
<p><strong>Pertanyaan: </strong></p>
<p>Ketika kita datang ke masjid dan mendapatkan waktu setelah azan telah selesai dan mendekati <em>iqamah</em>, manakah yang lebih utama kita pilih: shalat <em>sunnah tahiyatul masji</em>d atau shalat<em> sunnah qabliyah</em>?</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Bismillah.</em></p>
<p>Jika bisa digabungkan maka tidak perlu dipertentangkan. Bapak bisa shalat dua rakaat dengan niat shalat <em>sunnah qabliyah</em> sekaligus <em>tahiyatul masjid</em>, karena para ulama menggolongkan shalat <em>tahiyatul masjid</em> sebagai shalat <em>sunnah mutlak</em>, sehingga untuk mengerjakannya, seseorang tidak harus berniat shalat khusus. (<em>Maqasid Al-Mukallafin</em>, hlm. 212, karya Umar Al-Asyqar). Hal ini berdasarkan hadis tentang shalat <em>tahiyatul masjid</em>, Nabi<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">فإذا دخل أحدكم المسجد فلا يجلس حتى يركع ركعتين</p>
<p>“<em>Jika seseorang di antara kalian masuk masjid maka janganlah dia duduk sampai dia mengerjakan shalat dua rakaat.”</em> (HR. Muslim)</p>
<p>Di hadis ini tidak disebutkan jenis shalat tertentu. Yang penting, ketika seseorang masuk masjid, hendaknya dia tidak duduk terlebih dahulu sampai dia shalat dua rakaat, apapun bentuk shalatnya, baik shalat <em>qabliyah</em> atau bahkan shalat <em>wajib</em> sekali pun.</p>
<p>Ringkasnya, Bapak bisa melaksanakan shalat dua rakaat, dengan niat shalat <em>sunnah qabliyah</em> sekaligus sebagai shalat <em>sunnah tahiyatul masjid. Allahu a’lam.</em></p>
<p>Tim Dakwah Konsultasi Syariah<br>
Arsip <a href="https://konsultasisyariah.com" target="_blank" rel="nofollow">www.KonsultasiSyariah.com</a></p>
 