
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Ujian Berat Nabi Ayyub ‘Alaihissalam</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Nabi Ayyub ‘alaihissalam mendapatkan <a href="https://muslim.or.id/4722-ujian-hakiki.html">ujian</a> yang sangat berat. Hartanya habis semuanya, <a href="https://muslim.or.id/46136-mengambil-faidah-dari-luqmanul-hakim-tentang-pendidikan-anak.html">anak-anak</a> beliau meninggal dan badan beliau digrogoti penyakit yang sangat parah. Dibalik ini semua beliau menunjukkan kualitas tauhid yang tinggi dengan bersabar dan tidak mengeluh sedikit pun. </span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/51821-tafsir-ayat-proses-persalinan-maryam-binti-imran.html" data-darkreader-inline-color="">Tafsir Ayat Proses Persalinan Maryam binti Imran</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Proses Kesembuhan Nabi Ayyub ‘Alaihissalam</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada kesempatan kali ini kita akan membahas <a href="https://muslim.or.id/51821-tafsir-ayat-proses-persalinan-maryam-binti-imran.html">tafsir ayat</a> bagaimana proses kesembuhan Nabi Ayyub. Beliau sembuh karena minum dan mandi dari mata air yang muncul dari sekali atau dua kali hentakan kaki beliau. Sebagian orang mengira beliau sembuh karena hentakan kaki yang dilakukan berkali-kali, hal ini TIDAK benar. Beliau baru sembuh setelah minum dan mandi dari mata air hasil, bukan setelah hentakan kaki. Yang lebih penting, beliau sembuh karena doa beliau kepada Allah dengan kesabaran yang tinggi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ayat yang menceritakan kesembuhan nabi Ayyub sebagai berikut, Allah berfirman:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">ارْكُضْ بِرِجْلِكَ ۖ هَٰذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum”. [Shad: 42]</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/22310-beberapa-faidah-dari-kisah-nabi-yusuf.html" data-darkreader-inline-color="">Beberapa Faidah dari Kisah Nabi Yusuf</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Penjelasan Tafsir Ulama</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Beberapa<a href="https://muslim.or.id/25789-tafsir-ayat-agar-allah-mengetahui-orang-yang-jujur-dan-yang-dusta.html"> tafsir ulama</a> menjelaskan bahwa Nabi Ayyub menghendakkan kaki sekali kemudian keluar mata air. Pendapat lainnya adalah 2 kali hentakan kaki, hentakan pertama akan keluar mata air untuk minum sehingga penyakit di dalam tubuh menjadi sembuh dan hentakan  kedua akan keluar mata air untuk mandi sehingga penyakit di bagian luar tubuh menjadi sembuh.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Al-Qurthubi berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">أي فركض فنبعت عين ماء فاغتسل به ، فذهب الداء من ظاهره ، ثم شرب منه فذهب الداء من باطنه</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Yaitu menghentakan kaki maka keluar mata air agar ia mandi dengannya, maka hilanglah penyakit bagian luar tubuh, kemudian ia minum sehingga hilanglah penyakit di bagian dalam tubuh.” [Lihat Tafsir Al-Qurthubi]</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Abdurrahman As-Sa’diy berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">أي: اضرب الأرض بها، لينبع لك منها عين تغتسل منها وتشرب، فيذهب عنك الضر والأذى</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Yaitu menghentakkan tanah dengan kaki agar muncul mata air untuk digunakan mandi dan minum sehingga hilanglah penyakit dan bahaya.” [Lihat Tafsir As-Sa’diy]</span></p>
<p><strong>Berikut ulama yang menyatakan dua kali hentakan.</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">At-Thabari berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">فركض برجله, فنبعت عين فاغتسل منها, ثم مشى نحوا من أربعين ذراعا, ثم ركض برجله, فنبعت عين, فشرب منها</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Nabi Ayyub menghentakkan kakinya dan muncullah mata air dan ia gunakan untuk mandi, kemudian ia berjalan sejauh 40 dzira’ (hasta) dan menghentakkan kaki (kedua kalinya) sehingga muncullah mata air, lalu meminumnya.” [Lihat Tafsir At-Thabari]</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Al-Baghawi berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">اضرب برجلك الأرض ففعل فنبعت عين ماء ، ( هذا مغتسل ) فأمره الله أن يغتسل منها ، ففعل فذهب كل داء كان بظاهره ، ثم مشى أربعين خطوة ، فركض الأرض برجله الأخرى ، فنبعت عين أخرى ، ماء عذب بارد ، فشرب منه ، فذهب كل داء كان بباطنه</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Hentakkanlah kakimu ke tanah dan Nabi Ayyub lakukan, maka muncullah mata air. Allah perintahkan untuk mandi dengan air tersebut, maka hilanglah penyakit di bagian luar tubuhnya, kemudian ia berjalan 40 langkah dan menghentakkan kaki ke bumi untuk kedua kalinya. Muncullah mata air yang lain dengan air yang segar dan dingin, kemudian ia minum, maka hilanglah semua penyakit dibagian dalam tubuhnya.” [Lihat Tafsir Al-Baghawi]</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/20359-kisah-kisah-unik-sarat-faidah.html" data-darkreader-inline-color="">Inilah Kisah-Kisah Unik Sarat Faidah</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Hikmah Kisah Nabi Ayyub ‘Alaihissalam</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Yang lebih penting dari kisah nabi Ayyub adalah tingginya <a href="https://muslim.or.id/50667-hakikat-tauhid-adalah-kalimat-laa-ilaaha-illallah-bag-1.html">TAUHID</a> beliau yaitu beriman dengan takdir Allah serta menerima takdir Allah dengan kesabaran yang tinggi. Beliau berdoa dengan bersungguh-sungguh kepada Allah. Inilah penyebab utama kesembuhan beliau, yaitu tauhid, doa dan penghambaan yang tinggi kepada Allah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah berfirman mengenai doa Nabi Ayyub,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dan Ayyub ketika dia berseru kepada Rabbnya, sungguh aku ditimpa mudharat dan Engkau Maha Penyayang di antara para penyayang.” [Al-Anbiya` : 83]</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">A</span><span style="font-weight: 400;">llah mengabulkan doa beliau, Allah berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang beribadah</span></i><span style="font-weight: 400;">.” [Al-Anbiya`: 84]</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnu Katsir berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">فعند ذلك استجاب له أرحم الراحمين وأمره أن يقوم من مقامه وأن يركض الأرض برجله . ففعل فأنبع الله عينا وأمره أن يغتسل منها فأذهب جميع ما كان في بدنه من الأذى ثم أمره فضرب الأرض في مكان آخر فأنبع له عينا أخرى وأمره أن يشرب منها فأذهبت ما كان في باطنه من السوء وتكاملت العافية</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Ketika itu Allah yang sangat penyayang mengabulkan doa Nabi Ayyub. Allah perintahkah sebagai pengganti penyakit agar nabi Ayyub menghentakkan kaki ke tanah dengan kakinya, maka Allah munculkan mata air dan Allah perintahkan Ayyub agar mandi dari air tersebut, maka hilanglah semua penyakit dan gangguan di badannya. Kemudian Allah perintahkan untuk menghentakkan kaki di tempat lainnya, lalu Allah munculkan juga mata air yang lain dan memerintahkan nabi Ayyub untuk minum dari air tersebut sehingga hilanglah semua penyakit di bagian dalam tubuh dan sempurnalah kesembuhan nabi Ayyub.” [Lihat Tafsir Ibu Katsir]</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/20219-kisah-pemuda-ahli-tauhid-yang-pemberani.html" data-darkreader-inline-color="">Kisah Pemuda Ahli Tauhid Yang Pemberani</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/19210-kisah-mendakwahi-ibu-non-muslim.html" data-darkreader-inline-color="">Kisah Mendakwahi Ibu Non Muslim</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian semoga bermanfaat</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@ Lombok, Pulau Seribu Masjid</span></p>
<p><strong>Penyusun: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/raehan" data-darkreader-inline-color="">Raehanul Bahraen</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">www.muslim.or.id</a></span></strong></p>
<p><em><span style="font-weight: 400;">Telah dimuraja’ah oleh: <a href="https://muslim.or.id/author/yulian-purnama-s-kom">Ustadz Yulian Purnam, S.Kom</a> (Alumni Ma’had Al-Ilmi dan kontributor muslim.or.id)</span></em></p>
 