
<h2>Bolehkah sholat jamaah tanpa iqamah?<strong></strong>
</h2>
<p>Assalamu ‘alaykum, Ustadz. Saya mau tanya sebenarnya hukum iqamah sebelum shalat itu bagaimana ya?</p>
<p>Pernah saya (wanita) ingin menunaikan ibadah shalat di suatu restoran, dan saya dapati ada seorang lelaki yang hendak menunaikan shalat juga. Ia mengajak berjamaah dan saya setuju, namun ketika kami sudah membentuk <em>shaf</em>, ia langsung takbiratul ihram tanpa iqamah terlebih dahulu. Sementara, jika berjamaah di rumah, ayah saya selalu iqamah sebelum takbiratul ihram</p>
<p>Saya belum paham mengenai hukum atau dalil terkait tentang iqamah ini. Mohon penjelasannya. <em>Jazakumullah khairan katsiran</em>.</p>
<p><em>Nisa (futurach**@***.com)</em><br>
<!--more--></p>
<h3>Jawaban sholat jamaah tanpa iqamah :</h3>
<p><em>Wa’alaikumussalam.</em></p>
<p>Iqamah untuk shalat wajib ber<a href="https://konsultasisyariah.com/jikalau-bacaan-makmum-belum-selesai" target="_blank">jamaah</a> –hukumnya– sunah, bukan syarat sah shalat. Andaikan ada orang yang shalat tanpa iqamah maka shalatnya <strong>sah</strong>, karena ketika Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengajarkan tata cara shalat kepada orang yang shalatnya salah terus, beliau tidak memerintahkan untuk iqamah terlebih dahulu sebelum shalat. Ini menunjukkan bahwa iqamah untuk shalat bukan syarat, namun hukumnya sunah. <em>Allahu a’lam</em>. (<em>Al-Muntaqa Fatawa Syaikh Dr. Shaleh Al-Fauzan</em>, no. 39)</p>
<p><strong>Sumber</strong>:<a title="iqamah" rel="nofollow" href="http://www.islamlight.net/index.php?option=com_ftawa&amp;task=view&amp;Itemid=31&amp;catid=275&amp;id=2013" target="_blank"> http://www.islamlight.net/index.php?option=com_ftawa&amp;task=view&amp;Itemid=31&amp;catid=275&amp;id=2013</a></p>
<p>Syekh Dr. Shaleh Al-Fauzan termasuk salah satu ulama senior ahlus sunah saat ini. Beliau merupakan salah satu anggota Lajnah Daimah (Komite Tetap untuk Fatwa dan Penelitian Ilmiah) Arab saudi. Beliau adalah salah satu murid Syekh Abdul Aziz bin Baz dan Syekh Muhammad Amin Asy-Syinqithi, salah satu penulis tafsir.</p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a rel="nofollow" href="https://konsultasisyariah.com" target="_blank">Konsultasi Syariah</a>).</strong></p>
<p><strong>Artikel <a rel="nofollow" href="https://konsultasisyariah.com" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
 