
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/56869-syarah-hadits-%d9%84%d8%a7-%d9%8a%d9%8e%d8%b4%d9%92%d9%83%d9%8f%d8%b1%d9%8f-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%8e%d9%91%d9%87%d9%8e-%d9%85%d9%8e%d9%86%d9%92-%d9%84%d8%a7-%d9%8a%d9%8e%d8%b4%d9%92%d9%83%d9%8f.html" data-darkreader-inline-color="">Syarah Hadits «لا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لا يَشْكُرُ النَّاسَ» (Bag. 1)</a></span></strong></p>

<h2><span style="font-size: 21pt;"><strong>Tafsiran Hadits Berdasarkan Harakat Bacaannya</strong></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnul Arabi </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">berkata dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Hasyiah Jami’ul Ushul </span></i><span style="font-weight: 400;"> 2/559 :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">روي برفع الجلالة و” الناس ” ومعناه: من لا يشكر الناسَ لا يشكر اللهَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kata  الله dan الناس  diriwayatkan berharakat dhammah, maknanya adalah orang yang tidak berterimakasih kepada orang (lain) berarti ia tidak bersyukur kepada Allah”.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وبنصبهما أي: من لا يشكر الناس بالثناء بما أولوه، لا يشكر الله، فإنه أمر بذلك عبيده، أو من لا يشكر الناس كمن لا يشكر الله، ومن شكرهم كمن شكره</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kata  الله dan الناس diriwayatkan berharakat fathah, maknanya adalah orang yang tidak berterimakasih kepada orang (lain) dengan memuji atas kebaikan mereka berarti ia tidak bersyukur kepada Allah, karena Allah memerintahkan hal tersebut kepada hamba-Nya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Atau bisa juga maknanya : orang yang tidak berterimakasih kepada manusia seperti orang yang tidak bersyukur kepada Allah, sedangkan orang yang berterimakasih kepada manusia seperti orang yang  bersyukur kepada-Nya.” </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وبرفع ” الناس ” ونصب لفظ الجلالة، وبرفع لفظ الجلالة ونصب ” الناس ” </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">ومعناه: لا يكون من الله شكر إلا لمن كان شاكراً للناس، وشكر الله: زيادة النعم وإدامة الخير والنفع منها لدينه ودنياه</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kata الناس  diriwayatkan berharakat dhammah sedangkan kata  الله berharakat fathah, </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">dan kata  الله berharakat dhammah sedangkan kata الناس  berharakat fathah, maknanya adalah tidak akan mendapatkan syukur dari Allah kecuali orang yang berterimakasih kepada manusia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun syukur dari Allah adalah Allah menambah nikmat  dan melanggengkan kebaikan (untuk hamba-Nya) dan menjadikan bermanfaat bagi agama dan dunianya.” </span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/30031-jadilah-hamba-allah-yang-bersyukur.html" data-darkreader-inline-color="">Jadilah Hamba Allah Yang Bersyukur</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Ingatlah Allah </b><b><i>Ta’ala M</i></b><b>engancam Orang yang Kufur Nikmat!</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> berfirman :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><span style="font-weight: 400;">وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span></span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhan kalian memberitahukan; “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih”</span></i><span style="font-weight: 400;">. (QS. Ibrrahim : 7).</span></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Cara Bersyukur kepada Allah yang Benar</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Syukur hakekatnya adalah ketaatan</span></i><span style="font-weight: 400;">”, demikian ulama menggambarkan secara ringkas bagaimana bersyukur kepada Allah</span> <span style="font-weight: 400;">yang benar.</span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lebih lanjut ulama menjelaskan perincian bentuk bersyukur kepada Allah dengan benar.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bersyukur itu ditunaikan dengan tiga bentuk: dengan hati, lisan dan anggota tubuh lahiriah.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/25259-panduan-sujud-tilawah-dan-sujud-syukur.html" data-darkreader-inline-color="">Panduan Sujud Tilawah dan Sujud Syukur</a></strong></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;"><b>Syukur kepada Allah dengan Hati</b></span></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Syukur</span> <span style="font-weight: 400;">kepada Allah dengan hati adalah seorang hamba mengakui dengan hatinya bahwa hakekatnya hanya Allah-lah, Sang Pemberi nikmat, baik berupa nikmat batin maupun nikmat lahir.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Seorang hamba mengakui dalam hatinya bahwa nikmat Allah itu bisa sampai kepadanya hakekatnya tanpa daya upaya yang sebanding dengan nikmat-Nya, dan ia merasa tidak pantas mendapatkannya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semua nikmat itu hakekatnya milik Allah yang diamanahkan kepadanya untuk digunakan beribadah dan taat kepada-Nya semata.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalil keyakinan hati di atas adalah firman Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ</b><span style="font-weight: 400;">﴾</span></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka dari Allah-lah (asalnya). </span></i><span style="font-weight: 400;">[An-Nahl : 53]</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 18pt;"><b>Syukur kepada Allah dengan Lisan</b></span></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Syukur kepada Allah dengan lisan adalah dengan memuji Allah atas nikmat-Nya, mengingat nikmat-Nya dan menghitung-hitungnya serta menampakannya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalil bersyukur kepada Allah dengan lisan adalah firman Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ   </b></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">[Adh-Dhuha : 11]</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;"><b>Syukur kepada Allah dengan anggota tubuh lahiriah</b></span></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Bersyukur kepada Allah dengan anggota tubuh lahiriah adalah dengan hanya menggunakan nikmat-Nya untuk taat kepada Allah dan tidak menggunakannya untuk bermaksiat kepada-Nya dan tidak pula untuk kesia-siaan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalil bersyukur kepada Allah dengan anggota tubuh lahiriah adalah firman Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ  </b></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">(13) Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih. </span></i><span style="font-weight: 400;">[Saba’ : 13].</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dahulu Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">shalat malam sampai pecah-pecah telapak kaki beliau dan beliau bersabda :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>أفلا أحب أن أكون عبداً شكوراً؟</b></span><b></b></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Apakah saya tidak ingin menjadi hamba yang banyak bersyukur?” </span></i><span style="font-weight: 400;">[Muttafaqun ‘alaih].</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">menyebut dalam ayat di atas amalan perbuatan sebagai bentuk syukur, demikian pula dalam hadits di atas  Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> mengabarkan bahwa bentuk syukur beliau </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> adalah dengan menjaga pelaksanaan shalat malam dengan baik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka mari kita syukuri nikmat batin dan lahir yang kita dapatkan dari Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">dengan terus meningkatkan peribadatan dan ketakwaan kepada-Nya dan menjauhi kemaksiatan, baik dengan hati, lisan maupun anggota tubuh lahiriah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Betapa malunya kita kepada Allah seandainya kenikmatan demi kenikmatan yang kita dapatkan justru kita gunakan untuk kemaksiatan kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">sehingga semakin jauh dari-Nya!</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b> وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ  </b></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih. </span></i><span style="font-weight: 400;">[Saba’ : 13].</span></p>
<p><strong>[Referensi : diringkas dari : <a href="http://iswy.co/e1059d">http://iswy.co/e1059d</a> dan https://dorar.net/aqadia/1275]</strong></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/22117-kajian-ramadhan-34-bulan-ramadhan-bulan-untuk-bersyukur.html" data-darkreader-inline-color="">Kajian Ramadhan 34: Bulan Ramadhan, Bulan untuk Bersyukur</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/20127-bersyukur-ketika-senang-dan-bersabar-ketika-mendapat-bencana.html" data-darkreader-inline-color="">Bersyukur Ketika Senang, Bersabar Ketika Mendapat Bencana</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><strong>Penilis:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" data-darkreader-inline-color=""> Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></strong></p>
<p>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></p>
 