
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/51252-tahapan-mempelajari-ilmu-tauhid-1.html" data-darkreader-inline-color=""> Tahap-Tahap dalam Mempelajari Ilmu Tauhid (Bag. 1)</a></span></strong></p>

<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Tahap-Tahap dalam Mempelajari Tauhid </b><b><i>Uluhiyyah </i></b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam mempelajari tauhid </span><i><span style="font-weight: 400;">uluhiyyah, </span></i><span style="font-weight: 400;">maka di antara kitab yang dapat kita pelajari dimulai dari yang paling dasar dan mudah adalah sebagai berikut.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;"><strong>Kitab <i>Al-Wajibat Al-Mutahattimat Al-Ma’rifah ‘ala  Kulli Muslim wa Muslimah </i></strong></span></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Al-Wajibat Al-Mutahattimat Al-Ma’rifah ‘ala  Kulli Muslim wa Muslimah </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Abdullah bin Ibrahim Al-Qar’awi. Dengan syarah (penjelasannya) yaitu kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">At-Tanbihaat Al-Mukhtasharah </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Abdullah bin Ibrahim bin Utsman Al-Qar’awi*. </span><b>[1]</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kitab ini sangat ringkas, namun kandungannya sangatlah penting. Dalam kitab ini terdapat penjelasan mengenai tiga landasan utama yang wajib diketahui oleh setiap muslim dan muslimah. Selain itu, melalui kitab ini kita juga dapat mengetahui tauhid dan macam-macam tauhid, syarat-syarat kalimat tauhid, dan pembatal-pembatal Islam. Terdapat pula perincian singkat tentang kesyirikan, kufur, nifaq, dan sebagainya.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;"><strong>Kitab <i>Al-Qowa’idul Arba</i></strong></span></h3>
<p><b>K</b><span style="font-weight: 400;">itab </span><i><span style="font-weight: 400;">Al-Qowa’idul Arba’ </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimy </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah.</span></i><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syarahnya antara lain </span><i><span style="font-weight: 400;">Syarh Al-Qowa’idul Arba’ </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan*, Syaikh Shalih bin Abdul Aziz bin Ibrahim Alu Syaikh, dan juga syaikh yang lainnya.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/42823-hukum-jimat-dengan-menggunakan-al-quran.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Jimat dengan menggunakan Al-Qur’an</a></span></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kitab ini merupakan sebuah kitab ringkas yang berisi tentang penjelasan hakikat kesyirikan yang terjadi pada zaman Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam. </span></i><span style="font-weight: 400;">Dengan kitab ini, kita dapat mengenal bagaimana kondisi kaum musyrikin pada zaman Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam, </span></i><span style="font-weight: 400;">siapa saja sesembahan mereka, mengapa mereka disebut sebagai orang musyrik, dan mengapa mereka diperangi oleh Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam. </span></i></p>
<h3><strong><span style="font-size: 14pt;"><span style="font-size: 18pt;">Kitab </span><i><span style="font-size: 18pt;">Tsalaatsatul Ushuul</span> </i></span></strong></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Tsalaatsatul Ushuul </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimy </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah. </span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syarah dari kitab ini telah banyak sekali ditulis oleh para ulama. Antara lain </span><i><span style="font-weight: 400;">Syarh Tsalaatsatul Ushul </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baaz, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin*, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, atau karya Syaikh Shalih bin Abdul Aziz bin Ibrahim Alu Syaikh. Ada pula kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Taisiirul Wushuul ila Nailil Ma’mul bi Syarhi Tsalaatsatil Ushuul</span></i><span style="font-weight: 400;"> karya Syaikh Nu’man bin Abdul Karim Al-Wathr. Atau kitab</span><i><span style="font-weight: 400;"> Hushuulul Ma’muul </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan*</span><i><span style="font-weight: 400;">. </span></i><span style="font-weight: 400;">Karena banyaknya syarah yang ada, kita dapat memilih satu sampai dua kitab saja untuk membantu kita mempelajari kitab ini.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/26844-fatwa-ulama-meminta-penangkal-penyakit-kepada-tokoh-agama.html" data-darkreader-inline-color="">Meminta Penangkal Penyakit Kepada Tokoh Agama</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Tsalaatsatul Ushuul</span></i><span style="font-weight: 400;"> merupakan kitab yang </span><i><span style="font-weight: 400;">ma’ruf</span></i><span style="font-weight: 400;">  (terkenal) di kalangan penuntut ilmu sebagai kitab dasar dalam memahami </span><i><span style="font-weight: 400;">Tauhid Uluhiyyah</span></i><span style="font-weight: 400;">. Di dalamnya terdapat penjelasan tiga landasan utama yang wajib diketahui oleh setiap muslim dan muslimah, yaitu mengenal Allah, mengenal agama Islam, dan mengenal Nabi Muhammad </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam. </span></i><span style="font-weight: 400;">Ketiga hal inilah yang akan ditanyakan di alam kubur nanti. Di dalam kitab ini juga terdapat penjelasan tentang perincian macam-macam ibadah. Selain itu terdapat juga pembahasan tentang rukun iman dan rukun Islam meskipun secara global. </span><b>[2]</b></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;"><strong><span style="font-size: 18pt;">Kitab </span><i><span style="font-size: 18pt;">Kitaabut Tauhid alladzi huwa haqqullahi ‘alal ‘abiid</span> </i></strong></span></h3>
<p>Ki<span style="font-weight: 400;">tab </span><i><span style="font-weight: 400;">Kitaabut Tauhid alladzi huwa haqqullahi ‘alal ‘abiid </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimy </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah.</span></i><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syarah dari kitab ini juga banyak sekali. Antara lain kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Fathul Majiid </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh*; kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Taisir Al-‘Aziz Al-Hamiid </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Sulaiman bin Abdillah Alu Syaikh; </span><i><span style="font-weight: 400;">Al-Qoulus Sadiid </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Abdurrahman As-Sa’di; </span><i><span style="font-weight: 400;">Al-Qoulul Mufiid </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin*; </span><i><span style="font-weight: 400;">I’anatul Mustafiid </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan; atau </span><i><span style="font-weight: 400;">At-Tamhiid </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Shalih bin Abdul Aziz bin Ibrahim Alu Syaikh dan masih ada lagi beberapa kitab lainnya. Kita dapat memilih </span><i><span style="font-weight: 400;">Al-Qoulul Mufiid </span></i><span style="font-weight: 400;">dan </span><i><span style="font-weight: 400;">I’anatul Mustafiid</span></i><span style="font-weight: 400;"> karena bahasanya yang mudah dipahami dan pembahasannya yang cukup lengkap. </span><b>[3]</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kitab ini adalah kitab yang paling lengkap tentang perincian tauhid dan syirik. Belum ada satu pun kitab yang membahas tauhid dan syirik secara lengkap dan terperinci seperti kitab ini. Dengan mempelajari kitab ini dengan baik, maka kita akan dengan mudah membedakan tauhid dan syirik semudah kita membedakan antara siang dan malam.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/23890-ngalap-berkah-berebut-air-cuci-kaki.html" data-darkreader-inline-color="">Ngalap Berkah, Berebut Air Cuci Kaki</a></strong></p>
<h3><strong><span style="font-size: 14pt;"><span style="font-size: 18pt;">Kitab </span><i><span style="font-size: 18pt;">Kasyfu Asy-Syubuhaat </span> </i></span></strong></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Kasyfu Asy-Syubuhaat  </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimy </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah. </span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syarah dari kitab ini antara lain </span><i><span style="font-weight: 400;">Syarh Kasyfi Asy-Syubuhaat </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin*, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, atau karya Syaikh Shalih bin Abdul Aziz bin Ibrahim Alu Syaikh. Atau kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">At-Taudhihaat Al Kaasyifaat ‘ala Kasyfi Asy-Syubuhaat </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Muhammad bin Abdullah bin Shalih Al Hubdaan. Syarah yang dapat kita pilih adalah </span><i><span style="font-weight: 400;">At-Taudhihaat Al-Kaasyifaat </span></i><span style="font-weight: 400;">dan </span><i><span style="font-weight: 400;">Syarh Kasyfi Asy-Syubuhaat </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Shalih bin Abdul Aziz bin Ibrahim Alu Syaikh.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Setelah mempelajari perincian tauhid dan syirik pada </span><i><span style="font-weight: 400;">Kitab Tauhid, </span></i><span style="font-weight: 400;">pasti kita akan menghadapi berbagai macam </span><i><span style="font-weight: 400;">syubhat </span></i><span style="font-weight: 400;">(pemikiran-pemikiran yang menyimpang) dalam rangka membela kesyirikan. Oleh karena itu, kita perlu mempelajari bagaimana cara menghadapi dan menjawab </span><i><span style="font-weight: 400;">syubhat-syubhat </span></i><span style="font-weight: 400;">tersebut, yaitu dengan mempelajari kitab ini. Dengan mempelajari kitab ini, kita seolah-olah memiliki senjata yang dapat kita gunakan untuk menghadapi para penentang tauhid.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebelum mempelajari kitab ini, kita harus memiliki pemahaman yang baik terhadap ketiga kitab sebelumnya (yaitu kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Qowa’idul Arba’, Tsalatsatul Ushul, </span></i><span style="font-weight: 400;">dan </span><i><span style="font-weight: 400;">Kitabut Tauhid). </span></i><span style="font-weight: 400;">Pemahaman terhadap ketiga kitab</span> <span style="font-weight: 400;">di atas akan sangat membantu dalam memahami kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Kasyfusy Syubuhaat</span></i><span style="font-weight: 400;"> ini. Karena untuk membantah syubhat-syubhat yang ada, sangat diperlukan pemahaman kaidah dasar yang terkandung dalam ketiga kitab tersebut.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/19811-pohon-angker-atau-keramat.html" data-darkreader-inline-color="">Dibalik Pohon Angker Atau Keramat</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan mempelajari kelima kitab ini, sebetulnya kita telah memiliki bekal yang cukup dalam masalah tauhid </span><i><span style="font-weight: 400;">uluhiyyah. </span></i><span style="font-weight: 400;">Yang kita perlukan selanjutnya adalah senantiasa mengulang-ulang pelajaran tersebut agar pemahaman kita semakin kokoh. Namun bagi yang masih diberi waktu dan kesempatan oleh Allah Ta’ala</span> <span style="font-weight: 400;">untuk terus belajar, dapat melanjutkannya dengan mempelajari kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyyah </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Abu Ja’far Ath-Thahawi </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">dengan syarahnya yang ditulis oleh Ibnu Abil ‘Izzi Al-Hanafi </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah. </span></i></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Nasihat Dalam Belajar Tauhid</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Yang perlu diperhatikan adalah, bahwa belajar ilmu tauhid itu harus senantiasa diulang-ulang, tidak sebagaimana kita belajar ilmu fiqh misalnya. Seseorang mungkin saja bisa mempelajari tata cara shalat, wudhu, atau tayammum dalam sekali atau dua kali belajar, setelah itu dia bisa mengamalkannya sepanjang hidupnya. Akan tetapi, ilmu tauhid tidaklah demikian. Karena ilmu tauhid lebih banyak berkaitan dengan amalan hati. Bisa jadi hari ini kita belajar tauhid, akan tetapi tanpa kita sadari suatu saat hati kita condong dan berpaling kepada selain Allah <em>Ta’ala.</em></span> <span style="font-weight: 400;">Bisa jadi suatu saat hati kita lebih ber-</span><i><span style="font-weight: 400;">tawakkal </span></i><span style="font-weight: 400;">kepada selain Allah atau tidak merasa ridha dengan taqdir yang Allah <em>Ta’ala</em> tetapkan atas kita. Oleh karena itulah, kita perlu mempelajari tauhid berulang-ulang sehingga kita akan selalu siap waspada, kemanakah hati kita ini condong, kepada Allah atau selain Allah? </span><b>[4]</b></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/17818-fatwa-ulama-memajang-mushaf-al-quran-di-mobil.html" data-darkreader-inline-color="">Memajang Mushaf Al Qur’an di Mobil</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/13184-ritual-sesat-menghadapi-ujian-akhir-nasional.html" data-darkreader-inline-color="">Ritual Sesat Menghadapi Ujian Akhir Nasional</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>[Selesai]</b></p>
<p><b>***</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@Jogja, 18 Dzulqa’dah 1440/15 Juli 2019</span></p>
<p><b>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim" data-darkreader-inline-color="">M. Saifudin Hakim</a></span></b></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.Or.Id</a></span></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Catatan kaki:</b></span></h2>
<p><b>[1] </b><span style="font-weight: 400;">Guru kami, Ustadz Abu Isa Abdullah bin Salam </span><i><span style="font-weight: 400;">hafidzahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">juga telah menulis penjelasan kitab ini dalam buku beliau yang berjudul </span><b><i>”Memahami Dasar-Dasar ‘Aqidah”</i></b><b>, </b><span style="font-weight: 400;">diterbitkan oleh Lembaga Bimbingan Islam Al-Atsary tahun 1426 H.</span></p>
<p><b>[2] </b><span style="font-weight: 400;">Sahabat kami, Ustadz dr. Adika Mianoki </span><i><span style="font-weight: 400;">hafidzahullah, </span></i><span style="font-weight: 400;">telah menyusun penjelasan ringkas kitab tersebut dalam buku berjudul </span><b><i>“Jawaban 3 Pertanyaan Kubur”, </i></b><span style="font-weight: 400;">diterbitkan oleh Pustaka Muslim, Yogyakarta.</span></p>
<p><b>[3] </b><span style="font-weight: 400;">Guru kami, Ustadz Abu Isa Abdullah bin Salam </span><i><span style="font-weight: 400;">hafidzahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">juga telah menulis poin-poin penting penjelasan kitab ini dalam buku beliau yang berjudul </span><b><i>“Mutiara Faidah Kitab Tauhid”, </i></b><span style="font-weight: 400;">diterbitkan oleh Lembaga Bimbingan Islam Al-Atsary tahun 1426 H.</span></p>
<p><b>[4] </b><span style="font-weight: 400;">Kitab-kitab yang diberi tanda (*) menunjukkan bahwa kitab tersebut telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.</span></p>
 