u>ibbân, 6/466, no. 2760; Ibnu Khuzaimah, 1/279-280, no. 557 dan 558; al-Baihaqi, 2/132, 323, 325; ‘Abdurrazâq, 3/345, no. 5911 dan al-Baghawi, 2/309, no. 768</p>
 