
<p><span style="font-weight: 400;">Di antara empat golongan yang Allah <em>Ta’ala</em> sebutkan dalam ayat di atas adalah </span><i><span style="font-weight: 400;">ash-shiddiquun. </span></i><span style="font-weight: 400;">Siapakah mereka?</span></p>

<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Tunjukilah Kami ke Jalan yang Lurus</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Setiap hari, kita berdoa kepada Allah <em>Ta’ala,</em></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ؛ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” </span><b>(QS. Al-Fatihah [1]: 6-7)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lalu, siapakah orang-orang yang telah Allah <em>Ta’ala</em> beri nikmat tersebut, sehingga kita sangat ingin diberi hidayah agar mengikuti jalan mereka?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Orang-orang yang telah Allah <em>Ta’ala</em> beri nikmat tersebut Allah <em>Ta’ala</em> sebutkan di firman Allah <em>Ta’ala</em> yang lain,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu  para nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang salih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” </span><b>(QS. An-Nisa’ [4]: 69)</b></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/25789-tafsir-ayat-agar-allah-mengetahui-orang-yang-jujur-dan-yang-dusta.html" data-darkreader-inline-color="">Tafsir Ayat “Agar Allah Mengetahui Orang Yang Jujur Dan Yang Dusta”</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Lalu, Siapakah Ash-Shiddiquun?</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Di antara empat golongan yang Allah <em>Ta’ala</em> sebutkan dalam ayat di atas adalah </span><i><span style="font-weight: 400;">ash-shiddiquun. </span></i><span style="font-weight: 400;">Siapakah mereka? Tafsir atau penjelasan terbaik tentang siapakah </span><i><span style="font-weight: 400;">ash-shiddiquun </span></i><span style="font-weight: 400;">ditunjukkan oleh firman Allah <em>Ta’ala,</em></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ أُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” </span><b>(QS. Az-Zumar [39]: 33)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Tafsir Al-Jalalain </span></i><span style="font-weight: 400;">disebutkan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">{وَاَلَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ} هُوَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ {وَصَدَّقَ بِهِ} هُمْ الْمُؤْمِنُونَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dan orang yang membawa kebenaran” maksudnya adalah Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam. </span></i><span style="font-weight: 400;">“Dan orang yang membenarkannya” maksudnya adalah orang-orang yang beriman.” </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Juga ditunjukkan oleh firman Allah <em>Ta’ala,</em></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَالَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ أُولَئِكَ هُمُ الصِّدِّيقُونَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itulah orang-orang shiddiqin.” </span><b>(QS. Al-Hadiid [57]: 19)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketika menjelaskan makna </span><i><span style="font-weight: 400;">“ash-shiddiquun”, </span></i><span style="font-weight: 400;">dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Tafsir Al-Jalalain </span></i><span style="font-weight: 400;">disebutkan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">الْمُبَالِغُونَ فِي التَّصْدِيق</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Yaitu yang sangat membenarkan.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari ayat-ayat tersebut, kita ketahui bahwa </span><i><span style="font-weight: 400;">ash-shiddiquun </span></i><span style="font-weight: 400;">adalah orang yang benar-benar merealisasikan iman dari dalam hatinya. Dan mewujudkan iman tidaklah mungkin terjadi kecuali dengan bersikap jujur </span><i><span style="font-weight: 400;">(ash-shidqu) </span></i><span style="font-weight: 400;">dan membenarkan </span><i><span style="font-weight: 400;">(at-tashdiiq) </span></i><span style="font-weight: 400;">Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam.</span></i></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/22603-penuntut-ilmu-harus-memiliki-sifat-jujur-dan-amanah.html" data-darkreader-inline-color="">Penuntut Ilmu Harus Memiliki Sifat Jujur dan Amanah</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Jujur dalam Aqidah, Perkataan dan Perbuatan</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Jujur berkaitan dengan aqidah adalah dengan merealisasikan keikhlasan. Dan perkara ini merupakan perkara yang sangat sulit. Sampai-sampai sebagian ulama salaf mengatakan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ما جاهدت نفسي على شيئ مجاهدتها على الإخلاص</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Aku tidaklah berjuang untuk diriku sendiri melawan sesuatu yang lebih berat daripada mewujudkan ikhlas.” </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maksudnya, perjuangan mewujudkan keikhlasan adalah perjuangan yang paling berat. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jujur berkaitan dengan perkataan adalah dengan berkata-kata (berucap) yang sesuai dengan realita (fakta) senyatanya, baik ucapan itu terkait dengan dirinya sendiri atau terkait dengan orang lain. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jujur berkaitan dengan perbuatan adalah dengan menyesuaikan amal ibadahnya dengan petunjuk Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam. </span></i><span style="font-weight: 400;">Dan termasuk jujurnya perbuatan adalah amal tersebut bersumber dari keikhlasan. Jika bukan karena ikhlas, maka bukanlah amal yang jujur. </span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/12963-sulitnya-mencari-orang-yang-jujur.html" data-darkreader-inline-color="">Sulitnya Mencari Orang yang Jujur</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b><i>Ash-shiddiquun </i></b><b>adalah Martabat yang Bisa Diraih Oleh Laki-Laki dan Perempuan</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Di antara umat ini, </span><i><span style="font-weight: 400;">ash-shiddiquun </span></i><span style="font-weight: 400;">yang paling utama adalah sahabat Abu Bakr Ash-Shiddiq </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu. </span></i><span style="font-weight: 400;">Karena umat Muhammad </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">yang paling utama -setelah beliau </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam- </span></i><span style="font-weight: 400;">adalah Abu Bakr Ash-Shiddiq </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu.</span></i></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Ash-shiddiquun </span></i><span style="font-weight: 400;">adalah martabat (kedudukan) yang bisa diraih baik oleh kaum laki-laki ataupun perempuan. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman tentang Nabi Isa </span><i><span style="font-weight: 400;">‘alaihis salaam,</span></i></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Al-Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul. Sesungguhnya, telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya adalah </span><i><span style="font-weight: 400;">ash-shddiqah</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span><i><span style="font-weight: 400;">” </span></i><b>(QS. Al-Maidah [5]: 75)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, ibunda ‘Aisyah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anha </span></i><span style="font-weight: 400;">adalah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ash-Shiddiqah binti Ash-Shiddiq </span></i><span style="font-weight: 400;">(karena ayah beliau adalah Abu Bakr Ash-Shiddiq </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu</span></i><span style="font-weight: 400;">)</span><i><span style="font-weight: 400;">. </span></i><span style="font-weight: 400;">Dan tentu saja, Allah <em>Ta’ala</em> memberikan keutamaan kepada siapa saja di antara hamba-Nya sebagaimana yang Allah <em>Ta’ala</em> kehendaki. </span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><span style="--darkreader-inline-color: #ff3333;"><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/38-jujur-kiat-menuju-selamat.html" data-darkreader-inline-color="">Jujur, Kiat Menuju Selamat</a></span></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><span style="--darkreader-inline-color: #ff3333;"><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/52684-habis-gelap-terbitlah-terang.html" data-darkreader-inline-color="">Habis Gelap Terbitlah Terang</a></span></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>[Selesai]</b></p>
<p><b>***</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@Rumah Lendah, 1 Jumadil akhir 1441/ 26 Januari 2020</span></p>
<p><b>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim" data-darkreader-inline-color="">M. Saifudin Hakim</a></span></b></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
<p><b>Catatan kaki:</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Disarikan dari kitab </span><b><i>Syarh Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah</i></b> <span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah, </span></i><span style="font-weight: 400;">hal. 100-101 (cetakan ke empat tahun 1427, penerbit Daar Ibnul Jauzi KSA).</span></p>
 