
<p style="text-align: justify;">Sekedar Renungan…<br>Sungguh aneh seseorang yg tatkala terkena musibah, dirampas hartanya… atau terusir dari kampungnya…atau hilangnya kenikmatan yang selama ini dibanggakannya.. <br>Lalu masih belum juga instropeksi diri atas kesalahan masa silam…<br>Firman Allah <br><span class="special">وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ</span><br><em>Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).</em><br>Seakan-akan ayat ini tidak mencakup dirinya</p>
<p>  <!--more-->  </p>
<p style="text-align: justify;">Seakan-akan justru musibah tersebut malah membuktikan imannya yang tinggi?!!<br>Sungguh tatakala ia terkena musibah masih saja tersirat nuansa ujub dari dirinya, <br>Musibah hendaknya disambut dengan istighfar dan instropeksi diri, bukan dengan bangga dan keras kepala, masih terus bangga dengan sikapnya selama ini…yang hobi menjatuhkan saudara-saudaranya atau mencari-cari kesalahan saudaranya…atau memaksakan sesuatu yang bukan kesalahan sebagai suatu kesalahan, bahkan kebenaran yang ada pada suadaranya ditutup-tutupi dan digambarkan sebagai kesesatan??<br>Hasad dimunculkannya dengan baju “nasehat”, dengki ditampakan dengan gaun “bernahi mungkar”<br>Jika ia tdk sadar dengan teguran Allah di dunia haruskah ia baru sadar jika baru ditegur di akhirat???<br>(Nasehat buat penulis dan para pembaca)</p>
<p> </p>
 