
<p>Apakah shalat Dhuha boleh dijaga rutin setiap hari? Atau hanya boleh lakukan sekali-kali saja, tidak secara rutin?</p>

<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Perlu dipahami terlebih dahulu tentang hukum shalat Dhuha</strong></span></h2>
<p>Hukum <a href="https://rumaysho.com/26304-adakah-perbedaan-shalat-dhuha-dan-shalat-isyraq.html" target="_blank" rel="noopener">shalat Dhuha</a> adalah <strong>sunnah</strong> menurut jumhur (kebanyakan ulama). Ulama Malikiyyah dan Syafiiyyah menyatakan bahwa hukumnya adalah <strong>sunnah muakkad</strong> (sangat dianjurkan). Lihat <em>Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah</em>, 27:222.</p>
<p>Para ulama berselisih pendapat mengenai wajibnya shalat Dhuha pada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Namun, para ulama sepakat bahwa shalat Dhuha itu tidak wajib bagi kaum muslimin. Jumhur ulama berpendapat bahwa shalat Dhuha tidak wajib bagi Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Sedangkan ulama Syafiiyah, ulama Malikiyah, dan sebagian ulama Hambali menyatakan bahwa shalat Dhuha diwajibkan khusus bagi Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Kewajiban tersebut minimalnya dua rakaat. Lihat <em>Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah</em>, 27:222-223.</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/708-shalat-dhuha-yang-begitu-menajubkan.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Shalat Dhuha yang Begitu Menakjubkan</span></a></strong></span></p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Shalat Dhuha bolehkah dirutinkan setiap hari?</strong></span></h2>
<p>Jumhur (kebanyakan) ulama berpendapat bahwa disunnahkan melaksanakan shalat Dhuha terus menerus karena amalan yang paling yang dicintai adalah amalan yang dikerjakan rutin walaupun jumlahnya sedikit.</p>
<p>Dari ‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ</p>
<p>“<em>Amalan yang paling dicintai oleh Allah </em>Ta’ala<em> adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit</em>.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya. (HR. Muslim, no. 783).</p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/550-di-balik-amalan-yang-sedikit-namun-kontinu.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Di Balik Amalan yang Sedikit Namun Kontinu</span></a></strong></span></p>
<p> </p>
<p>Ulama Hanabilah menyatakan bahwa tidak dianjurkan melakukan shalat Dhuha secara rutin agar tidak sama dengan shalat wajib. Ada pendapat dari Ibnu Mas’ud dan selainnya mengenai hal ini. Lihat <em>Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah</em>, 27:222/223.</p>
<p><strong>Pendapat yang tepat,</strong> shalat Dhuha masih boleh dilakukan setiap hari karena ada dalil yang memerintahkan melakukan <a href="https://rumaysho.com/19688-sudah-rutinkan-shalat-dhuha.html" target="_blank" rel="noopener">sedekah dengan seluruh persendian setiap harinya</a>, hal itu bisa dicukupkan dengan dua rakaat shalat Dhuha. Lihat alasan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin <em>rahimahullah</em> dalam <em>Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah</em>, hlm. 289.</p>
<p> </p>
<p><strong>Hadits tentang sedekah dengan 360 persendian setiap hari adalah:</strong></p>
<p>Dari Abu Buraidah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">فِى الإِنْسَانِ سِتُّونَ وَثَلاَثُمِائَةِ مَفْصِلٍ فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهَا صَدَقَةً ». قَالُوا فَمَنِ الَّذِى يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا أَوِ الشَّىْءُ تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْكَ</p>
<p>“<em>Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” </em>Para sahabat bertanya, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>lantas menjawab<em>, “Itu bisa diwujudkan dengan menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, <strong>maka <a href="https://rumaysho.com/16918-dua-rakaat-shalat-dhuha-doa-bada-dhuha.html" target="_blank" rel="noopener">cukup lakukan shalat Dhuha dua rakaat</a></strong></em>.” (HR. Ahmad, 5:354. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini <em>sahih</em> dilihat dari jalur lain).</p>
<p><strong><span style="font-size: 12pt;">Baca juga: </span></strong></p>
<ul>
<li><strong><span style="font-size: 12pt;"><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/2845-keutamaan-shalat-dhuha.html" target="_blank" rel="noopener">Keutamaan Shalat Dhuha</a></span></span></strong></li>
<li><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/1028-shalat-dhuha-bisa-menggantikan-sedekah-dengan-seluruh-persendian.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-size: 12pt;"><strong>Shalat Dhuha Bisa Menggantikan Sedekah dengan 360 Persendian</strong></span></a></span></li>
</ul>
<p> </p>
<p>—</p>
<p><a href="https://darushsholihin.com">@ Darush Sholihin</a>, 28 Jumadal Ula 1442 H, 12 Januari 2021</p>
<p>Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="http://Rumaysho.Com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumaysho.Com</a></p>
 