
<p>Salah satu cara kita mengetahui kadar keimanan kita adalah dengan melihat apakah kita suka bersedekah atau tidak. Bersedekah tidak harus banyak dan tidak harus dengan uang, sehingga tidak kaya atau tidak punya uang bukanlah menjadi alasan kita untuk tidak bersedekah. Bersedekah dengan uang Rp 10.000, Rp 20.000, atau Rp 50.000 itu sudah cukup. Atau bersedekah dengan beras yang kita miliki sebanyak satu kilo atau dua kilo, ini pun sudah cukup.</p>
<p>Sedekah adalah bukti keimanan. Bukti keimanan kita terhadap hari akhir, bahwasanya kelak di hari kiamat kita akan mendapat balasan pahala dari Allah, meskipun di dunia kita tidak mendapatkan apa-apa. Kita lelah bekerja mencari uang dan harta, lalu uang tersebut kita berikan tanpa kompensasi dan kita hanya berharap balasan di hari kiamat kelak.</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menyebut bahwa sedekah itu adalah bukti keimanan. Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَالصَّلَاةُ نُورٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ</span></p>
<p>“Shalat adalah cahaya, sedekah merupakan bukti, sabar itu sinar panas, sementara Al-Qur’an bisa menjadi pembelamu atau sebaliknya, menjadi penuntutmu” <strong>(HR. Muslim)</strong>.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/55437-berobat-dengan-sedekah.html" data-darkreader-inline-color="">Berobat Dengan Sedekah ?</a></strong></p>
<p>Imam An-Nawawi <em>rahimahullah </em>menjelaskan bahwa penamaan sedekah karena satu akar kata dengan kata <em>“</em><em>ash-Shidqu”</em> (huruf ص, د, ق) yaitu jujur. Sehingga sedekah menunjukkan kejujuran iman seseorang dan ini adalah bukti. Beliau <em>rahimahullah </em>berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">أي: دليل على صحة إيمان صاحبها، وسميت صدقة؛ لأنها دليل على صدق إيمانه، وبرهان على قوة يقينه.</span></p>
<p>“Sedekah adalah dalil atas kebenaran keimanan seseorang. Itulah mengapa dinamakan sedekah karena menunjukkan jujurnya keimanan seseorang dan bukti kuatnya keyakinannya” <strong>(<em>Syarh Muslim</em>, 3: 86)</strong>.</p>
<p>Yang menguatkan juga bahwa sedekah adalah bukti keimanan yaitu manusia sangat cinta terhadap harta yang didapatkannya. Sehingga manusia punya sifat dasar tidak ingin berpisah dengan harta yang dia miliki. Hanya keimanan yang kuat yang bisa melawan hal ini. Begitu besarnya cinta manusia terhadap harta, sampai-sampai Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menyebut harta sebagai fitnah terbesar bagi umatnya. Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً، وَفِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ</span></p>
<p>“Sesungguhnya pada setiap umat ada fitnah (ujian), dan fitnah umatku adalah harta” <strong>(HR. Bukhari)</strong>.</p>
<p>Sedekah adalah bukti keimanan, sedangkan sifat pelit dan kikir itu sebaliknya. Oleh karena itu, dua hal ini tidak akan menyatu dalam keimanan seorang mukmin.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">لَا يَـجْتَمِعُ الشُّحُّ وَالْإِيْمَانُ فِـيْ قَلْبِ عَبْدٍ أَبَدًا.</span></p>
<p>“Tidak akan pernah berkumpul antara kekikiran dan iman di hati seorang hamba selama-lamanya” <strong>(HR. Ahmad. Lihat <em>Shahih al-Jaami’ Ash-Shaghir</em> no. 7616)</strong>.</p>
<p>Seorang mukmin yang bersedekah juga yakin dengan keimanannya bahwa Allah akan mengganti harta yang telah disedekahkan dengan balasan yang jauh lebih baik.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ</span></p>
<p>“<em>Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya. Dan Dia-lah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya</em>.” <strong>(QS. Saba’: 39)</strong></p>
<p>Tidak hanya itu, seorang mukmin yang bersedekah juga yakin bahwa apa yang disedekahkan akan diberi balasan yang berlipat ganda oleh Allah <em>Ta’ala</em>.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّـهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّـهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّـهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ</span></p>
<p>“<em>Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui</em>” <strong>(QS Al-Baqarah: 261)</strong>.</p>
<p>Seorang muslim yang bersedekah juga yakin dengan keimanannya bahwa hartanya tidak akan berkurang dengan sedekah.</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">مَا نَقَصَ مَالُ عَبْدٍ مِنْ صَدَقَةٍ</span></p>
<p>“Harta seorang hamba tidak akan berkurang karena sedekah.” <strong>(HR Tirmidzi. Lihat <em>Shahih Sunan Ibni Majah</em>)</strong>.</p>
<p>Syaikh Muhammad Al-Mubarakfuri <em>rahimahullah </em>menjelaskan bahwa harta yang disedekahkan akan bertambah berkahnya. Beliau <em>rahimahullah </em>berkata</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">تصدق بها منه بل يبارك له فيه</span></p>
<p>“Harta yang disedekahkan akan diberkahi (diberikan kebaikan yang banyak)” <strong>(<em>Tuhfatul Ahwadzi</em>, 6: 212)</strong>.</p>
<p>Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz <em>rahimahullah</em> menjelaskan bahwa sedekah bisa menambah harta kita (misalnya bisnis menjadi lebih lancar) dan Allah <em>Ta’ala </em>akan menggantikan harta tersebut dengan yang lebih baik. Beliau <em>rahimahullah </em>berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">فالصَّدقات يزيد الله بها الأموال، ويُنزل بها البركة، ويُعَوِّض الله فيها صاحبها الخير العظيم</span></p>
<p>“Dengan sedekah, Allah akan menambahkan hartanya, Allah turunkan keberkahan dan Allah akan gantikan hartanya dengan kebaikan yang besar” <strong>(<em>Syarh Riyadhus Shalihin</em>, https://binbaz.org.sa/audios/2514/191)</strong>.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/52996-enggan-sedekah-adalah-ciri-kemunafikan.html" data-darkreader-inline-color="">Enggan Sedekah Adalah Ciri Kemunafikan</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/50835-pergi-haji-umrah-berkali-kali-atau-berinfak-sedekah.html" data-darkreader-inline-color="">Pergi Haji dan Umrah Berkali-kali atau Berinfak dan Sedekah?</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p>Demikian, semoga bermanfaat.</p>
<p>@ Lombok, Pulau seribu masjid</p>
<p><strong>Penyusun: <a href="https://muslim.or.id/author/raehan"><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color="">Raehanul Bahraen</span></a></strong></p>
<p><strong>Artikel: <a href="https://muslim.or.id/"><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color="">www.muslim.or.id</span></a></strong></p>
 