
<p><span style="font-weight: 400;">Kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Kasyfusy Syubuhat</span></i><span style="font-weight: 400;">,</span> <span style="font-weight: 400;">sebagaimana telah disebutkan dalam serial artikel sebelumnya,</span><span style="font-weight: 400;"> dikomentari oleh </span><span style="font-weight: 400;">Syaikh Abdur Razzaq Al-‘Afifi </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah. </span></i><span style="font-weight: 400;">Beliau menjelaskan bahwa, bahwa</span> <i><span style="font-weight: 400;">Kasyfusy Syubuhat</span></i><span style="font-weight: 400;"> adalah sebuah risalah yang tipis, namun termasuk kitab yang sulit di antara kitab-kitab karya Syaikh Muhammad.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hal ini mendorong penyusun untuk menyandarkan harapan kepada Allah semata, karena Dialah </span><i><span style="font-weight: 400;">Al-Hadii</span></i><span style="font-weight: 400;">, Sang Pemberi Petunjuk. Hal ini juga mendorong penyusun untuk memohon pertolongan hanya kepada-Nya saja. Semoga Allah menganugerahkan taufik-Nya kepada kita agar mampu memahami hak-Nya yang paling agung, yaitu tauhid dan sanggup mengamalkannya sampai kita menutup mata. Kami memohon kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">‘Azza wa Jalla</span></i><span style="font-weight: 400;"> agar menganugerahkan kelurusan dalam menjelaskan kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Kasyfusy Syubuhat </span></i><span style="font-weight: 400;">ini dan mengamalkan tuntunan kebenaran yang ada di dalamnya. Kami juga memohon juga kepada Allah agar memudahkan penulisan serial artikel ini sampai selesai.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga </span><i><span style="font-weight: 400;">Ar-Rahmaanur Rahiim</span></i><span style="font-weight: 400;"> menghitung amal ini sebagai amal salih yang diterima sekaligus sebagai perjuangan </span><i><span style="font-weight: 400;">ilmiyyah fi sabilillah</span></i><span style="font-weight: 400;">, meluruskan kesyirikan melalui penjelasan singkat kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Kasyfu Syubuhat.</span></i><span style="font-weight: 400;"> Tak lupa, kami berdoa agar Allah memberi pahala yang besar kepada penulis kitab ini, Syaikh Muhammad At-Tamimi </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah, </span></i><span style="font-weight: 400;">karena sesungguhnya mendoakan orang yang telah berbuat baik kepada kita adalah salah satu bentuk syukur kepada Allah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda,</span></p>
<p style="text-align: right;">مَن صَنَعَ إِليكُم مَعرُوفًا فَكَافِئُوه، فَإِن لَم تَجِدُوا مَا تُكَافِئُوا بِهِ فَادعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوا أَنَّكُم قَد كَافَأتُمُوهُ</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Barangsiapa yang telah berbuat baik kepada kalian, maka balaslah, apabila kalian tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya, hendaknya ia mendo’akannya sampai kalian memandang bahwa kalian telah membalasnya” </span></i><span style="font-weight: 400;">(HR. Abu Dawud (1672), dishahihkan oleh Al-Albani).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">menjadikan kita sebagai orang-orang yang mentauhidkan-Nya dengan sempurna, sehingga kita bisa masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab. </span><i><span style="font-weight: 400;">Amiin</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Mutiara Faedah </b><b><i>Kasyfusy Syubuhat</i></b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Mutiara faedah di sini maksudnya adalah pelajaran-pelajaran mendasar dalam kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Kasyfusy Syubuhat</span></i><span style="font-weight: 400;"> terkait dengan pembahasan inti dalam kitab tersebut. Penjelasan mutiara faedah ini diharapkan bermanfaat bagi kaum muslimin, yaitu menambah pemahaman agama Islam pada mereka, terkhusus dalam mengenal tauhid, syirik, dan pemikiran-pemikiran rancu yang bertebaran di tengah-tengah kaum muslimin.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan demikian, yang dimaksud dengan mutiara faedah di sini bukanlah penjelasan lengkap seluruh matan dari kitab ini. Akan tetapi, diharapkan nantinya dapat memudahkan penuntut ilmu pemula dalam mempelajari kitab yang tergolong berat ini secara lengkap.  </span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Insyaallah</span></i><span style="font-weight: 400;">, penjelasan mutiara faedah kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Kasyfusy Syubuhat </span></i><span style="font-weight: 400;">di sini menggunakan metode yang ringkas dan fokus pada materi pokok, yaitu syubhat dan koreksinya.</span> <span style="font-weight: 400;">Meskipun demikian, penyusun tetap berusaha menuliskan matan dan terjemah dari kitab tersebut, namun sebatas petikan matan terkait dengan kaedah atau materi pokok sebagaimana disebutkan di atas.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Terkait dalil-dalil yang mendasari tulisan dalam matan </span><i><span style="font-weight: 400;">Kasyfusy Syubuhat</span></i><span style="font-weight: 400;">, akan disebutkan teks asli atau terjemahannya saja, disertai keterangan sumber dalil tersebut jika dalil itu termasuk inti pembahasan terkait syubhat dan koreksinya. Namun, jika dalil itu di luar inti pembahasan, akan disebutkan nama surat dan nomor ayatnya, jika itu dari Al-Qur`an dan jika dalil itu dari Al-Hadits, maka akan disebutkan keterangan tentang imam yang mengeluarkan hadits tersebut dan derajat haditsnya saja jika mendesak untuk disebutkan. Baik untuk kelompok dalil pertama maupun kedua, jika dalil tersebut terdapat dalam kitab shahih, seperti Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim dan yang semisal keduanya, maka penilaian hadits tersebut disesuaikan dengan kitab-kitab shahih tersebut, </span><i><span style="font-weight: 400;">insyaallah</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Judul asli serial artikel ini adalah “</span><b>Penjelasan singkat kitab Kasyfusy Syubuhat”</b><span style="font-weight: 400;">, namun bisa saja penjelasan singkat ini terkesan panjang karena kitab ini termasuk kitab yang sulit. Selain itu ada kebutuhan untuk menjelaskan syubhat tanpa meninggalkan syubhat baru, sehingga menambah keimanan dan kecintaan seorang hamba kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala. </span></i><span style="font-weight: 400;">Dengan begitu,</span> <span style="font-weight: 400;">ia mencintai pula ajaran Allah yang paling agung, yaitu Tauhid.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagaimana telah disebutkan dalam serial artikel sebelumnya</span><span style="font-weight: 400;">, bahwa kitab</span><i><span style="font-weight: 400;"> Kasyfusy Syubuhat </span></i><span style="font-weight: 400;">terdiri dari tiga bagian besar, yaitu:</span></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">At-Tamhid (Pembukaan)</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Maudhu’ul kitab (Pembahasan inti kitab)</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Al-Khatimah (Penutup)</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Di bawah ini penyusun akan menjelaskan ketiga bagian besar kitab ini secara ringkas,</span><i><span style="font-weight: 400;"> bitaufiqillah</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><b>1. At-Tamhid (Pembukaan)</b></span></p>
<p><b>Maksud bagian pembukaan</b> <b>dalam kitab</b> <b>Kasyfusy Syubuhat </b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Adz-Dzahabi </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">dalam kitabnya yang terkenal “Siyar A’laamin Nubalaa`” menjelaskan tentang karakteristik syubhat</span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-weight: 400;">أكثر أئمة السلف على هذا التحذير ، يروْن أن القلوب ضعيفة ، والشُّبَه خطَّافة </span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Kebanyakan para ulama senior memperingatkan hal ini, mereka memandang bahwa hati itu lemah, sedangkan syubhat itu sifatnya menyambar (dengan cepat,pent.).”</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sang penulis, Syaikh Muhammad At-Tamimi </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">memahami bahwa syubhat adalah sesuatu yang membahayakan aqidah. Menguasai dasar-dasar ilmiah yang cukup untuk menghadapinya adalah kebutuhan, apalagi karateristik hati seorang hamba itu lemah. Oleh karena itu, di awal kitab ini, sang penulis</span> <span style="font-weight: 400;">berusaha untuk membekali kaum muslimin dengan benteng yang kokoh berupa materi dasar yang amat dibutuhkan, sehingga seorang </span><i><span style="font-weight: 400;">muwahhid </span></i><span style="font-weight: 400;">(Ahli Tauhid)</span> <span style="font-weight: 400;">benar-benar siap membentengi, menghadapi, dan menghancurkan serangan syubhat dari musuh-musuh Allah, yaitu kaum musyrikin dan yang semisal mereka. </span></p>
<p><b>Matan Pembukaan</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penulis </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">memulai pembukaannya dengan </span><i><span style="font-weight: 400;">Basmalah</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p style="text-align: right;">بسم الله الرحمن الرحيم</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Dengan menyebut setiap nama Allah</span></i> <i><span style="font-weight: 400;">Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan mengakhiri bagian pembukaan ini dengan ucapan beliau.</span></p>
<p style="text-align: right;">قال بعض المفسرين هذه الآية عامة في كل حجة يأتي بها أهل الباطل إلى يوم القيامة</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Berkata sebagian Ahli Tafsir bahwa ayat ini umum mencakup setiap alasan yang dibawa oleh ahli batil (musyrikin dan yang semisal mereka, pent.) sampai hari Kiamat”.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penulis membutuhkan total empat belas halaman untuk mempersiapkan pembaca dalam mengikuti pembahasan utamanya, yaitu syubhat dan koreksinya. </span></p>
<p><b>Mutiara Faedah pada Pembukaan</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Isi dari pembukaan terdiri dari dua belas hal yang sangat vital, terdiri materi-materi pokok. Materi pokok tersebut secara global sudah penyusun sampaikan di artikel-artikel sebelumnya</span><i><span style="font-weight: 400;">.</span></i> <span style="font-weight: 400;">Materi pokok tersebut disimpulkan dari tulisan matan kitab ini, namun tidak disusun runtut sesuai dengan kalimat-kalimat dalam matan. Hal ini dimaksudkan untuk </span><span style="font-weight: 400;">mempermudah mempelajari kitab ini. Meskipun disusun dengan urutan berbeda dengan kalimat-kalimat dalam matan, materi pokok tidak keluar dari cakupan matan kitab ini.</span></p>
<p>***</p>
<p>(bersambung)</p>
<p>Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p>Artikel Muslim.or.id</p>
[serialposts]
 