
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda:</p>
<p style="text-align: right;">وَجُعِلَتْ قُرَّةَ عَيْنٍ فِيْ الصَّلَاةِ</p>
<p>“<em>dan telah dijadikan penghibur (penghias) hatiku (kebahagiaanku) pada shalat</em><em>.</em>” (HR. An-Nasai [7/61] no. 3939, 3940, Ahmad [3/128] no. 14069. Dishahihkan Syaikh al-Albani dalam <em>a</em><em>s-Silsilah </em><em>a</em><em>sh-Sha</em><em>h</em><em>ihah </em>[3/98 dan 4/424])</p>
<p>Shalat merupakan ibadah yang sangat dicintai Allah, dialah amal yang merupakan salah satu dari rukun Islam. Ciri utama seorang mukmin sejati adalah menegakkan shalat wajib yang lima waktu dan ibadah tersebut dilakukan dengan keimanan karena mengharap ridha-Nya. Dan amalan mulia ini agar diterima di sisi Allah maka harus meneladani dan mencontoh bagaimana petunjuk Allah dan Rasul-Nya dalam melakukannya baik itu gerakan maupun bacaannya.</p>
<p>Shalat yang dilakukan dengan benar dan ikhlas, akan membuat hati bahagia, jiwa damai, dan menghilangkah kegelisahan hidup. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa</em> <em>sa</em><em>l</em><em>lam </em>sangat bersungguh-sungguh dalam mengerjakan shalat baik dalam keadaan lapang, maupun saat terhimpit suatu masalah.</p>
<p>Dari sahabat Hudzaifah <em>radh</em><em>iy</em><em>allah</em><em>u </em><em>‘anhu</em>, ia berkata: “Bila kedatangan masalah, Nabi <em>sh</em><em>a</em><em>llallahu ‘alaihi wa</em> <em>sa</em><em>l</em><em>lam</em> mengerjakan shalat.” (HR. Ahmad dalam <em>a</em><em>l</em><em>–</em><em>Musnad </em>[5/388] dan Abu Dawud [2/35]. Dihasankan al-Albani dalam <em>Shahih Sunan Abi Da</em><em>w</em><em>ud</em>)</p>
<p>Shalat adalah media penting untuk mendekatkan diri pada Allah <em>T</em><em>a’ala</em>, lebih-lebih saat sujud, ia akan merasa semakin dekat dengan Allah <em>T</em><em>a’ala</em>. Allah-lah tempat hamba mengadu, memohon pertolongan dan hati seorang mukmin akan tenteram ketika shalat. Oleh karena itu, kita diperintahkan Allah <em>Ta’ala</em> untuk memperbanyak doa dan permohonan kepada-Nya dengan shalat ketika jiwa kita galau, cemas, merasa gundah, dan mengalami berbagai kesulitan hidup yang menghimpit. Beliau juga berkata kepada sahabat Bilal <em>radhiyallahu ‘anhu</em>: “Wahai Bilal, kumandangkan iqamah shalat, buatlah kami tenang dengannya.” (Dihasankan al-Albani dalam <em>Shahihul Jami’</em> no. 7892)</p>
<p>Dr. Hasan bin Ahmad bin Hasan al-Fakki berkata, ”Tatkala shalat dijadikan sebagai pembangkit ketenangan dan ketenteraman (jiwa) serta sebagai terapi psikologis maka tidak mengherankan jika sebagian dokter jiwa menganggapnya sebagai terapi utama dalam penyembuhan para pasien penyakit jiwa. Salah seorang di antara mereka ada yang mengatakan bahwa sepertinya shalat ini salah satu terapi yang mampu mendatangkan kehangatan jiwa manusia. Sesungguhnya shalat bisa menjauhkan dirimu dari segala kesibukan yang membuatmu gundah dan resah. Shalat ini pun mampu membuatmu merasa tidak menyendiri dalam hidup ini dan mampu membuatmu merasakan bahwa Allah menyertaimu. Di samping itu, ternyata shalat mampu memberimu kekuatan dalam bekerja, yang sebelumnya dirimu tidak mampu berbuat apa-apa. Maka pergilah ke kamar tidurmu! Lalu mulailah melakukan shalat untuk menghadap Rabbmu.” (<em>Ahkam </em><em>a</em><em>l-Adwiyah Fii </em><em>a</em><em>sy-Sy</em><em>a</em><em>ri’ah al</em><em>–</em><em>Islamiyah</em>, hlm. 549-550)</p>
<p>Sungguh beruntung dan bahagia seorang mukmin ketika shalat yang dilakukan dengan khusyuk dan jiwanya menjadi tenang karena ia berkomunikasi dengan Rabbnya. Dzat yang mampu menyingkirkan kesulitan dan Dzat yang selalu memberi kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.</p>
<p>Ibnu al-Qayyim menjelaskan faedah shalat. Beliau mengatakan bahwa shalat termasuk faktor dominan dalam mendatangkan maslahat dunia dan akhirat, serta menyingkirkan keburukan dunia dan akhirat. Ia menghalangi dari dosa, menolak penyakit hati, mengusir kelukaan fisik, menerangi kalbu, mencerahkan wajah, menyegarkan anggota tubuh dan jiwa, dan memelihara kenikmatan, menepis siksa, menurunkan rahmat, dan menyibak tabir permasalahan.” (<em>Zaad al-Ma’ad, </em>4/120)</p>
<p>Semoga shalat yang selalu kita lakukan mampu membuat kita menjadi hamba-Nya yang banyak bersyukur, membuat hati lebih tunduk pada Allah, dan membersihkan hati dari penyakit hati sehingga tenang dan damai dalam menghambakan diri pada-Nya. <em>A</em><em>a</em><em>mi</em><em>i</em><em>n</em>.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p><strong>Referensi :</strong></p>
<ol>
<li>Majalah As-Sunnah edisi 03/th X/1427 H</li>
<li>Majalah As-Sunnah edisi 04/th X/1427 H</li>
</ol>
<p><strong>Penulis: Isruwanti Ummu Nashifah</strong></p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 