
<div style="background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: #ffffff; font: normal normal normal 13px/19px Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-family: 'Times New Roman'; line-height: normal; font-size: small; padding: 0.6em; margin: 0px;">
<p><strong style="font-weight: bold;">MUQODDIMAH</strong></p>
<p>Segala puji untuk Allah, Rabb yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji manusia siapakah yang terbaik amalnya di antara mereka. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasul yang diutus sebagai rahmat bagi segenap insan dan da’i yang mengajak manusia untuk mentauhidkan-Nya<em style="font-style: italic;">jalla wa ‘ala</em>. <em style="font-style: italic;">Amma ba’du</em>.</p>
<p>Kepentingan manusia untuk bertauhid sungguh jauh berada di atas kepentingan mereka terhadap makanan, minuman atau tempat tinggal. Kalau seseorang tidak makan atau minum, akibat terburuk yang dialami hanyalah sekedar kematian. Namun, kalau seseorang tidak bertauhid barang sekejap saja dan pada saat itu dia meninggal dalam keadaan musyrik, maka siksaan yang kekal di neraka sudah siap menantinya.</p>
<p>Allah <em style="font-style: italic;">ta’ala</em> berfirman, <em style="font-style: italic;">“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah (dalam beribadah) maka sungguh Allah telah mengharamkan atasnya surga, dan tempat tinggalnya adalah neraka…”</em> (QS. al-Ma’idah [5]: 72).</p>
<p>Bahkan amalnya yang bertumpuk-tumpuk selama hidup pun akan menjadi sia-sia apabila di akhir hidupnya dia telah berbuat syirik kepada Rabb-nya dan belum bertaubat darinya. Allah <em style="font-style: italic;">ta’ala</em> berfirman, <em style="font-style: italic;">“Sungguh, jika kamu berbuat syirik, akan lenyaplah semua amalmu, dan kamu pasti akan tergolong orang yang merugi.” </em>(QS. az-Zumar [39]: 65).</p>
<p>Dan kalaulah kita mau merenungkan untuk apa kita diciptakan di alam dunia ini niscaya kita akan memahami betapa agung kedudukan tauhid dalam hidup ini. Allah <em style="font-style: italic;">ta’ala</em> berfirman, “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat [51]: 56). Makna beribadah kepada Allah di sini adalah mentauhidkan Allah.</p>
<p>Berpijak dari hal itulah maka Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari bekerjasama dengan Halaqoh Keluarga Salafiyin Yogyakarta bermaksud untuk menyajikan sebuah kajian ilmiah yang mengangkat nasehat para ulama salaf mengenai bagaimana cara meraih keutamaan kesempurnaan tauhid.</p>
<p><strong style="font-weight: bold;">NAMA KEGIATAN</strong></p>
<p>Nama kegiatan ini adalah Kajian Umum <strong style="font-weight: bold;">“</strong><strong style="font-weight: bold;">Meraih Keutamaan Kesempurnaan Tauhid</strong><strong style="font-weight: bold;">”</strong>.</p>
<p><strong style="font-weight: bold;">TUJUAN</strong></p>
<p>Kajian ini diadakan dengan tujuan:</p>
<ol>
<li>Memahamkan dasar-dasar pemahaman pribadi muslim, yaitu keyakinan yang lurus sesuai dengan Al Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih.</li>
<li>Memberikan pemahaman yang benar tentang metode penyucian jiwa menurut Salafus Shalih.</li>
</ol>
<p><strong style="font-weight: bold;"> </strong></p>
<p><strong style="font-weight: bold;"> </strong></p>
<p><strong style="font-weight: bold;"> </strong></p>
<p><strong style="font-weight: bold;">SASARAN</strong></p>
<p>Kegiatan ini diadakan dengan sasaran:</p>
<ol>
<li>Masyarakat muslim di Yogyakarta dan sekitarnya.</li>
<li>Mahasiswa di Yogyakarta dan sekitarnya.</li>
</ol>
<p><strong style="font-weight: bold;"> </strong></p>
<p><strong style="font-weight: bold;">PELAKSANAAN</strong></p>
<p>Kegiatan ini Insya Allah akan diadakan pada:</p>
<p>Hari                       :  Sabtu – Ahad</p>
<p>Tanggal               :  15 – 16 Mei 2010</p>
<p>Pemateri             :  Ustadz Abu Qotadah</p>
<p>Jadwal materi   :  –  <strong style="font-weight: bold;">“Meraih Keutamaan Kesempurnaan Tauhid”</strong> (Masjid Jamilurrahman As-Salafy, 16 Mei 2010, pkl. 08.00–12.00)</p>
<p>–  <strong style="font-weight: bold;">“</strong><strong style="font-weight: bold;">Wahabi</strong><strong style="font-weight: bold;"> dalam Sorotan”</strong> (Masjid Pogung Raya, 15 Mei 2010, ba’da Isya’–selesai)</p>
<p>–  <strong style="font-weight: bold;">“</strong><strong style="font-weight: bold;">Mendidik</strong><strong style="font-weight: bold;"> </strong><strong style="font-weight: bold;">Generasi</strong><strong style="font-weight: bold;"> </strong><strong style="font-weight: bold;">Robbani”</strong> (Islamic Centre Bin Bazz, 16 Mei 2010, ba’da Maghrib–Isya’)</p>
<p><a href="http://www.archive.org/download/ProposalUstadzAbuQotadahJogja/ProposalUst.AbuQotadah.pdf">Link Download Proposal</a></p>
</div>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 