
<p class="western" lang="en-GB"><span lang="id-ID">Kebodohan </span><span lang="en-US">terhadap ilmu agama </span><span lang="id-ID">adalah kegelapan dan penyakit. Oleh karena itu, kita harus berusaha untuk mengobati </span><span lang="en-US">kebodohan </span><span lang="id-ID">diri sendiri melalui jalan ilmu dengan memahami </span><span lang="en-US">dalil-</span><span lang="id-ID">dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman </span><span lang="id-ID"><i>ahlul ilmi</i></span><span lang="en-US"><i> (salafus shalih)</i></span><span lang="id-ID"><i>.</i></span><span lang="id-ID"> Ilmu </span><span lang="en-US">agama </span><span lang="id-ID">itu sendiri </span><span lang="en-US">ada tiga </span><span lang="id-ID">macam, sebagaimana perkataan Ibnul Qayyim </span><span lang="id-ID"><i>rahimahullah</i></span><span lang="en-US"><i>u Ta’ala,</i></span></p>
<p dir="rtl" lang="en-GB" align="center"><span lang="id-ID">… </span><span lang="ar-SA">والعلم أقسام ثلاث مالها من رابع والحق ذو تبيان </span><span lang="id-ID">…</span></p>
<p lang="id-ID" align="center">… <span lang="ar-SA">علم بأوصاف الإله وفعله وكذلك الاسماء للرحمن </span>…</p>
<p class="western" lang="id-ID" align="center"><i>Ilmu itu ada tiga macam.</i></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="center"><i>Tidak ada yang ke empat. Dan kebenaran itu tampak jelas.</i></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="center"><i>Ilmu tentang sifat-sifat sesembahan (Allah).</i></p>
<p class="western" lang="en-GB" align="center"><span lang="id-ID"><i>Demikian pula nama-nama Allah Ta’ala. </i></span><span lang="id-ID">[1. <i>Syarh Qashidah Ibnul Qayyim, </i>2/383 (Maktabah Syamilah)]</span></p>
<p class="western" lang="en-US">Berikut ini adalah penjabaran singkat tentang ketiga macam ilmu agama tersebut.</p>
<h4 class="western" lang="id-ID"><span style="color: #ff0000;"><b>Pertama, Ilmu tentang nama dan sifat Allah Ta’ala</b></span></h4>
<p class="western" lang="en-GB"><span lang="id-ID">Ilmu yang pertama adalah ilmu tentang nama dan sifat Allah Ta’ala. Tauhid seluruhnya adalah tauhid ibadah </span><span lang="id-ID"><i>(tauhid uluhiyyah) </i></span><span lang="id-ID">dan tauhid </span><span lang="id-ID"><i>rububiyyah</i></span><span lang="id-ID">, dan keduanya merupakan buah dari ilmu tentang nama dan sifat-sifat Allah</span> <span lang="en-US"><i>(tauhid asma’ wa shifat)</i></span><span lang="id-ID">. </span></p>
<p class="western" lang="en-GB"><span lang="id-ID">Di dalam nama Allah yang agung, yaitu </span><span lang="id-ID"><i>”Allah”</i></span><span lang="id-ID">, terkandung makna bahwa Dia-lah </span><span lang="en-US">satu-satunya </span><span lang="id-ID">yang berhak untuk diibadahi, tidak </span><span lang="en-US">ada </span><span lang="id-ID">yang lainnya. Sedangkan dalam nama Allah </span><span lang="id-ID"><i>”Ar-R</i></span><span lang="en-US"><i>a</i></span><span lang="id-ID"><i>bb” </i></span><span lang="id-ID">terkandung makna bahwa Dia-lah yang memiliki sifat </span><span lang="id-ID"><i>rububiyyah </i></span><span lang="en-US">(ketuhanan) </span><span lang="id-ID">dalam sifat-sifatNya yang indah. Dia-lah yang berhak untuk diibadahi. Dalam sifat-Nya yang mulia, terkandung makna bahwa Dia-lah yang berhak untuk diagungkan dan di-esa-kan dalam </span><span lang="id-ID"><i>rububiyyah. </i></span></p>
<p class="western" lang="en-GB"><span lang="id-ID">Ilmu tauhid ini adalah sepertiga dari ilmu. Oleh karena itu, surat Al-Ikhlas merupakan sepertiga Al</span><span lang="en-US">–</span><span lang="id-ID">Qur’an karena Al</span><span lang="en-US">–</span><span lang="id-ID">Qur’an seluruhnya berisikan ilmu. Sedangkan sepertiga ilmu adalah tauhid, maka jadilah surat Al-Ikhlas </span><span lang="en-US">itu</span><span lang="id-ID"> sepertiga dari Al</span><span lang="en-US">–</span><span lang="id-ID">Qur</span><span lang="en-US">’</span><span lang="id-ID">an. Karena di dalam surat Al-Ikhlas seluruhnya berisi tentang tauhid, yaitu tauhid </span><span lang="id-ID"><i>rububiyyah, </i></span><span lang="id-ID">tauhid </span><span lang="id-ID"><i>uluhiyyah, </i></span><span lang="id-ID">dan tauhid </span><span lang="id-ID"><i>asma</i></span><span lang="en-US"><i>’</i></span><span lang="id-ID"><i> wa shifat. </i></span></p>
<h4 class="western" lang="id-ID"><span style="color: #ff0000;"><b>Ke dua, Ilmu tentang syariat Allah yang berupa perintah dan larangan</b></span></h4>
<p class="western" lang="en-GB"><span lang="id-ID">Selanjutnya beliau </span><span lang="id-ID"><i>rahim</i></span><span lang="en-US"><i>a</i></span><span lang="id-ID"><i>hullah </i></span><span lang="id-ID">berkata,</span></p>
<p lang="id-ID" align="center">… <span lang="ar-SA">والأمر والنهي الذي هو دينه وجزاؤه يوم المعاد الثاني </span>…</p>
<p class="western" lang="en-GB" align="center"><span lang="id-ID"><i>Perintah dan larangan yang merupakan agamanya.</i></span></p>
<p class="western" lang="en-GB" align="center"><span lang="id-ID"><i>Dan balasannya pada hari kembali (yaitu di akhirat</i></span><sup><span lang="id-ID"><i>.</i></span></sup><span lang="id-ID"><i>) </i></span><span lang="id-ID">[2. Idem].</span></p>
<p class="western" lang="en-GB"><span lang="id-ID">Ini adalah jenis ilmu yang ke dua, yaitu ilmu tentang perintah dan larangan berupa pengetahuan tentang halal dan haram. Sesuatu yang diperintahkan meliputi perkara wajib dan sunnah, sedangkan perkara yang dilarang meliputi perkara yang haram dan makruh.</span></p>
<h4 class="western" lang="id-ID"><span style="color: #ff0000;"><b>Ke tiga, Ilmu tentang balasan di hari kiamat</b></span></h4>
<p class="western" lang="en-GB"><span lang="id-ID">Jenis ilmu yang ke tiga adalah ilmu tentang balasan di hari kiamat. Termasuk di dalamnya adalah ilmu tentang akhlak, yaitu ilmu yang dapat digunakan seseorang untuk memperbaiki hati dan tingkah lakunya; ilmu tentang kemuliaan iman, zuhud, dan ibadah; ilmu tentang balasan setiap amal pada hari kiamat; dan peristiwa yang terjadi pada hari kiamat berupa balasan bagi orang-orang mukmin dan taat serta balasan bagi orang-orang yang kafir</span><span lang="en-US"> dan ingkar</span><span lang="id-ID">. </span></p>
<p class="western" lang="en-GB"><span lang="id-ID">Ketiga hal ini adalah ilmu yang harus dipelajari. Berusahalah untuk mempelajari tauhid, yang merupakan sepertiga ilmu, kemudian mempelajari ilmu tentang halal dan haram, dan terakhir adalah </span><span lang="en-US">mempelajari </span><span lang="id-ID">ilmu yang dapat menyucikan jiwa kita. </span></p>
<p class="western" lang="en-GB"><span lang="id-ID">Allah Ta’ala</span><i> </i><span lang="id-ID">berfirman,</span></p>
<p dir="rtl" lang="id-ID" align="center"><span lang="ar-SA">قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا </span>(9) <span lang="ar-SA">وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا </span>(10)</p>
<p class="western" lang="en-GB">“<span lang="id-ID"><i><b>Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya,</b></i></span><span lang="id-ID"><i> dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya.” </i></span><span lang="id-ID">(QS. Asy-Syams [91] : 9-10) </span><span lang="id-ID">[3. Tulisan ini disarikan dari ceramah Syaikh Shalih bin ‘Abdul Aziz Alu Syaikh <i>hafidzahullah </i>yang berjudul <i>“</i><i><b>Asbaabu Ats-Tsabaat ‘ala Thalabil ’Ilmi” </b></i>(Sebab-sebab untuk istiqamah di jalan ilmu)]</span></p>
<p class="western" lang="en-US">Semoga Allah Ta’ala mengkaruniakan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan amal yang shalih.</p>
<p class="western" lang="en-US">***</p>
<p class="western" lang="en-GB"><span lang="id-ID">Diselesaikan ba’da isya, Rotterdam NL, </span><span lang="en-US">15 </span><span lang="id-ID"> Rabiul </span><span lang="en-US">Akhir</span><span lang="id-ID"> 1438</span><span lang="en-US">/13 Januari 2017</span></p>
<p class="western" lang="id-ID"><b>Penulis: M. Saifudin Hakim</b></p>
<p class="western" lang="id-ID">Artikel Muslim.or.id</p>
<p class="western" lang="id-ID">____</p>
<p class="western" lang="id-ID">
 </p>
