
<p>Berikut ringkasan tata cara berdoa pada beberapa jenis doa dan beberapa kesempatan yang dianjurkan berdoa. Semoga dapat menambah ilmu kita.</p>

<h2>Doa ketika ada hajat atau permintaan kepada Allah</h2>
<p>Disebut juga doa<em> mas’alah</em>. Merupakan jenis yang umumnya dilakukan dalam berdoa. Bentuk ini juga yang digunakan ketika membaca doa qunut, dan pada beberapa rangkaian ibadah haji. Termasuk juga berdoa ketika seperti malam akhir, berdoa di antara adzan dan iqamat, berdoa ketika i’tikaf dan berdoa pada semua waktu-waktu mustajab secara umum. Caranya:</p>
<ol>
<li>Dianjurkan menghadap kiblat</li>
<li>Mengangkat kedua tangannya dengan telapak tangan terbuka di depan dada, tepatnya di pertengahan dada.</li>
<li>Bentuk tangan terdapat beberapa pilihan cara:
<ol>
<li>Kedua telapak tangan dibuka namun kedua tidak saling menempel, melainkan ada celah diantara keduanya, tidak harus di arahkan ke langit. Ini pendapat Hanafiyah.</li>
<li>Telapak tangan mengarah ke langit dan punggung tangan ke arah bumi, boleh ditempelkan ataupun tidak, ini pendapat Syafi’iyyah</li>
<li>Telapak tangan mengarah ke langit dan punggung tangan ke arah bumi, keduanya ditempelkan. Ini pendapat Hanabilah</li>
<li>Boleh juga seseorang menutup wajahnya dengan telapak tangannya dan kedua punggung tangannya menghadap kiblat, menurut sebagian ulama.</li>
</ol>
</li>
<li>Memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah</li>
<li>Membaca doa-doa</li>
<li>Tangan kembali seperti semula, tanpa mengusap wajah</li>
</ol>
<p>Penjelasan rinci, silakan simak artikel:</p>
<ul>
<li><a href="http://muslim.or.id/9295-mengangkat-tangan-ketika-berdoa.html" target="_blank" rel="noopener">Mengangkat Tangan Ketika Berdoa</a></li>
<li><a href="http://muslim.or.id/26976-derajat-hadits-mengusap-wajah-setelah-berdoa.html" target="_blank" rel="noopener">Derajat Hadits Mengusap Wajah Setelah Berdoa</a></li>
<li><a href="http://muslim.or.id/3853-waktu-waktu-terkabulnya-doa.html" target="_blank" rel="noopener">Waktu-Waktu Terkabulnya Do’a</a></li>
</ul>
<h2>Berdoa ketika memiliki hajat yang sangat mendesak, musibah yang besar atau ketika istisqa</h2>
<p>Caranya:</p>
<ol>
<li>Dianjurkan menghadap kiblat</li>
<li>Bersungguh-sungguh mengangkat kedua tangan ke atas dengan sangat tinggi hingga terlihat warna ketiak. Boleh juga hingga punggung tangan menghadap ke langit dan telapaknya menghadap ke bumi.</li>
<li>Memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah</li>
<li>Membaca doa-doa</li>
<li>Tangan kembali seperti semula, tanpa mengusap wajah</li>
</ol>
<p>Penjelasan rinci, silakan simak artikel: <a href="http://muslim.or.id/9295-mengangkat-tangan-ketika-berdoa.html" target="_blank" rel="noopener">Mengangkat Tangan Ketika Berdoa</a></p>
<h2>Berdoa setelah shalat wajib</h2>
<p>Berdoa setelah shalat wajib diperselisihkan para ulama apakah ia disyariatkan ataukah tidak. Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات</span></p>
<p>“<em>Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib</em>” (HR. Tirmidzi, 3499).</p>
<p>Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam <em>Zaadul Ma’ad</em> (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib. Ahli fiqih masa kini, Syaikh Ibnu Utsaimin <em>rahimahullah</em> berkata: “Apakah berdoa setelah shalat itu disyariatkan atau tidak? Jawabannya: tidak disyariatkan. Karena Allah <em>Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ</span></p>
<p>“<em>Jika engkau selesai shalat, berdzikirlah” (QS. An Nisa: 103). Allah berfirman ‘berdzikirlah’, bukan ‘berdoalah’. Maka setelah shalat bukanlah waktu untuk berdoa, melainkan sebelum salam</em>” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 15/216).</p>
<p>Namun jika seseorang kebetulan memang memiliki suatu hajat yang ingin ia minta kepada Allah, yang sifatnya tidak rutin namun insidental, boleh berdoa setelah shalat wajib karena termasuk doa <em>mas’alah</em> yang sifatnya mutlak. Maka caranya sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Setelah selesai shalat, membaca dzikir-dzikir yang disyariatkan setelah shalat</li>
<li>Setelah itu membaca doa sebagaimana tata cara pada poin <em>doa mas’alah</em>
</li>
</ol>
<p>Adapun cara berdoa sebelum salam, sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Setelah selesai membaca tasyahud, membaca doa berlindung dari empat hal:
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ</span></p>
<p>“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.” (HR. Bukhari-Muslim)</p>
</li>
<li>Setelah itu membaca doa-doa bebas yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, sebanyak-banyaknya. Dalam keadaan masih duduk tasyahud, dan tangan sebagaimana keadaan tangan ketika tasyahud, tidak diangkat.</li>
<li>Jika tidak hafal doa-doa dari Nabi, maka dengan doa-doa bebas asalkan dengan bahasa Arab.</li>
<li>Jika tidak bisa bahasa Arab, Syaikh Abdurrazzaq Al Abbad pernah mengatakan boleh berdoa dengan bahasa Indonesia</li>
<li>Setelah itu salam ketika imam salam.</li>
</ol>
<p>Penjelasan rinci silakan simak:</p>
<ul>
<li><a href="http://muslim.or.id/3853-waktu-waktu-terkabulnya-doa.html" target="_blank" rel="noopener">Waktu-Waktu Terkabulnya Do’a</a></li>
<li><a href="http://muslim.or.id/22807-fatwa-ulama-berdoa-secara-berjamaah-setelah-shalat.html" target="_blank" rel="noopener">Fatwa Ulama: Berdoa Secara Berjamaah Setelah Shalat</a></li>
</ul>
<h2>Tata Cara Berdoa dalam khutbah Jum’at dan khutbah dua hari raya</h2>
<p>Bagi khatib Jum’at, tata cara berdoanya adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Mengangkat tangan kanan dan jari telunjuk menunjuk ke atas</li>
<li>Memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah</li>
<li>Membaca doa-doa</li>
<li>Tangan kembali seperti semula, tanpa mengusap wajah</li>
</ol>
<p>Bagi jama’ah, tata cara berdoanya sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Mendengarkan doa khatib, dan tidak perlu mengangkat tangan. Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan: “setiap ibadah yang dilakukan di masa Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em>, jika ketika melakukannya beliau tidak mengangkat kedua tangannya, berarti hal tersebut tidak disyariatkan kepada kita ketika melakukan ibadah tersebut. Ini dalam rangka meneladani Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em>. Contohnya ketika khutbah jum’at, khutbah Ied, doa di antara dua sujud dalam shalat, doa-doa dzikir setelah shalat wajib, karena tidak ada dalil yang menunjukkan hal tersebut. Yang disyariatkan kepada kita adalah meneladani Nabi <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> dalam melakukan suatu atau meninggalkan suatu (dalam ibadah)” (<em>Majmu’ Fatawa Ibnu Baaz</em>, 26/144).</li>
<li>Mengucapkan “<em>amin</em>” pada setiap doa khatib per kalimatnya, atau cukup sekali di akhir doa. Karena orang yang mengaminkan doa itu dianggap sama seperti orang yang membaca doa.</li>
</ol>
<p>Penjelasan rinci silakan simak:</p>
<ul>
<li><a href="http://muslim.or.id/9295-mengangkat-tangan-ketika-berdoa.html" target="_blank" rel="noopener">Mengangkat Tangan Ketika Berdoa</a></li>
<li><a href="https://kangaswad.wordpress.com/2014/03/22/mengaminkan-doa-dianggap-berdoa/" target="_blank" rel="noopener">Mengaminkan Doa, Dianggap Berdoa</a></li>
</ul>
<h2>Tata cara Berdoa ketika sujud dalam shalat</h2>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا</span></p>
<p>“<em>Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu</em>” (HR. Muslim, no.482).</p>
<p>Caranya sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Membaca dzikir-dzikir ketika sujud</li>
<li>Ketika selesai, membaca doa-doa bebas yang diajarkan oleh Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam, </em>sebanyak-banyaknya.</li>
<li>Jika tidak hafal, maka dengan doa-doa bebas asalkan dengan bahasa Arab</li>
<li>Jika tidak bisa bahasa Arab, Syaikh Abdurrazzaq Al Abbad pernah mengatakan boleh berdoa dengan bahasa Indonesia</li>
<li>Boleh membaca doa dari ayat Al Qur’an ketika sujud</li>
</ol>
<p>Penjelasan rinci simak:</p>
<ul>
<li><a href="https://kangaswad.wordpress.com/2014/03/22/mengaminkan-doa-dianggap-berdoa/" target="_blank" rel="noopener">Mengaminkan Doa, Dianggap Berdoa</a></li>
<li><a href="http://muslim.or.id/25630-fatwa-ulama-membaca-doa-dari-al-quran-ketika-sujud.html" target="_blank" rel="noopener">Fatwa Ulama: Membaca Doa Dari Al Qur’an Ketika Sujud</a></li>
</ul>
<h2>Tata Cara Berdoa ketika hendak makan dan selesai makan</h2>
<p>Caranya:</p>
<ol>
<li>Sebelum makan membaca: “<em>Bismillah</em>“</li>
<li>Tidak perlu mengangkat tangan</li>
<li>Setelah itu mulai makan.</li>
<li>Jika terlupa membaca “<em>Bismillah</em>“, maka membaca “<em>bismillahi awalahu wa akhirahu</em>” ketika teringat di tengah makan.</li>
<li>Setelah selesai makan mengucapkan “<em>Alhamdulillah</em>“, atau doa-doa setelah makan lain yang diajarkan Nabi.</li>
</ol>
<p>Penjelasan rinci simak:</p>
<ul>
<li><a href="https://kangaswad.wordpress.com/2016/02/15/derajat-hadits-doa-sebelum-makan-allahumma-bariklana/" target="_blank" rel="noopener">Derajat Hadits Doa Sebelum Makan: “Allahumma Bariklana…”</a></li>
<li><a href="http://muslim.or.id/42-adab-makan-seorang-muslim-1.html" target="_blank" rel="noopener">Adab-Adab Makan Seorang Muslim (1)</a></li>
</ul>
<p>Semoga yang sedikit ini bermanfaat. <em>Wabillahi at taufiq was sadaad</em>.</p>
<p>***</p>
<p><strong>Penyusun: Yulian Purnama</strong></p>
<p><strong>Artikel Muslim.or.id</strong></p>
 