
<p> </p>
<p>Surat An-Nas adalah surat yang terakhir urutannya dalam Al-Qur`an. Secara umum isi surat ini mengajarkan kepada kita untuk meminta perlindungan kepada Allah <em>Ta’ala</em> semata dari keburukan setan.</p>
<p>Surat ini terdiri dari 6 ayat. Para ulama berbeda pendapat tentang surat ini apakah termasuk surat Makiyah atau Madaniyyah. Berikut ini penjelasan ringkas tentang kandungan surat An-Nas.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p style="text-align: center;">قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ</p>
<p>“<em>Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Rabb-nya manusia’</em>.” (QS. An-Nas: 1)</p>
<p><strong>Faedah dari ayat ini:</strong></p>
<p>1. Kita diperintahkan untuk meminta perlindungan kepada Allah, karena sejatinya hanya Allah yang dapat memberikan kita perlindungan dari semua mara bahaya. Maka hendaknya kita senantiasa meminta perlindungan kepada Allah.<br>
2. Meminta perlindungan disebut juga <em>isti’adzah</em> atau <em>ta’awwudz</em>.<br>
3. <em>Isti’adzah</em> adalah salah satu bentuk ibadah, karena dalam ayat ini Allah <em>Ta’ala</em> perintahkan kita untuk melakukannya. Jika demikian, maka tidak boleh kita <em>isti’adzah</em> kepada selain Allah. Maka orang yang <em>isti’adzah</em> kepada dewa, kepada dukun, kepada jin, kepada kyai, maka ia telah melakukan kesyirikan.<br>
4. “<em>Ar-Rabb</em>” adalah salah satu nama Allah.<br>
5. Makna “<em>Ar-Rabb</em>” adalah Dzat yang menciptakan, menguasai, dan mengatur alam semesta serta isinya, termasuk manusia.<br>
6. Tidak mengapa menerjemahkan “<em>Ar-Rabb</em>” dengan “Tuhan”.<br>
7. Surat An-Nas ini disebut <em>mu’awwidzah</em> (penjaga). Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> menganjurkan untuk membacanya di pagi dan sore hari, setelah shalat, sebelum tidur, dan ketika me-ruqyah. Insya Allah akan terhindar dari gangguan jin, setan, dukun, dan sihir.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p style="text-align: center;">مٰلِكِ النَّاسِ</p>
<p>“<em>Allah adalah Rajanya manusia</em>.” (QS. An-Nas: 2)</p>
<p><strong>Faedah dari ayat ini:</strong></p>
<p>1. Salah satu nama Allah adalah “<em>Al-Malik</em>”.<br>
2. Allah <em>Ta’ala</em> lah yang menguasai manusia dalam semua urusannya dan Allah <em>Ta’ala</em> tidak butuh kepada manusia. Semua ibadah manusia adalah untuk diri mereka sendiri, Allah tidak membutuhkan apapun dari manusia. (<em>Tafsir al-Muyassar</em>)<br>
3. Di dunia banyak raja-raja dan terkadang manusia menyembah raja-raja mereka dan menggantung hati serta meminta perlindungan kepada raja-raja mereka. Namun, sejatinya yang menjadi tempat bergantungnya hati hanya Allah dan hanya Allah yang bisa melindungi mereka. (<em>Tafsir al-Qurthubi)</em></p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p style="text-align: center;">إِلٰهِ النَّاسِ</p>
<p>“<em>(Allah adalah) sesembahan manusia</em>.” (QS. An-Nas: 3)</p>
<p><strong>Faedah dari ayat ini:</strong></p>
<p>1. Salah satu nama Allah adalah “<em>Al-Ilah</em>”.<br>
2. <em>Al-Ilah</em> artinya Allah Ta’ala adalah sesembahan yang berhak disembah, adapun semua sesembahan yang disembah selain Allah, maka mereka adalah sesembahan yang batil.<br>
3. Tidak boleh mempersembahkan ibadah kepada selain Allah, karena wajib menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan.<br>
4. Mempersembahkan ibadah kepada selain Allah adalah kesyirikan, pelakunya disebut musyrik.<br>
5. Sebagaimana wajib mengesakan Allah sebagai <em>Rabb</em> (pencipta, penguasa, dan pengelola alam semesta), maka wajib juga mengesakan Allah sebagai <em>Ilah</em> dengan beribadah hanya kepada Allah.</p>
<p>Bersambung <em>Insyaallah</em></p>
<p>Penulis: Ustadz Yulian Purnama</p>
<p>Artikel Muslimah.or.id</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 