
<p>Hari Arafah 9 Dzulhijjah sudah diambang pintu. Memangnya ada apa ?</p>
<p>Ketahuilah bahwa hari Arafah merupakan hari yang penuh dengan keutamaan, karena hari Arafah adalah hari:</p>
<ol>
<li>Hari Allah membuka pintu <em>maghfirah</em> (ampunan) seluas-luasnya.</li>
<li>Hari bagi para jama’ah haji untuk wukuf yang merupakan inti haji.</li>
<li>Hari penyempurnaan agama  dan nikmat yang agung kepada ummat Islam.</li>
</ol>
<p>Ummul mukminin Aisyah pernah menuturkan bahwasanya Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيْهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُوْ ثُمَّ يُبَاهِيْ بِهِمْ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُوْلُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ ؟</span></p>
<p>“<em>Tidak ada suatu hari yang Allah lebih banyak membebaskan seorang hamba dari api neraka melainkan hari Arafah. Sesungguhnya Allah mendekat dan berbangga di hadapan para malaikatnya seraya berkata: Apa yang mereka inginkan?</em>” (HR. Muslim no. 1348).</p>
<p>Imam An-Nawawi berkata: “Hadits ini jelas sekali menunjukkan keutamaan hari Arafah”.</p>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> juga bersabda:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِنَّ اللهَ لَيُبَاهِيْ الْمَلاَئِكَةَ بِأَهْلِ عَرَفَاتٍ يَقُوْلُ: اُنْظُرُوْا إِلىَ عِبَادِيْ شَعْثًا غَبْرًا</span></p>
<p>“<em>Sesungguhnya Allah membanggakan orang-orang yang wukuf di Arafah kepada para malaikat. Allah berkata kepada mereka: Lihatlah para hambaKu, mereka dalam keadaan kusut dan berdebu</em>” (HR. Ibnu Khuzaimah, no.2839, dishahihkan Al Albani dalam <em>Shahih Ibnu Khuzaimah</em>).</p>
<p>Maka semestinya bagi kita untuk memanfaatkan hari Arafah untuk memperbanyak pundi-pundi pahala sebagai bekal menghadap Sang Maha Kuasa.</p>
<p>Diantara amalan yang sangat dianjurkan adalah puasa, berdasarkan hadits dari Abu Qotadah bahwasanya Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam </em>ditanya tentang puasa Arafah, beliau menjawab:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ</span></p>
<p>“<em>Puasa arafah menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang</em>” (HR. Muslim no. 1162).</p>
<p><em>Subhanallah</em>, alangkah murahnya kasih sayang Allah kepada hambaNya. Hanya dengan modal amalan yang sederhana tapi pahalanya begitu melimpah. Bukankah kita adalah makhluk hina yang berlumuran dosa ? Bukankah kita sangat butuh pada ampunanNya ?</p>
<p>Sungguh berbahagia orang yang menghidupkannya dan sungguh rugi orang yang melalaikannya.</p>
<p>Dan diantara amalan yang ditekankan juga adalah memperbanyak doa di hari Arafah. Karena doa saat itu adalah mustajab. Dan ini merupakan keadilan Allah. Jika para jamaah haji yang sedang wukuf doanya mustajab, demikian juga yang tidak haji disyariatkannya puasa karena doa orang puasa juga mustajab.</p>
<p>***</p>
<p><strong>Penulis: Ust. Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi</strong></p>
<p><strong>Artikel Muslim.or.id</strong></p>
 