
<p>Sepak bola adalah salah satu olahraga populer dunia yang mendunia. Sepakbola sudah mempengaruhi berbagai sendi kehidupan baik politik, ekonomi dan psikologi manusia, bahkan sebagian orang mengatakan bahwa sepakbola adalah “agama baru”. Demikian juga olahraga futsal sebagai perkembangan dan variasi dari olahraga sepakbola</p>
<p>Agama Islam tentu sangat mendorong dan memotivasi umatnya agar melakukan olahraga. Terlebih olahraga yang dapat mendukung umat Islam untuk  jihad membela kehormatan diri, harta, keluarga dan agamanya.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ﻛُﻞُّ ﺷَﺊْ ٍﻟَﻴْﺲَ ﻓِﻴْﻪِ ﺫِﻛْﺮُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻓَﻬُﻮَ ﻟَﻬْﻮٌ ﻭَﻟَﻌِﺐٌ ﺇِﻻَّ ﺃَﺭْﺑَﻊٌ ﻣُﻼَﻋَﺒَﺔُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﺍﻣْﺮَﺃَﺗَﻪُ ﻭَﺗَﺄْﺩِﻳْﺐُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﻓَﺮَﺳَﻪُ ﻭَﻣَﺸْﻴُﻪُ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻐَﺮْﺿَﻴْﻦِ ﻭَﺗَﻌْﻠِﻴْﻢُ </span><span style="font-size: 21pt;">ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﺍﻟﺴِّﺒَﺎﺣَﺔَ</span></p>
<p>“Segala sesuatu yang tidak mengandung <em>dzikirullah</em> padanya maka itu adalah kesia-siaan dan main-main kecuali empat perkara: yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” <strong>(HR. An-Nasai, Shahih al-Jami’ ash-Shaghir no.4534)</strong></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/57391-agar-olah-raga-bersepeda-berpahala.html" data-darkreader-inline-color="">Agar Olah Raga Bersepeda Berpahala</a></strong></p>
<p>Islam juga memotivasi agar umatnya menjaga kesehatan tubuh, salah satunya dengan olahraga rutin. Olahraga membuat tubuh menjadi sehat, kuat, dan berstamina. Ini lebih Allah cintai daripada mukmin yang lemah.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ</span></p>
<p>“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.” <strong>(HR. Muslim)</strong></p>
<p>Secara umum, sepakbola adalah jenis permainan dan hukum asalnya adalah mubah dan boleh. Secara kaidah, hukum asal urusan dunia (permainan dan olahraga) adalah boleh. Akan tetapi, seiring dengan perkembangannya, permainan sepak bola lebih dikembangkan oleh negara barat yang notabene tidak beragama Islam dan tidak memperhatikan kaidah beragama. Sehingga ada beberapa hal dalam permainan sepak bola yang melanggar syariat. Oleh karena itu, kami paparkan fatwa ulama yang membolehkan permainan sepakbola, asalkan dipenuhi syarat-syarat berikut:</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/57225-hukum-berolah-raga-di-malam-hari.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Berolah Raga di Malam Hari </a></strong></p>
<p>Syaikh Al-Albani <em>rahimahullah</em> ditanya,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ما هي شروط لعب كرة القدم ؟</span></p>
<p>“Apa saja syarat bolehnya bermain sepakbola?”</p>
<p>Beliau <em>rahimahullah </em>menjawab,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">الشيخ الألباني رحمه الل: </span><span style="font-size: 21pt;"><strong>الشرط الأول</strong>: أن تكون النية من اللعب تقوية البدن أو الترفيه عن النفس. </span><span style="font-size: 21pt;"><strong>الشرط الثاني</strong>: ألا تكشف فيها العورات. </span><span style="font-size: 21pt;"><strong>الشرط الثالث</strong>: ألا يترتب على اللعب تضيع الواجبات الشرعية  كأداء الصلاة في المسجد. </span><span style="font-size: 21pt;">الشرط الرابع: أن يكون اللعب بما يسمى اليوم بالروح الرياضية فلا يترتب على اللعب بالكرة الشحناء والبغضاء والقتال والضرب ونحو ذلك .</span></p>
<p>“<strong>Syarat pertama</strong>: Hendaknya niat bermain adalah untuk menguatkan badan dan relaksasi jiwa.</p>
<p><strong>Syarat kedua</strong>: Hendaknya tidak membuka aurat.</p>
<p><strong>Syarat ketiga</strong>: Permainan ini tidak melalaikan kewajiban <em>syar’i</em> seperti menunaikan shalat di masjid.</p>
<p><strong>Syarat keempat</strong>: Hendaknya permainan ini tujuannya adalah olahraga dan tidak menimbulkan permusuhan, kebencian, saling perang (antar pemain dan suporter), pemukulan dan lain-lainnya.” <strong>(Fatwa Jeddah kaset no. 13, dishare oleh guru kami ustadz Aris Munandar <em>hafidzahullah</em>)</strong></p>
<p>Tambahan dari kami, hendaknya tidak ikut melakukan judi (taruhan) dalam sepakbola. Hal ini telah menjadi biasa dan legal (sah) di negeri barat. Hendaknya seorang muslim tidak ikut-ikutan, karena jelas judi diharamkan dalam Islam dan merupakan dosa besar, serta hampir seluruh dunia tahu bahwa Islam mengharamkan judi.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا</span></p>
<p>“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar (minuman keras) dan judi. Katakanlah,  “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.” <strong>(QS. Al-Baqarah: 219)</strong></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/40696-nasehat-syaikh-ibnu-baz-kepada-supporter-klub-olahraga.html" data-darkreader-inline-color="">Nasehat Syaikh Ibnu Baz Kepada Supporter Klub Olahraga</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/34690-hukum-olahraga-memanah-dan-berkuda-bagi-wanita.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Olahraga Memanah dan Berkuda bagi Wanita</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p>—</p>
<p>@ Di antara langit dan bumi Allah  pesawat Lion Air Lombok – Denpasar – Makasar</p>
<p><strong>Penyusun</strong>: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/author/raehan" data-darkreader-inline-color=""><strong>Raehanul Bahraen</strong></a></span></p>
<p><strong>Artikel <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">www.muslim.or.id</a></span></strong></p>
 