
<p><span style="font-weight: 400;">Nabi bersabda, </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;">إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ</span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jika kalian emosi dan marah diam saja.” (HR Ahmad dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kiat penting untuk mengendalikan amarah adalah diam, tidak ngomong dan tidak nulis.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Orang yang sedang marah jika berbicara atau menulis itu dikendalikan oleh amarahnya, bukan oleh akal dan dirinya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Saat marah orang itu sering lepas kendali ketika berbicara. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Saat marah sering keluar kata-kata yang nantinya disesali semisal cacian yang sangat kasar, menjatuhkan talak atau minta cerai. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu sikap tepat saat emosi adalah diam, tidak ngomong dan tidak pegang HP. Saat marah melanda, jangan telpon, jangan kirim chat WA dll. Insya Allah dengan demikian kita tidak akan menyesali ucapan dan tulisan yang yang terlontar ketika itu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga Allah mudahkan penulis dan semua pembaca tulisan ini agar bisa menjadi orang yang pandai mengendalikan diri ketika emosi dan marah. Aamiin. </span></p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
 