
<p>Oleh Helman Aris Rahmana, SE*</p>
<p>Rencana bisnis ibarat merupakan peta jalan bagi wirausahawan menuju   pembangunan bisnis yang sukses dan menguntungkan. Setiap wirausahawan   yang sudah membuka usaha atau akan meluncurkan suatu usaha, membutuhkan  sebuah rencana bisnis yang dibuat dengan baik dan berdasarkan fakta  untuk meningkatkan peluang keberhasilan usahanya.</p>
<p>Selama berpuluh-puluh tahun, penelitian telah membuktikan bahwa  perusahaan yang melakukan perencanaan bisnis akan mengalahkan perusahaan  yang tidak melakukannya. Menurut berbagai penelitihan juga menunjukan  bahwa banyak perusahaan kecil kurang teliti dalam pendekatan mereka  dalam menyusun dan mengembangkan rencana bisnis.</p>
<p>Bahkan, tidak sedikit wirausahawan yang tidak pernah meluangkan waktu  untuk menyusun dan mengembangkan rencana bisnis bagi usahanya. Pada  akhirnya, berdampak tingginya tingkat kegagalan yang dialami oleh  perusahaan kecil akibat lemah dan kurangnnya perencanaan bisnis yang  dijalankannya.</p>
<p><strong>Apakah Rencana Bisnis itu?</strong></p>
<p>Rencana bisnis adalah ringkasan tertulis mengenai rencana pendirian  perusahaan atau menjalankan usaha yang berisi rincian  gambaran kegiatan  operasi dan rencana keuangan, peluang dan strategi pemasaran serta  kemampuan pengelolaan. Rencana bisnis ini menguraikan arah dan tujuan  perusahaan yang ingin capai, berserta strategi mencapainya sebagai peta  jalan bagi wirausahawan menuju  pembangunan bisnis yang sukses.</p>
<p>Rencana bisnis, merupakan bukti bahwa seorang wirausahawan telah  melakukan penelitihan yang diperlukan, mempelajari peluang bisnis yang  memadai, dan siap untuk menjalankan usahanya dengan sebuah model bisnis  yang menguntungkan.</p>
<p><strong>Apa Pentingnya Menyusun Rencana Bisnis?</strong></p>
<p>Ada dua alasan utama yang sangat penting dan fundamental mengapa  setiap wirausahawan harus menyusun rencana bisnis untuk usahanya.  Pertama, sebagai panduan operasi usaha, kedua, menarik pemberi pinjaman  dan investor.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>
<strong>P</strong><strong>anduan </strong><strong>O</strong><strong>perasi </strong><strong>U</strong><strong>saha</strong>
</li>
</ul>
<p>Rencana bisnis memberikan panduan wirausahawan dalam menjalankan  operasi perusahaan, karena dengan menuliskan perencanaan yang dibuat  untuk penetapan tujuan dan strategi pencapaiannya, tentu akan memudahkan  wirausahawan  melakukan evaluasi, pengembangan dan mengurangi resiko  terjadinya kesalahan operasional yang berakibat fatal bagi  perusahaannya.</p>
<p>Proses penyusunan rencana bisnis ini akan menjadikan wirausahawan  berubah dari “SAYA PIKIR”  menjadi “SAYA TAHU” dalam menjalankan  usahanya.</p>
<p>Selain itu penyusunan rencana bisnis memaksa wirausahawan mengungkap  gagasan mereka dalam uji kenyataan, dengan pertanyaan “ Dapatkah bisnis  ini benar-benar menghasilkan laba?”.</p>
<ul>
<li>
<strong>M</strong><strong>enarik </strong><strong>P</strong><strong>emberi </strong><strong>P</strong><strong>injaman dan </strong><strong>I</strong><strong>nvestor</strong>
</li>
</ul>
<p>Setiap usaha pasti membutuhkan modal yang besarnya sesuai dengan  bisnis yang akan dijalankan. Modal usaha bisa bersumber dari modal  sendiri, modal pinjaman atau modal dari investor.</p>
<p>Mengajukan pinjaman dan menarik investor tanpa disertai rencana  bisnis yang memadai, sering mengalami kegagalan. Dengan kata lain, cara  terbaik untuk mengamankan pemenuhan kebutuhan modal usaha adalah dengan  membuat rencana bisnis yang menarik dan memadai yang memungkinkan  wirausahawan menyampaikan peluang potensial atas bisnis yang akan atau  telah dijalankan kepada pemberi pinjaman dan investor.</p>
<p>Intinya, rencana bisnis yang memadai sangatlah diperlukan oleh setiap  wirausahawan, baik sebagai peta menjalankan usaha maupun sarana mencari  modal dalam membangun usaha yang sukses sesuai harapan.</p>
<p><strong>Lima Kesalahan </strong><strong>y</strong><strong>ang Sering Terjadi </strong><strong>d</strong><strong>alam Penyusunan Rencana Bisnis </strong></p>
<p>Berikut ini adalah lima kesalahan yang sering terjadi dalam  penyusunan rencana bisnis berkenaan dengan pengajuan pinjaman dan  menarik investor, yaitu :</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Terlalu banyak informasi </strong><strong> </strong></p>
<p>Apakah rencana bisnis yang terdiri dari 25-50 halaman lebih baik dari  200 halaman? Jawabannya adalah” YA”.  Sebagian besar pemberi pinjaman  dan investor akan fokus pada beberapa poin spesifik melihat peluang  bisnis yang ditawarkan, sehingga rencana bisnis yang terlalu tebal  memungkinkan tidak dibaca dan membosankan.</p>
<p>Perlu diingat, bahwa tujuan Anda membuat rencana bisnis bukan untuk  menunjukkan pada pembaca atas luas dan dalamnya pengetahuan Anda, akan  tetapi untuk menunjukan elemen kunci rencana bisnis yang memberikan  harapan masa depan cerah bagi bisnis yang dimaksud.</p>
<p>Jika ada informasi yang tidak dapat dipisahkan dari rencana bisnis,  sebaiknya disisipkan pada bagian di belakang sebagai lampiran untuk  informasi pendukung pembaca.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2. </strong><strong>Menyembunyikan</strong><strong> </strong><strong>k</strong><strong>elemahan </strong><strong>b</strong><strong>isnis</strong></p>
<p>Beberapa pemikiran yang diyakini oleh penulis rencana bisnis yang  gagal, karena mereka sering menyembunyikan kelemahan bisnisnya.  Contohnya, “ Mengapa kita menulis sesuatu yang justru akan memberikan  kesan negatif” atau “setelah kita mendapatkan dana, kami dapat menangani  kelemahan yang ada”.</p>
<p>Jika penulis rencana bisnis menyembunyikan kelemahan bisnisnya maka  ia berpotensi gagal dan fatal dalam usahanya. Sementara, investor yang  cerdas akan menemukan jawabannya mungkin dalam 10 menit pertama,  kemudian timbul pertanyaan pada benak investor, “Apa lagi yang belum  Anda sampaikan kepada saya?”</p>
<p>Ketika Anda telah kehilangan unsur kepercayaan, maka telah hilanglah  kesempatan untuk mendapatkan dana. Cara terbaik menangani kelemahan  bisnis adalah menjelaskan kelemahan yang ada dan rencana yang efektif  untuk mengatasi kelemahan yang dimaksud.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>3. </strong><strong>Saluran </strong><strong>d</strong><strong>istribusi </strong><strong>t</strong><strong>idak </strong><strong>j</strong><strong>elas</strong></p>
<p>Rencana bisnis harus menjelaskan bagaimana produk dan jasa secara  efektif sampai kepada pasar yang dituju. Ketidakjelasan sistem  distribusi, mengakibatkan terhambatnya produk dan jasa sampai ke  pelanggan. Pada akhirnya dapat mengancam kelangsungan bisnis.</p>
<p>Di bawah ini  contoh pernyataan yang menginformasikan kepada investor  bahwa produk yang tidak mempunyai sistem distribusi yang jelas akan  mengancam kelangsungan bisnis.</p>
<p>“Kami akan pasarkan produk kami melalui internet,  distributor, agen, grosir, <em>direct selling</em>, gerai ritel, <em>telemarketing</em>,”</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Lemahnya </strong><strong>a</strong><strong>nalisa </strong><strong>p</strong><strong>ersaingan</strong></p>
<p>Daftar nama dan alamat dari pesaing bisnis yang ada tidaklah cukup.  Investor sangat tertarik untuk mengetahui apa yang  Anda ketahui tentang  pesaing bisnis. Misalnya strategi bisnis, kompetensi inti, sistem  distribusi, keunggulan, serta kelemahan yang mereka miliki. Mengetahui  hanya sedikit tentang pesaing Anda, adalah bukti bahwa Anda tidak  mempersiapkan bisnis dengan benar, termasuk melakukan persaingan bisnis.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>5. </strong><strong>Proyeksi </strong><strong>k</strong><strong>euangan </strong><strong>t</strong><strong>idak </strong><strong>b</strong><strong>erkualitas</strong></p>
<p>Proyeksi keuangan yang tidak didukung dengan analisa dan perkiraan  yang memadai akan memberikan ketidakpercayaan kepada investor.</p>
<p>Rencana bisnis harus membuktikan kepada kreditor dan investor bahwa  perusahaan mampu membayar kembali pinjaman dan menghasilkan pengembalian  yang menarik.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Elemen-Elemen Pokok Rencana Bisnis </strong><strong>y</strong><strong>ang Berkualitas</strong></p>
<p>Para wirausahawan yang menginvestasikan waktu dan tenaga mereka untuk  menyusun rencana bisnis, akan lebih siap menghadapi resiko dalam  melakukan persaingan bisnis. Pada edisi sebelumnya kita telah  membicarakan rencana bisnis sebagai peta jalan wirausahawan dan sarana  mendapatkan modal dalam membangun bisnis yang sukses.</p>
<p>Meskipun menyusun rencana bisnis tidak menjamin 100 % kesuksesan,  namun rencana ini akan meningkatkan peluang meraih kesuksesan bisnis  bagi para wirausahawan. Ada banyak pendekatan dalam penyusunan rencana  bisnis. Tetapi, sebuah rencana bisnis yang berkualitas  sekurang-kurangnya mencantumkan delapan elemen pokok, yaitu :</p>
<ol>
<li>Ringkasan eksekutif.</li>
<li>Gambaran umum usaha.</li>
<li>Rencana pemasaran.</li>
<li>Rencana produksi.</li>
<li>Analisa persaingan.</li>
<li>Rencana keuangan.</li>
<li>Rencana sumber daya manusia.</li>
<li>Resiko utama yang dihadapi.</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li><strong>Ringkasan eksekutif </strong></li>
</ul>
<p>Elemen ini merupakan rangkuman secara singkat, seluruh isi rencana  bisnis, baik menyangkut tujuan usaha, strategi usaha, uraian umum usaha,  rencana pemasaran, rencana produksi, rencana keuangan, rencana  sumberdaya manusia, dan resiko-resiko usaha di masa depan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>
<strong> </strong><strong>Gambaran umum usaha </strong>
</li>
</ul>
<p>Elemen ini menjelaskan visi dan misi, usaha yang dijalankan beserta  barang dan jasa yang dihasilkan, tujuan yang ingin dicapai, serta  strategi pencapaiannya. Gambaran posisi perusahaan saat ini, dan yang  akan datang, target pasar, keunggulan bersaing, lokasi usaha, menajemen  inti, bentuk usaha, konsep manajemen yang dijalankan dan lain sebagainya</p>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li><strong>Rencana pemasaran </strong></li>
</ul>
<p>Elemen ini menjelaskan pangsa pasar yang dipilih serta bauran  pemasaran dan promosi yang dibuat perusahaan untuk memenuhi kebutuhan  dan keinginan konsumen, anggaran penjualan, strategi harga, strategi  distribusi yang diterapkan dan lain sebagainya.</p>
<p> </p>
<ul>
<li>
<strong> </strong><strong>Analisa persaingan</strong>
</li>
</ul>
<p>Elemen ini menjelaskan kekuatan perusahan terhadap pesaing bisnisnya, kekuatan, dan kelemahan perusahaan pesaing.<strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li><strong>Rencana produksi </strong></li>
</ul>
<p>Elemen ini<strong> </strong>menjelaskan proses produksi, bagaimana  perusahaan menjaga kualitas produk, bagaimana perusahaan memperoleh  pasokan bahan baku, barang dan jasa, pertimbangan pemilihan lokasi  pabrik, anggaran produksi dan sebagainya.Uraian ini sangat penting  terutama untuk perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>
<strong> </strong><strong>Rencana keuangan </strong>
</li>
</ul>
<p>Elemen ini menjelaskan proyeksi keuangan yang menunjukan ekspektasi  laba, proyeksi laporan keuangan, proyeksi arus kas, titik impas,  kebutuhan modal, dan proyeksi pengembalian investasinya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>
<strong> </strong><strong>Rencana sumber daya manusia </strong>
</li>
</ul>
<p>Elemen ini menjelaskan personil yang dibutuhkan baik dari segi jumlah  maupun pengetahuan, keahlian dan kemampuan yang dibutuhkan dalam  menjalankan perusahaan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>
<strong> </strong><strong>Risiko-risiko utama yang dihadapi</strong>
</li>
</ul>
<p>Elemen ini menjelaskan resiko yang dihadapi usaha di masa depan  beserta antisipasi yang dilakukan perusahaan untuk menghadapi risiko  tersebut. Rencana bisnis biasanya tersusun antara 25 – 50 halaman.</p>
<p>Rencana bisnis yang terlalu pendek, seringkali tidak mampu memberikan  gambaran bisnis yang memadai. Demikian juga yang terlalu panjang,  memiliki kemungkinan tidak digunakan atau tidak dibaca. Dalam penyusunan  rencana bisnis, wirausahawan harus memperhatikan elemen-elemen pokok  rencana bisnis seperti yang telah disebutkan di atas sebagai titik awal  untuk menyusunnya dan harus dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan  berdasarkan kondisi yang ada. Sehingga rencana bisnis benar-benar dapat  digunakan sebagai peta jalan menuju kesuksesan bisnis yang  dibangunnya.(*)</p>
<p><em>*Penulis adalah Kepala Bidang Akuntansi dan Keuangan, Pesantren Islam Al Irsyad, Semarang dan Konsultan Independen</em><br> <strong>[Majalah Pengusaha Muslim/Sebtember 2010]</strong></p>
<p><strong>Artikel <a href="">www.PengusahaMuslim.com</a></strong></p>
 