
<h2><strong>Penjelasan Nama Allah “<span style="font-size: 24pt;">الربّ”</span></strong></h2>
<p><em>Bismillah wal-hamdulillah wash-shalatu was-salamu ‘ala Rasulillah. Amma ba’du,</em></p>
<h3>
<strong>Makna </strong><strong>“<span style="font-size: 24pt;">الربّ</span>”</strong>
</h3>
<h4>
<strong>Makna bahasa </strong><strong>“<span style="font-size: 21pt;">الربّ</span>”</strong>
</h4>
<p>Kata <strong>“</strong><span style="font-size: 21pt;">الربّ</span><strong>” </strong>dalam bahasa Arab merupakan <em>sifat musyabbahah </em><strong><a href="#_ftn1" name="_ftnref1">[1]</a></strong> dengan wazan فَعْلٌ , atau <em>mashdar</em>, sedangkan kata kerjanya adalah</p>
<p><span style="font-size: 21pt;">ربَّ يربُّ ربوبية </span>atau<span style="font-size: 21pt;"> ربَّى  يربِّي تربية</span></p>
<p>Jika dibawakan pada<span style="font-size: 21pt;"> ربَّ يربُّ ربوبية</span> , maka maknanya ada dua, yaitu “memiliki” (<span style="font-size: 21pt;">ملك</span>) atau “men-<em>tarbiyyah”</em> (<span style="font-size: 21pt;">ربَّى</span>). Dan yang paling kuat adalah makna men-<em>tarbiyyah</em>/memelihara (<span style="font-size: 21pt;">ربَّى</span>). Dengan demikian, <span style="font-size: 21pt;">رَبٌّ </span> maknanya adalah <span style="font-size: 21pt;">مُرَبٍّ</span>. Karena maksud <em>“Ar-Rabb”</em> sebagai nama Allah adalah Yang mengatur makhluk dan mengurus urusannya serta menyampaikannya kepada kesempurnaannya. <strong><a href="#_ftn2" name="_ftnref2">[2]</a></strong></p>
<p>Ar-Raghib <em>rahimahullah </em>berkata dalam <em>Al-Mufradat</em> (hal. 184),</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">الربُّ في الأصلِ التربيةُ، وهو إنشاءُ الشَّيءِ حالًا فحالًا إلى حدِّ التَّمامِ</span></p>
<p><em>“Ar-Rabb aslinya adalah (dari mashdar) at-tarbiyyah, yaitu menyusun sesuatu dari satu keadaan kepada keadaan yang lainnya sampai sempurna.”</em></p>
<p>Ahli tafsir lainnya menjelaskan bahwa <em>tarbiyyah</em> adalah,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">التَّرْبِيَةُ تَبْلِيغُ الشَّيْءِ إلى كَمالِهِ تَدْرِيجًا</span></p>
<p><em>“Menyampaikan sesuatu kepada kesempurnaan secara bertahap.” </em><a href="#_ftn3" name="_ftnref3"><strong>[3]</strong></a></p>
<p>Dengan demikian, “Rabb” secara bahasa adalah yang men-<em>tarbiyyah</em> (memelihara) sesuatu dari satu keadaan kepada keadaan lainnya sampai sempurna.</p>
<h4><strong>Makna “<span style="font-size: 21pt;">الربّ</span>” sebagai nama Allah <em>Ta’ala</em></strong></h4>
<p>Dalam mendefinisikan “<span style="font-size: 21pt;">الربّ</span>” sebagai nama Allah, di antara ulama ada yang mendefinisikan dengan tiga atau empat makna, sedangkan makna-makna yang lainnya kembali kepadanya.</p>
<p>Misalnya, Ibnul Anbari, Az-Zujjaaji, Al-Khaththabi, Al-Qurthubi, dan Abu Ja’far Ath-Thabari <em>rahimahumullah</em> termasuk para ulama yang mencukupkan definisinya dengan tiga makna. Sedangkan sebagian ulama lainnya, seperti Ibnul Atsir <em>rahimahullah</em> mencukupkan definisinya dengan empat makna.</p>
<p>Syekh Abdur Razzaq <em>hafizhahullah</em> berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">الرب: ذو الربوبية على خلقه اجمعين خلقا وملكا وتصرفا وتدبيرا</span></p>
<p><em>“Ar-Rabb adalah Yang memiliki rububiyyah atas seluruh makhluk-Nya, dengan menciptakannya, memilikinya, berbuat atasnya (sesuai kehendak-Nya) serta mengaturnya</em>.” <strong><a href="#_ftn4" name="_ftnref4">[4]</a></strong></p>
<p>Syekh Abdur Rahman As-Sa’di <em>rahimahullah </em>berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">الرب، هو المربي جميع العالمين -وهم من سوى الله- بخلقه إياهم، وإعداده لهم الآلات، وإنعامه عليهم بالنعم العظيمة، التي لو فقدوها، لم يمكن لهم البقاء</span></p>
<p><em>“Ar-Rabb</em> <em>adalah Yang mentarbiyyah (memelihara) seluruh alam semesta (makhluk) dengan menciptakan mereka, mempersiapkan berbagai sarana untuk mereka, memberi nikmat kepada mereka dengan nikmat yang besar, yang seandainya mereka tidak mendapatkannya, maka mereka tidak mungkin bisa hidup.” </em><a href="#_ftn5" name="_ftnref5"><strong>[5]</strong></a></p>
<p>Syekh Muhammad Shalih Al-‘Utsaimin <em>rahimahumullah</em> berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">الرب هو من اجتمع فيه ثلاثة أوصاف: الخلق، والملك، والتدبير؛ فهو الخالق، المالك لكل شيء، المدبر لجميع الأمور</span></p>
<p><em>“Ar-Rabb</em> <em>adalah Yang terkumpul tiga sifat padanya: penciptaan, kepemilikan, dan pengaturan. Jadi, Ar-Rabb</em> <em>adalah Yang Mahamenciptakan, Yang Mahamemiliki segala sesuatu, dan Yang Mengatur segala urusan.” </em><a href="#_ftn6" name="_ftnref6"><strong>[6]</strong></a></p>
<p>Semua definisi ini tidaklah saling bertentangan, karena “<span style="font-size: 21pt;">الربّ</span>” adalah nama Allah yang menunjukkan kepada sejumlah makna, bukan hanya satu makna. Bahkan jika disebutkan nama “<span style="font-size: 21pt;">الربّ</span>” sendirian, hal itu menunjukkan kepada seluruh nama Allah dan sifat-Nya yang lainnya, seperti yang akan datang penjelasannya, insyaAllah.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a href="https://muslim.or.id/57399-mengenal-nama-allah-ash-shamad.html">Mengenal Nama Allah “Ash-Shamad”</a></strong></p>
<h3><strong>Sifat Allah yang terkandung dalam nama “<span style="font-size: 21pt;">الربّ</span>”</strong></h3>
<p>Dalam nama <strong>“</strong><span style="font-size: 21pt;">الربّ</span><strong>” </strong>terkandung sifat <em>rububiyyah. </em>Apakah sifat <em>rububiyyah</em> ini termasuk sifat <em>dzatiyyah </em>(sifat yang senantiasa Allah bersifat dengannya) atau sifat <em>fi’liyyah</em> (sifat yang terkait dengan kehendak Allah) ?</p>
<p>Jawabannya adalah karena nama <strong>“</strong><span style="font-size: 21pt;">الربّ</span><strong>”</strong> menunjukkan kepada seluruh nama Allah dan sifat-Nya yang lainnya, maka sifat <em>rububiyyah, </em>ditinjau dari sisi mengandung makna <em>tarbiyyah</em> (yaitu penciptaan, pengaturan, pemberian nikmat, dan semisalnya), maka sifat <em>rububiyyah</em> merupakan sifat <em>fi’liyyah. </em></p>
<p>Sedangkan jika ditinjau dari sisi bahwa sifat <em>rububiyyah</em> mengandung makna memiliki, menguasai, lagi ditaati (kandungan makna <em>sayyid</em> ), dan semisalnya, maka sifat <em>rububiyyah</em> merupakan sifat d<em>zatiyyah. </em><strong><a href="#_ftn7" name="_ftnref7">[7]</a></strong></p>
<h3><strong>Nama “<span style="font-size: 21pt;">الربّ</span>” dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah</strong></h3>
<p>Nama <strong>“</strong><span style="font-size: 21pt;">الربّ</span><strong>” </strong>sangat banyak terdapat dalam Al-Qur’an Al-Karim, baik disebutkan sendirian maupun disandarkan kepada selain-Nya. Yang disebutkan sendirian sejumlah 151 kali, sedangkan yang disebutkan dengan disandarkan sejumlah lebih dari 130 kali. Di antaranya firman Allah <em>Ta’ala,</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لَقَدْ كَانَ لِسَبَاٍ فِيْ مَسْكَنِهِمْ اٰيَةٌ ۚجَنَّتٰنِ عَنْ يَّمِيْنٍ وَّشِمَالٍ ەۗ كُلُوْا مِنْ رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوْا لَهٗ ۗبَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوْرٌ</span></p>
<p>“<em>Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), ‘Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun</em>.’” (QS. Saba’: 15)</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">سَلٰمٌۗ قَوْلًا مِّنْ رَّبٍّ رَّحِيْمٍ</span></p>
<p><em>“(Kepada mereka dikatakan), ‘Salam’; sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.”</em> (QS. Yasin: 58)</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ</span></p>
<p><em>“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam</em>.” (QS. Al-Fatihah: 2)</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">اِذْ قَالَ لَهٗ رَبُّهٗٓ اَسْلِمْۙ قَالَ اَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ</span></p>
<p><em>“(Ingatlah) ketika Tuhan berfirman kepadanya (Ibrahim), ‘Berserahdirilah!’ Dia menjawab, ‘Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.’”</em> (QS. Al-Baqarah: 131)</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ</span></p>
<p><em>“Katakanlah (Muhammad), ‘Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam</em>.'” (QS. Al-An’am: 162)</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">قُلْ اَغَيْرَ اللّٰهِ اَبْغِيْ رَبًّا وَّهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍۗ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ اِلَّا عَلَيْهَاۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۚ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ</span></p>
<p><em>“Katakanlah (Muhammad), ‘Apakah (patut) aku mencari tuhan selain Allah, padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu. Setiap perbuatan dosa seseorang, dirinya sendiri yang bertanggung jawab. Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali. Dan akan diberitahukan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan.’”</em> (QS. Al-An’am: 164)</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖٓ ۙاَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ</span></p>
<p><em>“Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam.” </em>(QS. Al-A’raf: 54)</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ يُحْيٖ وَيُمِيْتُ ۗرَبُّكُمْ وَرَبُّ اٰبَاۤىِٕكُمُ الْاَوَّلِيْنَ</span></p>
<p><em>“Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Dia yang menghidupkan dan mematikan. (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu dahulu.”</em> (QS. Ad-Dukhan: 8)</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ</span></p>
<p><em>“Tuhan</em><em> (yang memelihara) dua timur dan Tuhan (yang memelihara) dua barat.”</em> (QS. Ar-Rahman: 17)</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَمَا تَشَاۤءُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ</span></p>
<p><em>“Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam</em>.<em>“</em> (QS. At-Takwir: 29)</p>
<p>Dari hadis Ibnu Abbas <em>radhiyallahu ‘anhu, </em>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">فأمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فيه الرَّبَّ عزَّ وجلَّ</span></p>
<p><em>“Adapun pada saat ruku’, maka agungkanlah Ar-Rabb ‘Azza wa Jalla.” </em>(HR. Muslim)</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أقربُ ما يكونُ الربُّ من العبدِ في جوفِ الليلِ الآخرِ فإِنِ استطعْتَ أن تكونَ ممن يذكرُ اللهَ في تلْكَ الساعَةِ فكُنْ</span></p>
<p><em>“Paling dekatnya Ar-Rabb dengan hamba adalah pada tengah malam terakhir. Jika Engkau mampu menjadi orang yang berzikir kepada Allah di saat itu, maka jadilah orang tersebut!” </em>(HR. At-Tirmidzi, sahih)</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a href="https://muslim.or.id/57187-mengenal-nama-allah-al-awwal-al-akhir-azh-zhahir-dan-al-bathin.html">Mengenal Nama Allah “Al-Awwal”, “Al-Akhir”, “Azh-Zhahir” dan “Al-Bathin”</a></strong></p>
<h3><strong>Kekhususan nama “<span style="font-size: 21pt;">الربّ</span>”</strong></h3>
<p>Di antara kekhususan nama “<span style="font-size: 21pt;">الربّ</span>” adalah:</p>
<h4><strong>Ketika nama “<span style="font-size: 21pt;">الربّ</span>” disebutkan sendirian, hal itu menunjukkan seluruh nama Allah <em>Ta’ala </em>yang lainnya</strong></h4>
<p>“<span style="font-size: 21pt;">الربّ</span>” adalah nama Allah yang menunjukkan kepada sejumlah makna, bukan hanya satu makna. Bahkan jika disebutkan nama “<span style="font-size: 21pt;">الربّ</span>” sendirian, maka menunjukkan kepada seluruh nama Allah dan sifat-Nya yang lainnya.</p>
<p>Ibnul Qoyyim <em>rahimahullah</em> menjelaskan tentang hal ini <strong><a href="#_ftn8" name="_ftnref8">[8]</a></strong>:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إن الرب هو القادر ، الخالق ، البارئ ، المصور ، الحي القيوم ، العليم ، السميع البصير ، المحسن ، المنعم الجواد ، المعطي المانع ، الضار النافع ، المقدم المؤخر الذي يضل من يشاء ويهدي من يشاء ، ويسعد من يشاء ويشقي من يشاء ، ويعز من يشاء ويذل من يشاء<br>
~ إلى غير ذلك من معاني ربوبيته ، التي له منها ما يستحقه من الأسماء الحسنى</span></p>
<p><em>“Sesungguhnya Ar-Rabb</em> <em>adalah Al-Qodiir (Yang Mahakuasa), </em><em>Al-Khaliq</em><em> (</em><em>Yang Mahamenciptakan)</em><em>, Al-Bari’ (Yang Mahamengadakan), Al-Mushawwir (Yang Membentuk rupa), Al-Hayyu (Yang Mahahidup), Al-Qoyyuum (Yang Mahamandiri dan mengurus segala sesuatu), Al-‘Aliim (Yang Mahamengetahui), As-Samii’ (Yang Mahamendengar), Al-Bashiir (Yang Mahamelihat), Al-Muhsin (Yang Mahaberbuat Baik), Al-Mun’im (Yang Mahamemberi nikmat), Al-Jawwaad (Yang Mahadermawan), Al-Mu’thi (Yang Mahamemberi), Al-Maani’ (Yang Mahamencegah), Adh-Dhaar (Yang Mahamenimpakan mudharat), An-Nafi’ (Yang Memberi manfaat), Al-Muqoddim (Yang Mahamendahulukan) lagi Al-Muakhkhir (Yang Mahamengakhirkan), Yang menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya, memberi petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya, membahagiakan siapa yang dikehendaki-Nya, menyengsarakan siapa yang dikehendaki-Nya, memuliakan siapa yang dikehendaki-Nya, menghinakan siapa yang dikehendaki-Nya, dan selainnya dari makna-makna rububiyyah-Nya, yang hanya milik Ar-Rabblah dari seluruh nama-nama terindah yang berhak dimiliki-Nya.”</em></p>
<h4><strong>Jika nama “<span style="font-size: 21pt;">الربّ</span>” disebutkan tanpa disandarkan kepada kata yang lainnya, maka hanya untuk Allah semata</strong></h4>
<p>Ibnu Katsir <em>rahimahullah </em>dalam tafsirnya berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ولا يُستعملُ الربُّ لغيرِ اللهِ، بل بالإضافةِ، تقولُ: رَبُّ الدارِ، رَبُّ كذا، وأما الربُّ فلا يُقال إلا للهِ عز وجل</span></p>
<p><em>Kata </em><em>“الربّ” tidaklah digunakan untuk selain Allah. Namun (jika harus digunakan untuk selain Allah), maka dengan disandarkan kepada kata lainnya. Contoh: rabbud daar (pemilik  rumah), rabbu kadza (pemilik sesuatu). Adapun jika disebut “<span style="font-size: 21pt;">الربّ</span>” saja, maka tidak disebutkan, kecuali untuk Allah “Azza wa Jalla semata.”</em></p>
<p>Ibnul Atsiir <em>rahimahullah</em> berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ولا يُطلقُ غيرَ مضافٍ إلا على اللهِ تعالى، وإذا أُطْلِقَ على غيرِهِ أُضيفَ، فيقال: رَبُّ كذا</span></p>
<p><em>“Tidaklah (</em><em>الربّ</em><em>) disebutkan tanpa disandarkan ke kata lain, kecuali untuk Allah Ta’ala. Dan jika disebutkan untuk selain-Nya, maka harus disandarkan, sehingga disebut: rabbu kadza </em><em>(pemilik sesuatu)</em><em>.” </em>(<em>An-Nihayah,</em> 1: 179) <strong><a href="#_ftn9" name="_ftnref9">[9]</a></strong></p>
<p>Al-Baghawi <em>rahimahullah </em>berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَلَا يُقَالُ لِلْمَخْلُوقِ هُوَ الرَّبُّ مُعَرَّفًا إِنَّمَا يُقَالُ رَبُّ كَذَا مُضَافًا، لِأَنَّ الْأَلِفَ وَاللَّامَ لِلتَّعْمِيمِ وَهُوَ لَا يَمْلِكُ الْكُلَّ</span></p>
<p><em>Kata </em><em>“الربّ” tidaklah digunakan untuk makhluk, yaitu </em><em>kata </em><em>“<span style="font-size: 21pt;">الربّ</span>” yang beralif lam ta’rif. Hanya saja, jika penyebutan untuk makhluk, maka disebutkan </em><em>rabbu kadza </em><em>(pemilik sesuatu), dengan disandarkan kepada kata lainnya. Karena alif lam itu menunjukkan makna umum, sedangkan makhluk tidaklah memiliki semua makna “<span style="font-size: 21pt;">الربّ</span>”.</em></p>
<p>Sebagai kesimpulan, tidaklah disebut “<span style="font-size: 21pt;">الربّ</span>” dengan beralif lam (tidak disandarkan kepada kata lain), kecuali untuk Allah <em>Ta’ala</em> saja.</p>
<p><strong>[Bersambung]</strong></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li class="jeg_post_title"><strong><a href="https://muslim.or.id/55203-saatnya-kita-mengenal-nama-allah-asy-syaafiy.html">Saatnya Kita Mengenal Nama Allah “asy-Syaafiy”</a></strong></li>
<li class="jeg_post_title"><strong><a href="https://muslim.or.id/55004-mengenal-nama-allah-as-samii.html">Mengenal Nama Allah “As-Samii’”</a></strong></li>
</ul>
<p>***</p>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color="">Sa’id Abu Ukkasyah</span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</span></strong></p>
<p> </p>
<p><strong>Catatan kaki:</strong></p>
<p><a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a> Sifat yang diambil dari kata kerja dan menunjukkan makna tetap pada yang disifati.</p>
<p><a href="#_ftnref2" name="_ftn2">[2]</a> <a href="https://www.alukah.net/sharia/1060/124091/#_ftnref15">https://www.alukah.net/sharia/1060/124091/#_ftnref15</a> dan <em>At-Tahriir wat-Tanwiir</em>, Ibnu ‘Asyuur (<a href="https://tafsir.app/ibn-aashoor/1/2">https://tafsir.app/ibn-aashoor/1/2</a>)</p>
<p><a href="#_ftnref3" name="_ftn3">[3]</a> <em>At-Tahriir wat-Tanwiir</em>, Ibnu ‘Asyuur (<a href="https://tafsir.app/ibn-aashoor/1/2">https://tafsir.app/ibn-aashoor/1/2</a>)</p>
<p><a href="#_ftnref4" name="_ftn4">[4]</a> <em>Fiqhul Asma’il Husna</em>, hal. 79</p>
<p><a href="#_ftnref5" name="_ftn5">[5]</a> <em>Tafsir As-Sa’di</em></p>
<p><a href="#_ftnref6" name="_ftn6">[6]</a> <em>Tafsir Juz ‘Amma</em>, Syekh Al-‘Utsaimin, hal. 12.</p>
<p><a href="#_ftnref7" name="_ftn7">[7]</a> https://khaledalsabt.com/series/272/09-%D8%A7%D9%84%D8%B1%D8%A8</p>
<p><a href="#_ftnref8" name="_ftn8">[8]</a> <em>Fiqh Asma’il Husna</em>, Syekh Abdur Razzaq <em>rahimahullah, </em>hal. 80</p>
<p><a href="#_ftnref9" name="_ftn9">[9]</a> https://www.alukah.net/sharia/1060/124091/#_ftnref15</p>
 