
<p style="text-align: center;"><img loading="lazy" alt="Pesantren_Darush_Sholihin_Laporan_20_Mei_2012" src="images/assets/Pesantren_Darush_Sholihin_Laporan_20_Mei_2012.png" height="353" width="500"></p>
<p> <em> </em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>Info donasi secara lengkap…</strong></span></p>
<p>    <!--more-->  </p>
<div style="text-align: center;"></div>
<div style="text-align: center;"></div>
<div style="text-align: center;"></div>
<div style="text-align: center;"></div>
<div style="text-align: center;"><strong><span style="color: #0000ff;">Alamat</span> <span style="color: #0000ff;">Pesantren</span>:</strong></div>
<div style="text-align: center;">Masjid Jami’ Al Adha, Dusun Warak, Desa Girisekar, Panggang, Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta, 55872.</div>
<p style="text-align: center;">HP: 0815 680 7937, email: <span style="text-decoration: underline;"><a href="mailto:rumaysho@gmail.com">rumaysho@gmail.com</a></span>, PIN BB Pesantren: <span style="color: #ff0000;">231831BE</span>, website:        <span style="text-decoration: underline;"><a href="http://www.rumaysho.com/">www.rumaysho.com</a></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff00ff;"><strong>Pendahuluan</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dusun Warak terletak sekitar 70 km dari kota Jogja. Dusun ini berada di daerah pegunungan dengan kondisi tanah yang kering. Dusun Warak yang berada di         Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Gunung Kidul, DIY adalah di antara dusun miskin, bertaraf pendidikan rendah (rata-rata lulusan SMP) dan juga sangat         kekurangan air di musim kemarau karena mengingat kondisi tanah yang sulit menampung air. Air untuk keperluan mandi dan makan di musim kemarau mesti         didapat dengan cara membeli per tangki (5000 L) sekitar Rp.120.000. Walaupun dari segi ekonomi agak sedikit maju untuk saat ini dikarenakan fasilitas         jalan yang telah mengalami renovasi dari tahun-tahun sebelumnya. Pekerjaan warga rata-rata adalah bertani dengan kondisi tanah mengalami kekeringan di         musim kemarau. Sebagian lagi sebagai buruh bangunan yang mesti melaju ke Jogja setiap pekannya untuk mengais rizki.</p>
<p style="text-align: justify;">Sembilan puluh delapan persen (98%) warga Dusun Warak memeluk agama Islam. Dari sisi agama, Dusun Warak terbilang masih jauh tertinggal, Islam bahkan         bisa dikata hanya Islam KTP. Kenduren dan tradisi syirik sejak dahulu masih jadi pegangan masyarakat, meskipun saat ini berangsur-angsur hilang. Akidah         masyarakat pun masih perlu ditata ulang karena masih menganut ajaran-ajaran nenek moyangnya dahulu yang berlatar belakang ajaran Hindu. Ditambah lagi         dari sisi bacaan Qur’an pun masih sedikit yang menguasai. Generasi muda saat inilah yang mulai sadar akan pentingnya belajar Al Qur’an dan belajar         Islam. Sejak empat tahun belakangan ini, mulai digencarkan pembelajaran Al Qur’an setiap malam Ahad yang disebut dengan ‘sema’an keliling’ karena pada         malam tersebut dilakukan tadarusan keliling ke setiap masjid di Dusun Warak (ada 6 masjid). Yang biasa mengikuti kegiatan ini mulai dari anak kelas 3         SD sampai dengan anak SMA yang sudah bisa membaca Al Qur’an. Dalam kegiatan sema’an tersebut diisi pula dengan kajian Islam yang sifatnya sederhana dan         memahamkan. Adapun untuk kelas pendidikan Al Qur’an terhadap anak-anak usia dini dibina melalui TPA. Di masjid besar, TPA masih terus berjalan. Namun         di beberapa masjid atau musholla masih sangat tertinggal karena para pengajar biasanya adalah anak SMP atau SMA yang jika mereka sudah lulus sekolah         mesti mengais rizki ke Jogja.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff00ff;"><strong>Latar Belakang</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berlatar belakang kurangnya ilmu agama (dengan pemahaman yang benar) di tengah masyarakat Dusun Warak, ditambah lagi kurangnya kaderisasi da’i di         masyarakat, sangat perlu sekali didirikan pesantren yang bisa membina generasi muda. Karena setiap orang tua sangat ingin anaknya tetap belajar di         sekolah umum di pagi harinya, maka yang sangat mungkin adalah pembelajaran di sore hari. Sedangkan bagi yang sudah lulus SMP atau SMA bisa mengikuti         pesantren ini jika diberi lapangan pekerjaan sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh ke Jogja setiap pekannya untuk mencari penghidupan. Begitu pula         santri pun sangat senang jika mereka mendapatkan keringanan dengan bebas biaya pendidikan, bahkan bisa mendapatkan beasiswa tiap bulannya untuk         memotivasi mereka dalam belajar dan menunjang pula ekonomi keluarganya yang rata-rata berada di bawah garis kemiskinan. Sedangkan bagi yang telah lulus         dan sambil kerja di pesantren, juga bisa mendapatkan penghasilan yang cukup. Jadi, pesantren yang berbasis pengajaran wirausaha sangat dibutuhkan di         Dusun Warak ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff00ff;"><strong>Gambaran Pesantren</strong></span></p>
<ol>
<li>
<p style="text-align: justify;">Pesantren ini diberi nama Pesantren Darush Sholihin, dengan rencana menggunakan gedung sarana belajar dua lantai dengan tanah yang akan                 dibebaskan seluas 399 m<sup>2</sup>.</p>
</li>
<li>
<p style="text-align: justify;">Pembelajaran Pesantren Darush Sholihin akan dimulai insya Allah Februari 2013.</p>
</li>
<li>
<p style="text-align: justify;">Waktu pembelajaran adalah di sore hari, mulai pukul 16.00 – 19.00 WIB. Di bulan Ramadhan mulai pukul 15.00 – 17.00 WIB.</p>
</li>
<li>
<p style="text-align: justify;">Para santri akan dibagi beberapa kelas, yaitu (1) Kelas A: pembelajaran Iqro’ dan dasar-dasar Islam, (2) Kelas B: pembelajaran Al Qur’an dan                 dasar-dasar Islam, (3) Kelas C: pembelajaran Al Qur’an dan ajaran Islam lanjutan sebagai bekal untuk menjadi seorang mubaligh, (4) Kelas D:                 pembelajaran Islam lanjutan, bekal menjadi seorang mubaligh dan bekal wirausaha.</p>
</li>
<li>
<p style="text-align: justify;">Di samping pelajaran agama, khususnya santri kelas D akan dididik wirausaha dan disediakan lapangan kerja. Di pagi hari mereka bekerja. Di sore                 harinya, mereka mengikuti pelajaran pesantren seperti kelas C. Lapangan kerja yang akan disesuaikan disesuaikan dengan sumber daya alam                 setempat. Seperti mengolah singkong menjadi berbagai kripik, lempeng menjadi makanan yang gurih dan nikmat. Juga akan dikembangkan usaha toko                 online untuk pemasaran produk desa atau produk lainnya bagi santri yang berasal dari STM jurusan IT. Ada pula lapangan pekerja untuk santri                 yang memiliki ketrampilan menjahit, mereka bisa memproduksi pakaian muslim dan muslimah.</p>
</li>
<li>
<p style="text-align: justify;">Pesantren hanya menyiapkan fasilitas dan sarana belajar, tanpa menyediakan asrama karena target santri adalah warga sekitar yang tidak butuh                 menginap.</p>
</li>
<li>
<p style="text-align: justify;">Pesantren selama Ramadhan 1432 H ini sudah berjalan untuk masa uji coba dengan memanfaatkan rumah kediaman pengajar yang telah dilengkapi                 beberapa fasilitas mengajar seperti projector dan printer. Santri yang aktif mengikuti pesantren selama Ramadhan dibagi menjadi dua kelas.                 Kelas A sebanyak 22 santri, terdiri dari siswa kelas 5 SD s/d 1 SMP. Kelas B sebanyak 31 santri, terdiri dari siswa kelas 2 SMP s/d SMA.</p>
</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff00ff;"><strong>Anggaran</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mendirikan bangunan Pesantren Darush Sholihin, besar dana yang dibutuhkan:</p>
<ol>
<li>
<p style="text-align: justify;">Pendirian talut Rp.20.000.000</p>
</li>
<li>
<p style="text-align: justify;">Pendirian bangunan 2 lantai Rp.200.000.000</p>
</li>
<li>
<p style="text-align: justify;">Penyediaan sarana belajar mengajar Rp.10.000.000</p>
</li>
<li>
<p style="text-align: justify;">Penyediaan sarana wirausaha Rp.50.000.000</p>
</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Total dana: Rp.280.000.000 (*)</p>
<p style="text-align: justify;">(*) Ini perhitungan yang telah kami perbaharui, 25 Shafar 1433 H.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff00ff;"><strong>Penggalangan Dana</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Donasi untuk pendirian Pesantren Darush Sholihin bisa disalurkan lewat:</p>
<ol>
<li>
<p style="text-align: left;">Rekening BCA KCP Kaliurang atas nama Muhammad Abduh Tuasikal: <strong>8610123881</strong>.</p>
</li>
</ol>
<ol start="2">
<li>
<p style="text-align: left;">Rekening BNI Syariah atas nama Sdr Muhammad Abduh Tuasikal: <strong>0194475165</strong>.</p>
</li>
</ol>
<ol start="3">
<li>
<p style="text-align: left;">Rekening Bank Syariah Mandiri KCP Wonosari atas nama Muhammad Abduh Tuasikal: <strong>3107011155</strong>.</p>
</li>
<li>
<p style="text-align: left;">Rekening BRI Yogyakarta Cik Ditiro atas nama Muhammad Abduh Tuasikal: <strong>0029-01-101480-50-9</strong>.</p>
</li>
</ol>
<p style="text-align: left;">Setelah mengirimkan donasi, silakan mengkonfirmasi ulang ke 0815 680 7937 (via SMS) atau via BBM ke PIN BB Pesantren: <span style="color: #ff0000;">231831BE</span> dengan mengetik: nama donatur, besar donasi, rekening tujuan, tanggal transfer, keperluan transfer. Konfirmasi ini harus ada untuk membedakan dengan donasi lainnya yang disalurkan lewat        <span style="text-decoration: underline;"><a href="http://www.rumaysho.com/">www.rumaysho.com</a></span>.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Contoh konfirmasi</strong> : Ahmad#Rp.2.000.123#BSM#12 Agustus 2011#pesantren.</p>
<p style="text-align: center;">Menyalurkan dana untuk pendirian pesantren ini termasuk amal jariyah yang disebutkan dalam sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p dir="RTL" style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><span style="font-size: 14pt;">إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ</span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">“         <em> Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak             yang sholeh </em> ” (HR. Muslim no. 1631)</span></p>
<p style="text-align: center;" lang="id-ID">Semoga Allah berkahi rizki para pengunjung rumaysho.com sekalian dan moga mendapat pahala melimpah.</p>
<p style="text-align: center;"> </p>
<p style="font-size: medium; text-align: center;"><span style="color: #0000ff; font-size: large;"><span style="line-height: 43px;"><strong><a target="_blank" title="Rencana Pengembangan Pesantren Darush Sholihin" href="https://rumaysho.com/pusat-informasi/sosial/rencana-pengembangan-pesantren-darush-sholihin-2780">Rencana Pengembangan Pesantren Darush Sholihin</a></strong></span></span></p>
<p style="text-align: center;"> </p>
<p style="text-align: center;">Warak, Girisekar, Panggang, Gunung Kidul</p>
<p style="text-align: center;">12 Ramadhan 1432 H (12/08/2011)</p>
<p style="text-align: center;">Pimpinan Pesantren Darush Sholihin</p>
<p style="text-align: center;">Muhammad Abduh Tuasikal, ST</p>
<p style="text-align: center;"> </p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: #0000ff;">Tentang Pimpinan Pesantren Darush Sholihin:</span></p>
<p style="text-align: center;">Beliau adalah pengasuh web islami di antaranya website pribadi beliau rumaysho.com dan muslim.or.id. Beliau juga menjadi penasehat di Majalah Pengusaha         Muslim dan beberapa tulisan beliau sempat dimuat di beberapa majalah Islami seperti Majalah Al Furqon dan Majalah Fatawa. Saat ini beliau sedang         melanjutkan studi S2 Magister Polymer Engineering di Jami’ah Malik Su’ud Riyadh KSA. Di sore harinya juga rutin menghadiri majelis beberapa ulama di         Riyadh di antaranya <a href="http://alfawzan.ws/" title="Website Pribadi Syaikh Sholeh Al Fauzan" target="_blank">Syaikh Sholeh bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan</a> <em> </em>dan <a href="http://www.alshathri.net/" title="Website Syaikh Sa'ad Asy Syitsri" target="_blank">Syaikh Sa’ad Asy Syatsriy</a> <em>-hafizhohumallah-</em>.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><strong><span style="font-size: 18pt;">Jumlah Pemasukan Donasi s/d 23/11/2012</span></strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><span style="font-size: 12pt;"><strong>Total pemasukan = Rp.497.046.708,-</strong></span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span><span><strong>(Laporan ini memuat donasi beberapa bulan terakhir karena tidak bisa termuatnya seluruh data di website ini)</strong></span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span><span><strong><br></strong></span></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong></p>
<p> </p>
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="width: 584px;">
<colgroup>
<col width="38">
<col width="85">
<col width="199">
<col width="98">
<col width="100">
<col width="64">
</colgroup>
<tbody>
<tr height="20">
<td height="20" width="38">535</td>
<td width="85">3-Nov</td>
<td width="199">Sidiq</td>
<td width="98">111,111</td>
<td width="100">BSM</td>
<td width="64">pesantren</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">536</td>
<td>3-Nov</td>
<td>Sidiq</td>
<td>111,111</td>
<td>BSM</td>
<td>sedekah</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">537</td>
<td>6-Nov</td>
<td>Cristian</td>
<td>500,000</td>
<td>BCA</td>
<td>renovasi masjid</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">538</td>
<td>6-Nov</td>
<td>Timoer</td>
<td>300,000</td>
<td>BCA</td>
<td>sedekah</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">539</td>
<td>7-Nov</td>
<td>Abdul Karim (alm)</td>
<td>5,000,000</td>
<td>BCA</td>
<td>pesantren</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">540</td>
<td>7-Nov</td>
<td>Jumilah (alm)</td>
<td>5,000,000</td>
<td>BCA</td>
<td>pesantren</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">541</td>
<td>11-Nov</td>
<td>Elen</td>
<td>500,000</td>
<td>BRI</td>
<td>renovasi masjid</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">542</td>
<td>11-Nov</td>
<td>Sandra</td>
<td>5,000,000</td>
<td>BCA</td>
<td>renovasi masjid</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">543</td>
<td>11-Nov</td>
<td>Sandra</td>
<td>2,500,000</td>
<td>BCA</td>
<td>sedekah</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">544</td>
<td>18-Nov</td>
<td>Tommy Andjar Ciputra</td>
<td>2,500,000</td>
<td>BSM</td>
<td>sedekah</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">545</td>
<td>12-Sep</td>
<td>Widhi</td>
<td>100,000</td>
<td>BSM</td>
<td>pesantren</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">546</td>
<td>14-Nov</td>
<td>A. Fishda</td>
<td>100,000</td>
<td>BCA</td>
<td>sedekah</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">547</td>
<td>15-Nov</td>
<td>M. Najiwa</td>
<td>100,000</td>
<td>BNI</td>
<td>pesantren</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">548</td>
<td>16-Nov</td>
<td>Hamba Allah</td>
<td>2,000,000</td>
<td>BSM</td>
<td>renovasi masjid</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">549</td>
<td>17-Nov</td>
<td>Hamba Allah</td>
<td>1,000,000</td>
<td>BNI</td>
<td>renovasi masjid</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">550</td>
<td>17-Nov</td>
<td>Hendri</td>
<td>100,000</td>
<td>BNI</td>
<td>renovasi masjid</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">551</td>
<td>17-Nov</td>
<td>Andi</td>
<td>100,000</td>
<td>BRI</td>
<td>perpustakaan</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">552</td>
<td>19-Nov</td>
<td>Abu Qois</td>
<td>100,000</td>
<td>BNI</td>
<td>renovasi masjid</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">553</td>
<td>19-Nov</td>
<td>Dini Retnani A.</td>
<td>250,000</td>
<td>BCA</td>
<td>pesantren</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">554</td>
<td>20-Nov</td>
<td>Hamba Allah</td>
<td>100,000</td>
<td>BSM</td>
<td>pesantren</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">555</td>
<td>23-Nov</td>
<td>Abu Hariz</td>
<td>200,000</td>
<td>BNI</td>
<td>pesantren</td>
</tr>
<tr height="20">
<td height="20">556</td>
<td>19-Nov</td>
<td>Jiwandaru</td>
<td>400,000</td>
<td>BSM</td>
<td>perpustakaan</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<p> </p>
 