
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">&gt;وتلاحظون أنه لا بد من أن ينوي الإنسان بعمله وجه الله والدار الآخرة, لو نوى بعمله غير وجه الله فهذا رياء وسمعة.</p>
<p dir="LTR">Syaikh Dr Saad as Syatsri mengatakan, “Perhatikan ketika melakukan amal shalih seorang itu harus meniatkan dengan amalnya mengharap wajah Allah dan kenikmatan di kampung akherat. Jika seorang itu melakukan amal shalih dengan niat selain wajah Allah maka inilah riya dan sumah dalam beramal.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">بعض الناس قد يفعل العمل لوجه الله لكن يريد به الدنيا, مثال ذلك: بعض الطلاب يصلي ويحافظ على صلاة الليل من أجل أن يوفقه الله في دروسه الدنيوية, فنقول: هذا لا يؤجر, لأنه لم يقصد بصلاته هذه الأجر الأخروي, والنبي –صلى الله عليه وسلم- يقول: «إنما الأعمال بالنيات, وإنما لكل امرئ ما نوى»</p>
<p dir="LTR">Sebagian orang terkadang melakukan amal shalih karena mengharap wajah Allah namun dia menginginkan dunia dengan amalan tersebut. Sebagian siswa atau mahasiswa  rajin dan rutin mengerjakan shalat malam sudah mendapatkan kemudahan dalam ujian. Kami katakan bahwa orang tersebut tidaklah mendapatkan pahala dengan amalannya karena dia tidaklah meniatkan shalatnya untuk mendapatkan pahala akherat sedangkan sebagaimana yang Nabi katakan bahwa seorang itu mendapatkan balasan sebagaimana yang dia niatkan.</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">هذا ما نوى أجر الآخرة, ما يكون له أجر الآخرة, ولكن ليس عليه عقوبة, لأنه قصد بعمله وجه الله.</p>
<p dir="LTR">Sedangkan siswa atau mahasiswa tadi tidaklah meniatkan mendapatkan pahala akherat dalam amalnya sehingga di tidaklah mendapatkan pahala akherat akan tetapi orang tersebut tidaklah mendapatkan hukuman di akherat karena dia bermaksud dengan amalnya wajah Allah”.</p>
 