
<p><span style="font-weight: bold;">Subhanallah… Ada Manusia yang Hidup Terus Setelah Matinya!</span></p>
<p class="arab">بسم الله الرحمن الرحيم , الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:</p>
<p>Kawan…</p>
<p>Tulisan  ini adalah ajakan untuk saya dan kaum muslim, agar menjadi orang  berilmu agama, mengamalkannya, kemudian mengajarkan, dan menyebarkannya…</p>
<p>Kawan…</p>
<p>Mari tuntut ilmu agama, niscaya kamu bisa hidup terus setelah matimu…</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">«  إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ  إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ  صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ ».</p>
<p><em>“Jika seorang manusia mati maka  terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah  atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.”</em> (HR. Muslim).</p>
<p>Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em> berkata,</p>
<p class="arab">وهذا  منْ أعظمِ الادلةِ علَى شرفِ العلمِ وفضلِهِ وعظمِ ثمرتِه فإنَّ ثوابَهُ  يَصلُ إلَى الرَّجلِ بعدَ موتِه ما دامَ ينتفعُ بِه فكأنَّه حيٌّ لم  يَنقطعْ عملُه معَ مالَهُ مِن حياةِ الذِّكرِ والثناءِ فَجَريان أَجرِه  عليهِ إذا انقطَعَ عنِ الناسِ ثوابَ أَعمالِهمْ حياةٌ ثانيةٌ</p>
<p>“Dan  ini adalah bukti yang paling besar akan kemuliaan dan keutamaan ilmu  serta keagungan hasilnya, karena sesungguhnya pahalanya akan sampai  kepada seseorang (yang mengajarkan ilmu) setelah kematiannya selama ilmu  tersebut diambil manfaatnya; seakan-akan dia hidup, tidak terputus  amalnya bahkan dibarengi dengan ingatan dan pujian selalu untuknya,  mengalirnya pahala kepadanya di saat seluruh manusia terputus dari  amalan mereka adalah merupakan KEHIDUPAN KEDUA.” (Lihat kitab <em>Miftah Dar As Sa’adah</em>, karya Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em>).</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">«  إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ  مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ  وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لاِبْنِ  السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ  مَالِهِ فِى صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ ».</p>
<p> “<em>Sesungguhnya  yang mendapati seorang mukmin dari amal dan kebaikannya setelah  kematiannya adalah; sebuah ilmu yang dia ajarkan dan sebarkan, seorang  anak shalih yang dia tinggalkan, sebuah mushhaf Alquran yang dia  wariskan atau sebuah masjid yang dia bangun, sebuah rumah untuk para  musafir yang kehabisan bekal yang dia bangun, sebuah sungai yang dia  alirkan, atau sebuah sedekah yang dia keluarkan dari hartanya ketika  sehat dan hidupnya, seluruhnya ini adalah amalan yang akan ia dapati  setelah kematiannya.”</em> (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam <em>Shahih Al Jami’</em>).</p>
<p>Mari  perhatikan…ternyata semua amalan yang pahalanya akan mengalir kepada  seseorang meskipun dia sudah meninggal, kuncinya pada ilmu agama.  Subhanallah…!</p>
<p>Kawan…saya yakin… kita bisa berbuat untuk perihal ilmu…</p>
<ol>
<li>Belajar ilmu agama</li>
<li>Mengamalkan ilmu agama</li>
<li>Mengajarkan  dan menyebarkan ilmu agama, walau hanya menyebarkan kaset, cd, brosur,  pengumuman kajian Islam bermanfaat,  dan semisalnya kepada orang lain.</li>
</ol>
<p>Selamat berjuang untuk bisa hidup terus setelah kematian menjemput!</p>
<p class="arab">يَمُوْتُ الْعَالِمُ وَ يَبْقَى كِتَابُهُ</p>
<p>“Orang berilmu boleh meninggal tetapi kitabnya tetap akan tertinggal.”</p>
<p>Ditulis oleh: Ahmad Zainuddin<br> Rabu, 20 Rajab 1432H Dammam KSA.</p>
<p><strong>Artikel <a>www.PengusahaMuslim.com</a></strong></p>
 