
<p>Bagaimana penjelasan dari <a href="https://rumaysho.com/tag/tafsir-jalalain">tafsir Jalalain</a> mengenai tafsir surat Al-Falaq?</p>
<p>Kita lihat penjelasan tafsirnya berikut ini.</p>
<p> </p>
<p style="text-align: center;">Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (1) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (2) وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (3) وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (4) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (5)</span></p>
<p style="text-align: center;"><em>(yang artinya) :</em></p>
<ol>
<li><em>Katakanlah: “Aku berlindung kepada Rabb Yang Menguasai subuh,</em></li>
<li><em> dari kejahatan makhluk-Nya,</em></li>
<li><em> dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,</em></li>
<li><em> dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,</em></li>
<li>
<em> dan dari kejahatan pendengki bila ia hasad (dengki)</em>. (QS. Al-Falaq: 1-5)</li>
</ol>
<p> </p>
<h3><strong>TAFSIR JALALAIN DARI SURAH AL-FALAQ</strong></h3>
<p>Imam Jalaluddin Al-Mahalli <em>rahimahullah</em> berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">{ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الفلق } الصُّبْحُ .</span></p>
<p>“<strong>(<em>Katakanlah: “Aku berlindung kepada Rabb Yang Menguasai al-falaq), </em></strong><em>yakni Yang menguasai waktu Shubuh.</em>”</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">{ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ } مِنْ حَيَوَانٍ مُكَلَّفٍ وَغَيْرِ مُكَلَّفٍ وَجَمَادٍ كَالسَّمِّ وَغَيْرِ ذَلِكَ .</span></p>
<p><strong>“(<em>dari kejahatan makhluk-Nya)</em></strong><em>, yaitu dari kejahatan makhluk hidup yang berakal dan yang tidak berakal, serta dari kejahatan benda mati seperti racun dan sebagainya.</em>”</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">{ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ } أَيْ اللَّيْلُ إِذَا أَظْلَمَ ، أَوِ القَمَرُ إِذَا غَابَ .</span></p>
<p>“<strong>(<em>dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita), </em></strong><em>artinya kejahatan malam hari apabila telah gelap, dan dari kejahatan waktu purnama apabila telah terbenam.</em>”</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">{ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ } السَّوَاحِرُ تَنْفُثُ { فِى العُقَدِ } الَّتِي تَعْقِدُهَا فِي الخَيْطِ تَنْفُخُ فِيْهَا بِشَيْءٍ تَقُوْلُهُ مِنْ غَيْرِ رِيْقٍ . وَقَالَ الزَّمَخْشَرِي مَعَهُ كَبَنَاتِ لَبِيْدَ المَذْكُوْرِ .</span></p>
<p>“<strong>(<em>dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus), </em></strong><em>yaitu tukang-tukang sihir wanita yang menghembuskan sihirnya (<strong>pada buhul-buhul), </strong>yang dibuat pada pintalan, kemudian pintalan yang berbuhul itu ditiup dengan memakai mantra-mantra tanpa ludah. Zamakhsyari mengatakan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh anak-anak perempuan Labid yang telah disebutkan di atas.</em>”</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">{ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ } أَظْهَرَ حَسَدَهُ وَعَمِلَ بِمُقْتَضَاهُ كَلَبِيْدَ المَذْكُوْرِمِنَ اليَهُوْدِ الحَاسِدِيْنَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَذَكَرَ الثَّلاَثَةَ الشَّامِلَلَهَا «مَا خَلَقَ» بَعْدَهُ لِشِدَّةِ شَرِّهَا .</span></p>
<p><strong>“(<em>dan dari kejahatan pendengki bila ia hasad, dengki</em>) </strong>atau apabila ia menampakkan hasadnya lalu berusaha wujudkan hasad yang dipendamnya itu, sebagaimana yang dikerjakan oleh Labid si Yahudi. Dia termasuk orang-orang yang hasad pada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Ketiga jenis kejahatan yang disebutkan dalam surah ini sesudah lafaz “<em>maa khalaq</em>”, padahal semuanya itu telah terkandung maknanya, hal ini tiada lain mengingat kejahatan yang ditimbulkan oleh tiga perkara tersebut sangat parah.</p>
<p> </p>
<h3><strong>CATATAN DARI TAFSIR JALALAIN</strong></h3>
<ol>
<li>Al-falaq artinya Shubuh.</li>
<li>Kita diperintahkan meminta perlindungan kepada Allah—Sang Penguasa Waktu Shubuh—agar terhindar dari berbagai kejahatan.</li>
<li>Kejahatan semua makhluk dirinci pada ayat sesudahnya yaitu kejahatan saat malam telah gelap, kejahatan dari tukang sihir, kejahatan orang yang hasad.</li>
<li>Kejahatan makhluk bisa jadi berasal dari: (a) manusia dan jin yang mukallaf (dibebankan syariat), (b) hewan yang tidak dibebankan syariat, (c) benda mati seperti racun yang bisa memberi dampak bahaya. Hal-hal ini yang diminta kepada Allah agar kita terlindungi dari kejahatan tersebut.</li>
<li>Kejahatan saat malam gelap gulita adalah yang dimintai perlindungan juga dalam surah ini karena gelap sering terjadi kejahatan.</li>
<li>
<a href="https://rumaysho.com/6731-sihir-itu-benar-nyata.html">Sihir itu ada</a>.</li>
<li>Sihir itu ada yang bentuknya dengan meniupkan pada suatu media yang dibacakan mantra-mantra.</li>
<li>Hasad itu ada yang bisa ditampakkan.</li>
<li>Hasad itu berdampak jelek.</li>
</ol>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 14pt;"><span style="color: #ff0000;">Baca Juga:</span> <span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="https://rumaysho.com/24950-tafsir-surat-al-ikhlas-dari-tafsir-jalalain.html">Tafsir Surat Al-Ikhlas dari Tafsir Jalalain</a></span></span></strong></p>
<h3><span style="font-size: 14pt;"><strong>Referensi:</strong></span></h3>
<ol>
<li>
<em>Tafsir Al-Jalalain.</em> Cetakan kedua, Tahun 1422 H. Jalaluddin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad Al-Mahalli dan Jalaluddin ‘Abdurrahman bin Abu Bakar As-Suyuthi. Ta’liq: Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury. Penerbit Darus Salam.</li>
<li>
<em>Tafsir Jalalain</em>. Penerbit Pustaka Al-Kautsar.</li>
</ol>
<p> </p>
<hr>
<p> </p>
<p style="text-align: center;">Disusun di <a href="https://darushsholihin.com"><strong>Darush Sholihin</strong></a>, Senin sore, 15 Dzulqa’dah 1441 H (6 Juli 2020)</p>
<p style="text-align: center;">Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p style="text-align: center;">Artikel <a href="https://rumaysho.com">Rumasyho.Com</a></p>
 