
<p><strong>PERKARA-PERKARA YANG MENGHALANGI TAUBAT</strong></p>
<p><strong style="font-size: inherit;">1. Melakukan bid’ah di dalam agama<a href="#_ftn1" name="_ftnref1">1</a></strong><br>
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p><strong>إِنَّ اللهَ اِحْتَجَزَ التَّوْبَةَ عَنْ صَاحِبِ كُـلِّ بِدْعَةٍ.</strong></p>
<p>“<em>Sesungguhnya Allah akan menghalangi taubat dari semua pelaku bid’ah</em>.”<a href="#_ftn2" name="_ftnref2">2</a></p>
<p><strong>2. Kecanduan khamr</strong><br>
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p><strong>مَنْ شَرِبَ اْلخَمْرَ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِيْنَ صَبَاحًا فَإِنْ تَابَ، تَابَ اللهُ عَلَيْهِ، فَإِنْ عَادَ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِيْنَ صَبَاحًا، فَإِنْ تَابَ تَابَ اللهُ عَلَيْهِ فَإِنْ عَادَ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِيْنَ صَبَاحًا، فَإِنْ تَابَ تَابَ اللهُ عَلَيْهِ فَإِنْ عَادَ فِي الرَّابِعَةِ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِيْنَ صَبَاحًا، فَإِنْ تَابَ لَمْ يَتُبِ اللهُ عَلَيْهِ وَسَقَاهُ مِنْ نَهْرِ الْخَبَالِ.</strong></p>
<p>“Barangsiapa yang meminum khamr, maka tidak diterima baginya shalat selama 40 hari. Jika ia bertaubat, maka Allah akan menerimanya. Jika ia mengulanginya lagi, maka tidak diterima baginya shalat selama 40 hari. Jika ia bertaubat, maka Allah akan menerimanya, jika ia mengulanginya lagi, maka tidak diterima baginya shalat selama 40 hari. Jika ia bertaubat, maka Allah akan menerimanya, jika ia mengulanginya lagi untuk keempat kalinya, maka tidak diterima baginya shalat selama 40 hari. Jika ia bertaubat lagi, maka Allah tidak menerima taubatnya dan Allah memberinya minum dari sungai Khabl.”<a href="#_ftn3" name="_ftnref3">3</a></p>
<p>[Disalin dari buku<strong> <em>Luasnya</em></strong><strong><em> Ampunan Allah</em></strong>”  Terjemahan dari kitab <em>at-Taubah</em><em> an-Nashuuh fii Dhau-il Qur-aan al-Kariim wal Ahaa-diits ash-Shahiihah, </em> Ditulis oleh Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali <em>hafizhahullaah</em>, Penerjemah Ruslan Nurhadi, Lc. Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]<br>
_____<br>
Footnote<br>
<a href="#_ftnref1" name="_ftn1">1</a> Untuk lebih jelasnya lihat pada tulisanku yang berjudul <em>al-Bid’ah wa Atsaruhas Sayyi’ fil Ummah,</em> cet. Al-Maktabah al-Islamiyyah.<br>
<a href="#_ftnref2" name="_ftn2">2</a> Lihat <em>Silsilah al-Ahaadiits ash</em><em>-Shahiihah</em> (no. 1620) dari hadits Anas z.<br>
<a href="#_ftnref3" name="_ftn3">3</a> Yaitu sungai yang berisi keringat dan nanah penghuni Ne-raka, sebagaimana penafsiran yang datang dari riwayat yang Shahih dari Ahmad (II/35,189) dan Al Hakim (IV/146).</p>
 