
<p>Sulit untuk menghindari kesalahan tertentu, terlebih saat Anda  pertama kali menghadapi situasi yang demikian. Faktanya, banyak  kesalahan berikut sulit dihindari bahkan dengan orang yang berpengalaman  sekalipun. Tentu saja ini bukan satu-satunya kesalahan yang  hanya  dibuat oleh CEO, tapi kesalahan ini umum terjadi. Lakukan penilaian diri  dari daftar berikut: beri nilai sepuluh poin untuk setiap  kesalahan  pengusaha yang Anda buat. Kurangi lima poin jika Anda nyaris  menghindarinya. Skor Anda, tentu saja rahasia, tapi minta bantuan.  Dengan cepat!</p>
<p><strong>1. Sindrom pelanggan besar </strong></p>
<p>Jika lebih dari 50 persen pendapatan Anda berasal dari pelanggan yang  mati-matian Anda dapatkan. Sementara bekerja sama dengan sebagian kecil  pelanggan besar akan lebih mudah dan menguntungkan, Anda bisa menjadi  rapuh saat salah satu dari mereka memberikan menerkam alur kas Anda.  Anda cenderung membuat keputusan yang ceroboh untuk mempertahankan  bisnis. Anda membuat investasi yang khusus untuk menangani persyaratan  khusus. Dan Anda disibukkan melayani satu pelanggan besar sehingga Anda  gagal mengembangkan penambahan pelanggan dan alur pendapatan. Dan  kemudian, karena satu dan lain hal, pelanggan tersebut pergi dan bisnis  Anda kolaps.</p>
<p>Gunakan akun yang berkembang  dengan baik sebagai kesuksesan dan  tanda bahaya. Selalu temukan bisnis baru. Dan mencari sumber pendapatan  yang berbeda.</p>
<p><strong>2. Menciptakan produk dalam kevakuman<br></strong></p>
<p>Anda dan tim memiliki ide yang hebat. Ide yang brilian. Anda  menghabiskan berbulan-bulan, bahkan tahunan, menerapkan ide tersebut.  Dan ketika Anda membawanya ke pasar, tidak seorangpun yang tertarik.  Sayangnya, Anda sudah terlanjur jatuh cinta dengan ide Anda sehingga  Anda tidak pernah meluangkan waktu untuk mencari tahu apakah orang  bersedia mengeluarkan uang untuk itu. Anda membuat jebakan klasik yang  lebih baik.</p>
<p>Jangan melakukan pencarian produk untuk pasar. Lakukan “riset pasar”  terlebih dahulu. Uji ide Anda terlebih dahulu. Bertukar pikiran dengan  pelanggan potensial, setidaknya dengan 12 orang. Temukan mengapa orang  ingin membelinya. Lakukan ini terlebih dahulu sebelum yang lainnya. Tapi  lebih baik, menjual produk dengan harga pre-release. Cari tahu terlebih  dahulu. Jika Anda tidak mendapatkan tanggapan yang baik, lanjutkan ke  ide berikutnya.</p>
<p><strong>3. Kemitraan </strong></p>
<p>Seumpana Anda adalah salesman yang paling hebat, tapi Anda  membutuhkan seseorang untuk menjalankan aktivitas di kantor. Atau Anda  seorang yang ahli di bidang teknik, tapi Anda membutuhkan seseorang  untuk mendapatkan pelanggan. Atau mungkin Anda dan teman memulai usaha  bersama. Di masing-masing kasus, Anda dan rekan baru membaginya 50/50.  Sepertinya pembagian yang baik dan adil, tapi saat minat personal dan  profesional berbeda, maka ini adalah awal dari bencana.   Kekuatan veto  kedua belah pihak bisa mematikan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan  Anda, dan tidak mempunyai suara yang cukup untuk merubah situasi.   Hampir sama buruknya adalah kepemilikan yang dibagi rata dengan  kemitraan dalam jumlah besar, atau yang lebih buruk, dengan teman-teman.  Setiap orang memiliki suara dan keputusan yang sama yang dibuat oleh  konsensus. Atau, yang masih lebih buruk, dengan suara bulat. Tidak  seorangpun yang memutuskan, setiap keputusan kecil menjadi perdebatan,  dan segala sesuatunya menurun dengan cepat.</p>
<p>Untuk menguraikannya menurut Harry Truman, uang harus berhenti di  suatu tempat. Seseorang harus bertanggung jawab. Jadikan orang tersebut  sebagai CEO dan beri saham kepemilikan, sekalipun sedikit lebih banyak.  Pembagian 51/49 jauh lebih baik dibandingkan 50/50. Jika Anda dan rekan  harus memiliki total keseimbangan, berikan satu persen saham pada  penasehat luar yang akan menjadi pengikat.</p>
<p><strong>4. Harga rendah</strong></p>
<p>Beberapa pengusaha berpikir mereka bisa bermain di pasar dengan  memberikan harga yang lebih rendah dan memberikan keuntungan yang besar  melalui volume yang besar. Apakah Anda bersedia bekerja dengan upah yang  rendah? Mengapa Anda ingin menjual dengan harga yang lebih rendah?  Ingatlah, pembayaran gross margin untuk hal-hal seperti pemasaran dan  pengembangan produk (dan perjalanan liburan). Ingatlah, low margins = no  profits = no future. Jadi semakin besar semakin baik.</p>
<p>Tentukan harga Anda setinggi yang bisa dicapai pasar Anda. Sekalipun  Anda bisa menjual lebih banyak unit dan mendapatkan volume pendapatan  yang lebih besar dari harga yang rendah (meski tidak selalu demikian)  Anda mungkin tidak lebih baik. Pastikan Anda melakukan semua perhitungan  sebelum Anda memutuskan menggunakan strategi harga yang rendah.  Pertimbangkan semua biaya pengeluaran Anda. Pikirkan juga tambahan  tekanan yang ada. Untuk perusahaan jasa, harga rendah bukanlah ide yang  bagus. Bagaimana Anda memutuskan seberapa tinggi? Naikkan harga.  Kemudian naikkan lagi. Saat pelanggan atau klien berhenti membeli, Anda  sudah melangkah terlalu jauh.</p>
<p><strong>5. Modal yang tidak mencukupi </strong></p>
<p>Cek asumsi bisnis Anda. Normalnya, proyeksi penjualan yang tinggi,  kerangka waktu pengembangan produk yang terlalu pendek, dan peramalan  pengeluaran yang rendah yang tidak realistis. Dan jangan melupakan  pesaing yang lemah. Terlepas dari penyebabnya, banyak bisnis yang  kekurangan modal. Bahkan perusahaan yang sudah matang tidak memiliki  cadangan tunai untuk kondisi yang menurun.</p>
<p>Bersikap konservatif dengan semua proyeksi Anda. Pastikan Anda  memiliki modal yang mencukupi untuk melalui siklus penjualan, atau  sampai pada rencana putaran dana berikutnya. Atau sebisa mungkin menekan  biaya.</p>
<p><strong>6. Tidak fokus</strong></p>
<p>Jika bisnis Anda seperti kebanyakan perusahaan, Anda tidak memiliki  waktu atau orang untuk mengejar setiap peluang yang menarik. Tapi banyak  pengusaha – yang ingin mendapatkan keuntungan dengan cepat dan berpikir  lebih banyak selalu lebih baik- merasa perlu menangkap setiap peluang  bisnis yang ada di depannya, alih-alih fokus pada produk inti, jasa,  pasar, jalur distribusi, dan merasa perlu memperluas setiap bagian  bisnis yang ada sebelumya, daripada fokus pada, produk, layanan inti,  jaluran distribusi.  Terlalu lemah mengembangkan diri Anda akan  mengakibatkan kinerja yang buruk.</p>
<p>Konsentrasi perhatian Anda pada area yang terbatas akan memberikan  hasil rata-rata yang lebih baik, seringkali mengungguli keuntungan yang  dihasilkan dari diversifikasi.</p>
<p>Ada begitu banyak ide bagus, tugas Anda adalah memilih satu yang  memberikan return di area yang menjadi perhatian Anda. Kenali ceruk yang  menjadi keahlian Anda, dan lakukan dengan baik.</p>
<p><strong>7. Kelas utama dan kehebohan infrastruktur</strong></p>
<p>Banyak bisnis yang baru dimulai ambruk dikarenakan biaya overhead  yang berlebihan.  Usahakan berhemat dan membeli perabot yang murah. Tim  manajemen Anda seharusnya menghasilkan dalam jumlah besar sebagai  kompensasi saat profit meningkat, bukan sebelum itu. Pengusaha terbaik  tahu bagaimana mengatur keuangan dan menggunakannya sebagai proses kunci  untuk membangun bisnis seperti pengembangan produk, sales dan  marketing. Tinggalkan sistem telepon yang berlebihan kecuali memang  menghemat waktu dan membantu mendapatkan penjualan yang lebih banyak.  Gunakan uang hanya untuk hal yang penting untuk mencapai tujuan Anda.  Ajukan pertanyaan, adakah pengembalian yang cukup untuk pengeluaran ini?</p>
<p><strong>8. Menuntut kesempurnaan</strong></p>
<p>Ini seringkali ditemukan di engineer yang tidak akan meluncurkan  produk sampai betul-betul sempurna. Ingat aturan 80/20? Ikuti aturan ini  dengan kesimpulan logis, menyelesaikan setidaknya 20 persen dari 20  persen terakhir bisa menimbulkan biaya yang lebih banyak daripada yang  Anda habiskan di sisa proyek. Pada saat mengembangkan produk, gunakan  aturan paradoks Zeno. Kesempurnaan tidak dapat diraih dan membutuhkan  biaya yang besar. Plus,  saat Anda memperbaikinya, pasar sudah berubah  tepat dihadapan Anda. Diatas semua itu, pelanggan menunda membeli produk  Anda yang sudah ada dan menunggu sesuatu yang baru yang akan Anda  keluarkan.</p>
<p>Penangkalnya? Fokus pada menciptakan produk yang  bisa mengalahkan  pasar dalam waktu yang ditentukan. Tentukan tenggat waktu dan membuat  rencana pengembangan produk yang sesuai. Tahu kapan Anda harus  menghentikan pengembangan untuk menentukan tanggal pengiriman. Ketika  waktu Anda sudah habis, maka sudah selesai. Luncurkan produk Anda.</p>
<p><strong>9. Tidak ada return on investment yang jelas </strong></p>
<p>Bisakah Anda mengartikulasikan return yang berasal dari pembelian  produk atau jasa Anda? Berapa banyak bisnis tambahan yang bisa diberikan  pada pelanggan Anda? Berapa banyak uang yang bisa mereka hemat? Apakah  menurut Anda ini sulit diukur? Terlalu banyak intangible? Jika bagi  Anda ini terlalu sulit untuk digambarkan, apa yang Anda harapkan  dilakukan oleh prospek? Lakukan analisa. Bicarakan dengan pelanggan  Anda, buatlah studi kasus. Ajukan cara untuk mengukur benefitnya. Jika  Anda tidak bisa menilai pembelian, jangan berharap pelanggan Anda akan  melakukan hal serupa.</p>
<p><strong>10. Tidak mengakui kesalahan </strong></p>
<p>Dari semua kesalahan, inilah yang paling besar. Pada beberapa titik  Anda menyadari kebenaran yang menyakitkan: Anda membuat kesalahan.  Segera akui. Perbaiki situasi. Jika tidak, kesalahan akan semakin besar,  dan besar, dan terkadang ini sulit dilakukan, tapi, percayalah,  kebangkrutan lebih sulit.</p>
<p>Anggap biaya Anda menyusut. Uang Anda hilang. Kabar baiknya: basis  Anda nol. Dari perspektif ini, apakah Anda akan menginvestasikan dana  segar untuk ide ini? Jika jawabannya tidak, menjauhlah. Segera ganti.  Apapun itu. Tapi jangan mengeluarkan uang setelah kejadian yang buruk.</p>
<p>Baiklah, setiap orang membuat kesalahan. Coba atasi mereka dengan  cepat, sebelum menghancurkan perusahaan Anda.</p>
<p>Untuk menghindari kesalahan di masa datang, terkadang dengan  mengajukan pertanyaan yang baik bisa membantu.</p>
<p>Penulis: Business Coach, Paul Lemberg adalah President of Quantum  Growth Coaching, progam pelatihan dengan sistem yang didesain untuk  menciptakan lebih banyak profit dan kehidupan bagi pengusaha.</p>
<p> Sumber: www.Articles4Business.com</p>
<p>Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com<br> Artikel: <a title="www.pengusahamuslim.com" target="_blank">www.pengusahamuslim.com</a></p>
 