
<p>Serial-serial sebelumnya telah menjelaskan mengenai kemampuan luar biasa dari jin dan setan. Kali ini, kita akan melihat kelemahan-kelemahan jin dan setan. Di antara kelemahan setan adalah mereka tidak bisa menguasai hamba Allah yang sholeh yang bagus iman dan akidahnya.</p>
<p>Dan ingat, tipu daya setan itu lemah,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا</p>
<p>“<i>Sesungguhnya tipu daya syaitan itu lemah</i>” (QS. An Nisa’: 76).</p>
<p>Sejatinya, setan tidak diberikan kuasa oleh Allah untuk memaksa manusia pada kesesatan sebagaimana disebutkan dalam ayat,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ وَكَفَى بِرَبِّكَ وَكِيلًا</p>
<p>“<i>Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga.</i>” (QS. Al Isra’: 65).</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">وَمَا كَانَ لَهُ عَلَيْهِمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يُؤْمِنُ بِالْآَخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِي شَكٍّ</p>
<p>“<i>Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu.</i>” (QS. Saba’: 21).</p>
<p>Yang dimaksud dengan ayat di atas adalah setan tidak punya jalan untuk menguasai orang-orang beriman. Dalam ayat lain juga disebutkan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (39) إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (40)</p>
<p>“<i>Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas di antara mereka.</i>” (QS. Al Hijr: 39-40).</p>
<p>Setan hanyalah bisa menguasai orang-orang yang ridho pada kekafiran. Dalam surat Al Hijr selanjutnya disebutkan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ</p>
<p>“<i>Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.</i>” (QS. Al Hijr: 42).</p>
<p>Dalam surat An Nahl disebutkan pula,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ</p>
<p>“<i>Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah</i>.” (QS. An Nahl: 100).</p>
<p>Kuasa yang diberikan pada setan hanyalah untuk menyesatkan dan menghasung manusia untuk berbuat kekafiran dan kesyirikan sebagaimana yang Allah firmankan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">أَلَمْ تَرَ أَنَّا أَرْسَلْنَا الشَّيَاطِينَ عَلَى الْكَافِرِينَ تَؤُزُّهُمْ أَزًّا</p>
<p>“<i>Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh?</i>” (QS. Maryam: 83).</p>
<p>Penguasaan setan pada setiap pengikutnya senyatanya tidaklah ada hujjah dan pendukung sama sekali. Para pengikut setan tersebut hanyalah mengikuti ajakan setan dan itu sesuai dengan hawa nafsu mereka.</p>
<p style="text-align: center;"><em>Hanya Allah yang memberi taufik.</em></p>
<p> </p>
<h5>
<span style="color: #0000ff;"><b>Referensi</b></span>:</h5>
<p><i>‘Alamul Jin wasy Syaithon</i>, Syaikh Prof. Dr. ‘Umar bin Sulaiman bin ‘Abdullah Al Asyqor, terbitan Darun Nafais, cetakan kelimabelas, tahun 1423 H.</p>
<p>—</p>
<p>Selesai disusun di pagi hari 7 Rabi’uts Tsani 1435  H @ <a href="http://darushsholihin.com/">Pesantren Darush Sholihin</a>, Panggang-Gunungkidul.</p>
<p>Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p>Artikel <a href="https://muslim.or.id/">Muslim.Or.Id</a></p>
 