
<p>Ini salah satu ancaman lagi dari Nabi kita bagi pria yang enggan berjamaah ke Masjid.</p>
<p> </p>
<h4>Bab Keutamaan Shalat Berjamaah dari kitab Riyadhus Sholihin, Hadits no. 1068.</h4>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em> bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْتَطَبَ ، ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا ، ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيَؤُمَّ النَّاسَ ، ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ</p>
<p>“<em>Demi jiwaku yang ada pada tangan-Nya, aku telah bermaksud memerintahkan untuk mengambilkan kayu bakar, lalu dikumpulkan, kemudian aku memerintahkan azan shalat untuk dikumandangkan. Lalu aku memerintahkan seseorang untuk mengimami orang-orang berjama’ah, kemudian aku mendatangi orang-orang yang tidak shalat berjama’ah lalu aku membakar rumah mereka</em>.” (HR. Bukhari, no. 644 dan Muslim, no. 651)</p>
<p> </p>
<h4>Kesimpulan Mutiara Hadits</h4>
<ul>
<li>Ada ancaman keras bagi orang yang meninggalkan shalat berjamaah.</li>
<li>Boleh meninggalkan shalat berjamaah jika memang ada uzur seperti salah satunya yang disebutkan dalam hadits.</li>
<li>Boleh menjadikan imam yang kurang utama, padahal ada imam yang lebih utama jika memang ada maslahat.</li>
<li>Shalat mesti dengan azan untuk menandakan masuknya waktu shalat.</li>
</ul>
<p> </p>
<h4>Beberapa Alasan Laki-Laki Boleh Meninggalkan Shalat Berjama’ah di Masjid</h4>
<p> </p>
<ol>
<li>Dalam keadaan sangat takut seperti ketika perang.</li>
<li>Sakit.</li>
<li>Hujan deras yang menyulitkan.</li>
<li>Angin kencang di malam yang dingin.</li>
<li>Sudah dihidangkan makanan dan keadaan sangat lapar.</li>
<li>Ketika ingin buang hajat (kencing atau air besar).</li>
<li>Jika butuh penjagaan keamanan.</li>
</ol>
<h2></h2>
<h4>Referensi:</h4>
<p><strong>1- </strong><em>Bahjah An-Nazhirin</em>. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. 2:244.</p>
<p><strong>2-</strong><em> Shalat Al-Mu’min</em>. Syaikh Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahthani. Penerbit Maktabah Al-Malik Fahd. hlm. 555-558</p>
<p> </p>
<p>—</p>
<p>Selesai disusun <a href="https://darushsholihin.com/">@ Perpus Rumaysho Darush Sholihin</a>, 22 Dzulqa’dah 1438 H</p>
<p>Oleh: <a href="http://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="http://rumaysho.com">Rumaysho.Com</a></p>
 