
<p><iframe loading="lazy" width="100%" height="166" scrolling="no" frameborder="no" allow="autoplay" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/1311799165&amp;color=2f4468&amp;hide_related=true&amp;show_artwork=false&amp;show_comments=false&amp;show_teaser=false&amp;show_user=false"></iframe></p>
<p>Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “Adam dan Musa pernah berbantahan. Musa berkata, ‘Wahai Adam, engkau adalah bapak kami. Tetapi engkau telah mengecewakan kami karena menyebabkan kami keluar dari surga.’<br>
<!--more--><br>
Adam menjawab, ‘Engkau wahai Musa, engkau telah dipilih dan dimuliakan oleh Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala.</em> Dengan kehendak-Nya engkau dapat bercakap-cakap dengan-Nya. Apakah engkau mencelaku karena urusan yang telah ditakdirkan Allah atasku sejak 40 tahun sebelum aku diciptakan-Nya?’</p>
<p>Demikianlah Adam membantah Musa, demikianlah Adam membantah Musa, demikianlah Adam membantah Musa.”</p>
<p>(HR. Bukhari, no. 3407 dan Muslim, no. 2652)</p>
<p>Pelajaran yang dapat dipetik:<br>
1. Diperbolehkan beradu argumentasi antara orang shaleh jika menemukan kesulitan<br>
2. Hendaknya yang bersangkutan masing-masing mengetahui kelebihan lawannya.<br>
3. Bantahan terhadap kelompok qadariyah bahwasanya suatu perkara sudah tetap dan tidak bisa diubah.<br>
4. Penetapan sifat tangan bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.<br>
5. Bisa jadi suatu kemaksiatan melahirkan kebaikan.<br>
6. Seseorang yang bertaubat dari kemaksiatan yang dilakukan karena unsur lupa atau tidak sengaja, tidak sepantasnya dilempari dengan celaan.</p>
<p>Sumber: 61 Kisah Pengantar Tidur, Muhammad bin Hamid Abdul Wahab, Darul Haq, Cetakan VI, 2009.<br>
(Dengan penataan bahasa oleh redaksi <a href="www.kisahmuslim.com" target="_blank" rel="noopener">www.kisahmuslim.com</a>)</p>
 