
<p>Assalamualaikum Waohmatullahi Wabarakatuh,</p>
<p>Saudaraku Pengusaha Muslim ysh,</p>
<p>Apabila pada beberapa waktu yang lalu kita sempat berdiskusi mengenai “<a href="https://pengusahamuslim.com/produk-warung-makan-1812" target="_blank" data-mce-href="https://pengusahamuslim.com/produk-warung-makan-1812"><strong>Produk Warung Makan</strong></a>“, maka kali ini saya akan mencoba mengajak anda mengulas lebih lanjut mengenai “Pengembangan Produk Warung Makan” tersebut.</p>
<p>Pengembangan<br>
 produk warung makan merupakan bagian dari kegiatan untuk menciptakan<br>
hubungan antara konsumen dan produk berdasarkan karakteristik dari<br>
produk warung makan, dan pengembangan produk atau kreasi menu sebuah<br>
warung makan sebaiknya dimulai atau diakhiri terutama dilakukan<br>
berdasarkan keinginan konsumen warung makan tersebut. Oleh karena itu,<br>
kreasi menu sebaiknya tidak dilakukan berdasarkan pada usaha untuk<br>
meniru atau menduplikasi produk (menu) pesaing atau berdasarkan pada<br>
pendapat dari staf/manajemen warung makan. Oleh karena itu, pelanggan<br>
adalah sumber utama atau informan terbaik bagi pengembangan produk<br>
(kreasi menu) warung makan. Hal kedua yang perlu ditekankan dalam<br>
pengembangan produk warung makan adalah pentingnya diferensiasi produk<br>
dan pelayanan warung makan untuk mengurangi dampak negatif persaingan<br>
antar usaha warung makan pada suatu kawasan. Terdapat tiga pihak yang<br>
harus terlibat dalam penyusunan atau kreasi menu baru, yaitu dimulai<br>
dari (keinginan) konsumen sebagai pihak pertama, kepala juru masak<br>
(chef) sebagai pihak kedua, dan manajemen warung makan sebagai pihak<br>
ketiga.</p>
<p>Pada dasarnya pengembangan produk adalah usaha yang<br>
dilakukan secara sadar dan berencana untuk memperbaiki produk yang<br>
sedang berjalan atau menambah jenis yang sudah ada.</p>
<p>Menurut Kotler<br>
 (2002:3) produk memiliki pengertian yang luas yaitu segala sesuatu yang<br>
 ditawarkan, dimiliki, digunakan, atau dikonsumsikan sehingga dapat<br>
memuaskan keinginan dan kebutuhan termasuk didalamnya adalah fisik,<br>
jasa, orang, tempat, organisasi serta gagasan.</p>
<p>Tujuan pengembangan produk pada usaha warung makan adalah:</p>
<ol>
<li>untuk memenuhi keinginan konsumen yang belum puas,</li>
<li>untuk menambah omzet penjualan,</li>
<li>untuk memenangkan persaingan,</li>
<li>untuk mendayagunakan sumber-sumber produksi,</li>
<li>untuk meningkatkan keuntungan dengan pemakaian bahan yang sama,</li>
<li>untuk mendayagunakan sisa-sisa bahan,</li>
<li>untuk mencegah kebosanan konsumen,</li>
<li>untuk menyederhanakan tampilan produk, misal dengan menggunakan pembungkus / packaging.</li>
</ol>
<p>Sedangkan<br>
 fokus utama pada Pengembangan makanan terutama pada : Adaptasi<br>
pengolahan makanan, Peningkatan kualitas makanan, dan Peningkatan<br>
kualitas makanan.</p>
<p><strong>Adaptasi pengolahan makanan</strong></p>
<p>Sejarah<br>
 perkembangan pengolahan makanan dimulai sejak zaman abad sebelum<br>
masehi, yang mulai mengolah makanan dengan menerapkan panas dengan cara<br>
yang sederhana. Perkembangan teknik pengolahan dan penyajian makanan<br>
menimbulkan adanya aliran – aliran dalam gastronomi. Misalnya classical<br>
cooking, nouvele cuisine, fusion food, courtesy food, sampai yang<br>
dinamakan moleculer gastronomie</p>
<p>Dalam pengolahan makanan<br>
tradisional, cara pengolahan/memasak dan alat-alat memasak atau<br>
teknologi merupakan dua aspek yang perlu diperhatikan. Terkait dengan<br>
pengolahan/cara memasak tidak bisa lepas dari faktor sumber daya<br>
manusianya. Mereka dituntut profesional dalam mengadaptasikan seni<br>
kuliner</p>
<p><strong>Adaptasi penyajian makanan</strong></p>
<p>Sebagai<br>
penambah pengetahuan kita, ada beberapa jenis penghidangan makanan yang<br>
biasa dijumpai di restoran / warung makan, yaitu:</p>
<ul>
<li>American<br>
service, yakni cara pelayanan makanan yang paling sederhana di mana<br>
makanan sudah disiapkan di atas piring tamu oleh juru masak (cook) dan<br>
disajikan di hadapan tamu, makanan dan minuman disajikan dari sébelah<br>
kanan tamu, dan peralatan kotor diangkat dari sébelah kanan tamu searah<br>
jarum jam. American Service digunakan untuk menyajikan makanan kepada<br>
tamu yang mebutuhkan pelayanan cepat pada restoran/warung makan yang<br>
tidak formal dan membutuhkan prosedur penyajian makanan yang sederhana.</li>
<li>French<br>
 service, disebut juga ”service a’la ritz” yaitu penyajian makanan<br>
menggunakan kereta dorong (gueridong) yang berfungsi sebagai tempat<br>
untuk memasak dan memporsikan makanan di atas piring tamu kemudian<br>
disajikan di atas meja tamu. Proses ini dilakukan di hadapan tamu di<br>
atas gueridon. Dalam penghidangan makanan ini ada petugas yaitu chef de<br>
rang yang bertugas meracik, memasak, dan mengatur makanan di tas piring<br>
tamu, serta Commis de Rang yang bertugas menghidangkan makanan kehadapan<br>
 tamu dari sébelah kanan tamu searah jarum jam.</li>
<li>English service,<br>
 pelayanan ini dilakukan untuk Dinner yang bertempat di ruangan khusus<br>
(private room), makanan diatur di atas pinggan (platter) kemudian dibawa<br>
 dari dapur dan diletakan di atas meja tamu bersama, pramusaji selalu<br>
siap sedia apabila diminta untuk menyajikan makanan kepada tamu yang<br>
dihormati oleh tuan rumah (host) atau kepada tamu yang lain.</li>
<li>Russian<br>
 Service, disebut juga dengan platter service yaitu suatu pelayanan<br>
makanan yang sudah dimasak, diporsikan di dapur, serta diberikan hiasan<br>
di dapur di atas platter. Makanan tersebut kemudian dibawa kehadapan<br>
tamu dan dipresentasikan, setelah itu diporsikan di atas piring yang<br>
sudah diletakkan di hadapan tamu terlebih dahulu dengan menggunakan<br>
sendok dan garpu (Clam) dari sébelah kiri tamu berlawanan dengan arah<br>
jarum jam.</li>
<li>Banquet service adalah penyajian makanan untuk tamu<br>
dalam jumlah banyak yang biasanya terdapat pada acara-acara khusus. Para<br>
 pramusaji biasanya mengatur meja dengan American setting yang juga<br>
dengan menú yang akan disajikan.</li>
<li>Family Service adalah<br>
modifikasi dari American service, semua yang dibutuhkan seperti alat<br>
memasak, dan memporsi makanan sudah dilakukan di dapur. Makanan<br>
ditempatkan di atas piring saji, dan diberi hiasan (garnish) kemudian<br>
diletakan di tengah– tengah meja tamu. Tamu dapat mengambil makanan<br>
memporsi makanan sendiri sesuai dengan dengan keinginannya. Makanan bisa<br>
 diisi lagi oleh pramusasji apa bila tamu menginginkannya.</li>
<li>Buffet<br>
 service adalah pelayanan makanan dimana peralatan dan makanan sudah<br>
disiapkan di atas meja buffet (buffet table) dalam jumlah banyak. Tamu<br>
dipersilahkan mengambil makanan sendiri yang diinginkan, tugas pramusaji<br>
 hanya menyajikan makanan dan minuman ataupun jenis makanan yang sengaja<br>
 tidak disediakan di atas meja buffet, dan mengangkat peralatan kotor<br>
dari meja tamu. Dan</li>
<li>Risjttafel service merupakan penyajian<br>
makanan yang telah diadaptasi dari penyajian tradisional menjadi ala<br>
Belanda. Penyajian ini sering digunakan ketika melayani kolonial Belanda<br>
 ketika masih berkuasa di Indonesia. Sampai sekarang penyajian seperti<br>
ini masih diterapkan tidak saja untuk melayani orang/wisatawan Belanda,<br>
namun juga untuk wisatawan yang menyukai masakan Indonesia. Makanan<br>
disiapkan diatas meja, dimana nasi merupakan makanan utama diporsikan<br>
oleh pramusaji dan juga lauk pauknya disajikan diatas piring tamu dengan<br>
 menggunakan peralatan khusus.</li>
</ul>
<p>Dari poin ‘Adaptasi Penyajian<br>
 Makanan’ ini yang hendak saya tekankan adalah seberapa pun besar atau<br>
kecil nya skala usaha warung makan anda maka saat penyajian makanan<br>
untuk pelanggan anda sebaiknya itu dilakukan dengan cara yang baik,<br>
sopan, dan dikerjakan dengan penuh “respect” terhadap pelanggan warung<br>
makan anda ya . . (ingat selalu bahwa pelayanan prima terhadap pelanggan<br>
 adalah salah satu kunci sukses berusaha di bisnis warung makan ini).</p>
<p><strong>Peningkatan kualitas makanan</strong></p>
<p>Kualitas<br>
 makanan adalah mutu dari makanan itu sendiri. Kualitas makanan sangat<br>
dipengaruhi oleh penampilan, rasa, aroma, tekstur, suhu pada saat<br>
dihidangkan, warna makanan, dan karakter makanan. Kualitas makanan<br>
sangat mempengaruhi kepuasan dari pada tamu yang menikmati makanan yang<br>
disajikan.</p>
<p>Berdasarkan beberapa hasil penelitian terungkap bahwa mutu atau kualitas makanan dipengaruhi oleh:</p>
<ol>
<li>Presentation<br>
 yaitu penampilan makanan yang menarik akan membangkitkan selera makan<br>
sehingga akan timbul keinginan untuk menikmatinya. Misalnya penataan dan<br>
 kombinasi warna yang tepat dan penyajian yang sesuai.</li>
<li>Taste and<br>
 flavor yaitu aroma makanan yang sedap menimbulkan keinginan untuk<br>
merasakan makanan tersebut. Rasa dan aroma makanan yang dihidangkan<br>
harus sesuai dengan bahan utama, bumbu maupun saus yang digunakan dalam<br>
pengolahan.</li>
<li>Texture makanan yang baik adalah sesuai dengan jenis<br>
 makanan tersebut. Metode memasak maupun bahan makanan yang tepat dapat<br>
mempengaruhi tekstur.</li>
<li>Temperature yaitu menyajikan makanan harus<br>
 sesuai dengan suhu dari jenis makanan tersebut misalnya makanan panas<br>
dihidangkan panas atau makanan dingin dihidangkan dingin.</li>
<li>Color<br>
of Food yaitu warna makanan yang menarik adalah segar dan alami akan<br>
menimbulkan selera makan dibandingkan dengan makanan gosong atau<br>
berwarna pucat.</li>
<li>Character of Food adalah untuk membedakan jenis<br>
makanan yang satu dengan yang lain maka setiap makanan memiliki karakter<br>
 atau ciri khas tersendiri, seperti rasa, aroma makanan tersebut,<br>
hiasan, saus, maupun tekstur makanan tersebut.</li>
</ol>
<p>Jadi, agar<br>
dapat memenangkan bersaingan merebut pelanggannya di usaha warung makan<br>
ini maka pengelola usaha warung makan harus selalu memperhatikan<br>
kualitas yang berkaitan dengan aspek makanan secara keseluruhan baik<br>
dari segi penampilan, rasa dan aroma, tekstur, suhu pada saat<br>
penghidangan, warna makanan, dan karakter makanan, serta dari segi<br>
kebersihan dan kesehatan.</p>
<p>Dengan diterimanya proses pengembangan<br>
produk atau produk baru oleh konsumen, maka pengelola usaha warung makan<br>
 akan mendapatkan dua macam sumbangan keuntungan yaitu dengan<br>
meningkatnya laba karena meningkatnya hasil penjualan (laba perusahaan<br>
akan meningkat) dan pengelola usaha akan lebih efektif ketika akan<br>
melaksanakan proses pengembangan produk selanjutnya, sehingga<br>
pengembangan produk merupakan faktor penting yang akan dapat menentukan<br>
hasil penjualan usaha warung makan anda.</p>
<p>Semoga bermanfaat . .</p>
<p>Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh,</p>
<p><b>Oleh:<br>
 Bpk. Amriwansyah Kumara (Beliau adalah HUMAS KPMI  dan juga seorang<br>
praktisi pemasaran, owner jaringan usaha Restoran, dan Cafe &amp; Resto)</b></p>
<p style="text-align: center;">PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://zahiraccounting.com/id/" data-mce-href="http://zahiraccounting.com/id/"><b>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</b></a><br data-mce-bogus="1"></p>
<p style="text-align: center;">Dukung kami dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. 081 326 333 328 &amp; 087 882 888 727</p>
<p style="text-align: center;">Donasi<br>
 dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah<br>
Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.kpmi.or.id/daftar" data-mce-href="http://www.kpmi.or.id/daftar"><span style="font-size: large;" data-mce-style="font-size: large;">Klik Daftar KPMI</span></a><br data-mce-bogus="1"></p>
<p style="text-align: center;">&gt;&gt;&gt; <a href="https://pengusahamuslim.com/pelatihan-strategi-pengembangan-dan-pemasaran-1807#.Ujf-5n_TDyE"><b><span style="color: #ff0000;" data-mce-style="color: #ff0000;">Informasi Agenda Pelatihan KPMI Jakarta</span></b></a> &lt;&lt;&lt;</p>
 