
<p> </p>
<p>Sebagai renungan Tahun Baru Hijriyah, i<span class="userContent">ni yang terpenting diingat.</span></p>
<p style="text-align: center;"><em>Bertambahnya waktu, semakin berkurangnya umur.</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Bertambahnya waktu, semakin dekat pula kematian.</em></p>
<p>Sungguh hidup di dunia hanyalah sesaat dan semakin bertambahnya waktu kematian pun semakin dekat. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">مَا لِى وَمَا لِلدُّنْيَا مَا أَنَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا</p>
<p>“<em>Aku tidaklah mencintai dunia dan tidak pula mengharap-harap darinya. Adapun aku tinggal di dunia tidak lain seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu meninggalkannya.</em>” (HR. Tirmidzi no. 2551. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi)</p>
<p>Hasan Al Bashri mengatakan, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanya memiliki beberapa hari. Tatkala satu hari hilang, akan hilang pula sebagian darimu.” (<em>Hilyatul Awliya’</em>, 2: 148, Darul Kutub Al ‘Arobi)</p>
<p>Semoga Allah berkahi setiap waktu kita dalam kebaikan.</p>
<p>—</p>
<p>Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p>Artikel <a title="RemajaIslam.Com" href="https://remajaislam.com" target="_blank">RemajaIslam.Com</a></p>
 