
<p>Apa yang dikatakan pemimpin korporat dan organisasi tentang orang  lain yang bisa memerankan peran yang besar dalam budaya yang diadopsi  perusahaan. Sebagai tambahan pada tindakan, kebijakan, dan komunikasi,  perusahaan merefleksikan apa yang dikatakan pemimpinnya. Ini bisa  melegakan.</p>
<p>Misalnya,  Donald Trump.</p>
<p>Dari penampilannya, Trump seperti menjalankan organisasi yang sukses.  Kesuksesan perusahaannya, seperti dalam ANY, banyak terkait dengan  karakter pemimpin seperti strateginya. Karakter ini, mengacu sebagai  budayanya, jauh lebih powerful dibandingkan strateginya. Ini menunjukkan  siapa yang ada diperusahaan.</p>
<p>Saat pemimpin menggunakan frasa untuk mendeskripsikan orang lain  seperti  “gemuk”, “sembrono”, dan “jelek”,  ini membuat pernyataan yang  kuat bagi karyawan dalam perusahaan.</p>
<p>Ada 2 makna dalam statemen ini:</p>
<p>Pertama, statemen ini dibuat oleh pemimpin perusahaan. Dalam banyak  kasus, pemimpin perusahaan cenderung untuk melebihi pemimpin tunggal.  Para pemimpin ingin dilibatkan dalam rencana orang inti dan cenderung  untuk mengikuti budaya orang tersebut melalui tindakan dan kata-kata.  Dengan kata lain, mereka ingin mengesankan pemimpin inti dan cara yang  lebih baik dibandingkan punya  mereka? Jika pemimpin menyukai dirinya  sendiri, mereka juga akan seperti orang lain yang mirip dengan mereka  … benar?</p>
<p>Jadi akan mempermudah untuk melebihi pemimpin dengan berbicara  seperti mereka. Jika pemimpin tidak keberatan dengan fase ini, maka  tidak masalah bagi pengikutnya untuk menggunakannya.</p>
<p>Pemimpin yang tidak nyaman dengan budaya ini akan menemukan cara  untuk memisahkan dirinya dari pembicaraan ini, seringkali meninggalkan  perusahaan.  Mereka akan digantikan oleh yang lainnya yang “cocok’  dengan sikap seperti ini.</p>
<p>Ini mengarah ke pernyataan kedua, yang secara tidak langsung  diperuntukkan bagi para karyawan, khususnya karyawan yang merasa mereka  cocok dengan kategori yang menurut pemimpinnya tidak menyenangkan.</p>
<p>Karyawan yang sama ini, banyak dari mereka yang menilai tinggi  organisasinya, mendengar komentar yang berasal dari pemimpinnya dan  mulai merasa mereka tidak sesuai dengan budaya yang dijabarkan secara  verbal oleh pemimpin. Saat mereka merasa tidak cocok, mereka akan  memisahkan dirinya dari yang lain, dan sekali lagi meninggalkan  perusahaan.</p>
<p>Bisakah komentar kasual yang demikian bisa mengarah ke perubahan  budaya? Tentu saja. Coba lihat lebih dekat kekaguman karyawan terhadap  pemimpin karismatik seperti  Donald Trump. Mereka mengamati setiap  gerakan, setiap komentar, dengan sangat dekat, terlebih bagi mereka yang  memiliki keinginan untuk bergerak kedepan. Mereka ingin membuat  pemimpinnya terkesan, menjadi “seperti dia”. Pihak lain dalam organisasi  ingin seperti pemimpinnya.</p>
<p>Pelajari dengan seksama pimpinan perusahaan dimana Anda berbisnis  dengannya atau yang Anda amati. Dengarkan apa yang dikatakannya, lihat  tindakan mereka. Anda  akan melihat perilaku yang sama di penjuru  organisasi, dari atas hingga bawah. Mereka akan menarik karyawan dan  manajer dengan keyakinan yang sama.</p>
<p>Oleh: Ed Horrell, penulis, pembicara profesional dari Memphis dan  host di radio “Talk”</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.leadershiparticles.net">http://www.leadershiparticles.net</a></p>
<p>Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com</p>
<p>Artikel: <a title="www.pengusahamuslim.com" target="_blank">www.pengusahamuslim.com</a></p>
 