
<p><strong>PEMBOIKOTAN PRODUK-PRODUK AMERIKA</strong></p>
<p>Oleh<br>
Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta.</p>
<p>Pertanyaan.<br>
Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Sekarang ini begitu gencar seruan pemboikotan produk-produk Amerika seperti Pizza Hutt, Mc Donald dll, apakah kita ikuti seruan itu ? Dan apakah muamalah jual beli dengan orang-orang kafir di darul harbi dibolehkan ataukah hanya dibolehkan dengan <em>mu’ahadin</em><a href="#_ftn1" name="_ftnref1">[1]</a>, <em>dzimmiyyin</em><a href="#_ftn2" name="_ftnref2">[2]</a>, dan <em>musta’manin</em><a href="#_ftn3" name="_ftnref3">[3]</a> di negeri kita saja ?</p>
<p>Jawaban<br>
Dibolehkan membeli produk-produk yang mubah dari mana saja asalnya, selama <strong>Waliyyul Amr</strong> tidak memerintahkan pemboikotan dari suatu produk untuk kemaslahatan Islam dan kaum muslimin, karena hukum asal dalam jual beli adalah halal berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<p><strong>وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ</strong></p>
<p>” ..<em>Dan Allah telah menghalalkan jual beli</em>“. [Al-Baqarah/2:275]</p>
<p>Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membeli barang dari orang Yahudi.</p>
<p>(Lajnah Da’imah No : 21176, Tgl 25/12/1421H)</p>
<p>[Disalin dari Majalah Al-Furqon (Menebar Dakwah Salafiyyah Ahlussunnah wal Jama’ah) Edisi 12 Tahun IV, hal. 28-29. Penerbit Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon, Alamat Maktabah Ma’had Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik, Jatim]<br>
______<br>
Footnote<br>
<a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a> Mu’ahadin : Orang kafir yang mengikat perjanjian dengan kaum muslimin<br>
<a href="#_ftnref2" name="_ftn2">[2]</a> Dzimmiyyin : Orang kafir yang tinggal di Negara Islam dengan membayar jizyah sebagai jaminan keamanannya.<br>
<a href="#_ftnref3" name="_ftn3">[3]</a> Musta’manin : Orang kafir yang masuk ke Negara Islam dan dijamin keamanannya.</p>
<p><strong>EMBARGO PRODUK NEGARA KAFIR</strong></p>
<p>Oleh<br>
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Al-Halabi</p>
<p>Pertanyaan.<br>
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Al-Halabi ditanya : <em>Bagaimana tentang pemboikotan ekonomi atas negeri-negeri kafir</em> ?</p>
<p>Jawaban.<br>
Mengenai <em>muqatha’ah</em> (boikot) terhadap (produk) orang kafir, adalah masalah <strong>politik</strong> bukan masalah syar’i. Jika ia masalah syar’i, maka tentu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah memboikot orang-orang Yahudi. Padahal ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia, baju besi beliau masih tergadaikan pada orang Yahudi. Jadi masalah ini bisa bermanfaat bisa tidak.</p>
<p>Lalu siapa yang menentukan ada tidaknya pemboikotan ? mereka adalah para <strong>ulama</strong> dan para <strong>politisi muslim</strong> dan para <strong>negarawan muslim</strong> yang memiliki ilmu syar’i dan memahami realitas, mengetahui sebab akibat. Jika tidak, maka boikot justru tidak merugikan orang kafir, (tetapi) dapat berbalik merugikan umat Islam sendiri. Jadi ada tidaknya <em>muqatha’ah</em>, (itu) tergantung maslahah <em>syar’iyyah rajihah</em>.</p>
<p>Akhirnya semoga pertemuan ini berguna dan bermanfaat, mengandung kebaikan dan memperbaiki.</p>
<p><strong>وَاٰخِرُ دَعْوٰ نَا اَنِ الْحَمْدُ لِلّٰہِ رَبِّ الْعٰلَمِیْنَ</strong><span dir="RTL" lang="AR-SA">۔</span></p>
<p>(Diangkat dari sesi tanya jawab  Syaikh Ali Hasan Al-Halabi  Al-Atsari Tanggal 9 Desember 2004 di Masjid Kampus IAIN Surabaya)</p>
<p>[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun VIII/1425H/2005M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]</p>
 