
<p>Silakan manfaatkan naskah <a href="https://rumaysho.com/tag/khutbah-idul-fitri" target="_blank" rel="noopener"><strong><span style="color: #ff0000;">khutbah Idul Fitri</span> </strong></a>2021 berikut ini, isinya amat berkesan dan singkat.</p>
<p> </p>
<p> </p>

<p> </p>
<h2>Khutbah Pertama</h2>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ أَمَّابَعْدُ؛</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">فَيَآ أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تَقْوَاهُ كَمَا قَالَ تَعَالَى:</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ</span></p>
<p> </p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ، وَعِيْدٌ كَرِيْمٌ، أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ، فَهُوَ يَوْمُ تَسْبِيْحٍ وَتَحْمِيْدٍ وَتَهْلِيْلٍ وَتَعْظِيْمٍ ، فَسَبِّحُوْا رَبَّكُمْ فِيْهِ وَعَظِّمُوْهُ وَتُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ</span></p>
<p> </p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ</span></p>
<p><strong><em>Ma’asyiral muslimin hafizhakumullah …</em></strong></p>
<p>Pertama, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah.</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ</span></p>
<p>“<em>Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu</em>.” (QS. Al Hujurat: 13)</p>
<p>Imam Ath-Thabari <em>rahimahullah </em>dalam kitab tafsirnya berkata, “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian–wahai manusia–adalah <a href="https://rumaysho.com/2029-yang-paling-mulia-yang-paling-bertakwa.html" target="_blank" rel="noopener"><strong><span style="color: #ff0000;">yang paling tinggi bertakwa kepada Allah</span></strong></a>, yaitu dengan menunaikan berbagai kewajiban dan menjauhi maksiat. <strong>Yang paling mulia bukanlah dilihat dari rumahnya yang megah atau berasal dari keturunan yang mulia</strong>.”</p>
<p>Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi mulia, suri tauladan kita, Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, keluarga dan para sahabatnya.</p>
<p><strong><em>Ma’asyiral muslimin hafizhakumullah …</em></strong></p>
<p>Di hari Idulfitri, ini adalah hari berbuka besar untuk kita yang menjalani puasa wajib di bulan Ramadhan. Karena Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ</span></p>
<p>“<em>Bagi orang yang berpuasa akan merasakan dua kebahagiaan: (1) kebahagiaan ketika berbuka, dan (2) kebahagiaan ketika berjumpa dengan Allah.</em>” (HR. Muslim, no. 1151)</p>
<p>Berbuka puasa yang dimaksud dalam hadits bukan hanya berbuka puasa ketika tenggelam matahari, pada waktu Maghrib. Berbuka yang dimaksud bisa pula adalah berbuka pada hari raya Idulfitri. Kita yang berada dalam satu Syawal saat ini berarti merasakan kebahagiaan karena kembali lagi bisa menyantap makanan yang halal untuk kita. Kebahagiaan kedua yaitu ketika berjumpa dengan Allah. Karena balasan di sisi Allah itulah yang lebih baik. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا</span></p>
<p>“<em>Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya</em>.” (QS. Al-Muzammil: 20).</p>
<p> </p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ</span></p>
<p><strong><em>Ma’asyiral muslimin hafizhakumullah …</em></strong></p>
<p>Puasa menurut Ibnu Rajab Al-Hambali <em>rahimahullah</em> ada dua tingkatan:</p>
<p><strong>Tingkatan pertama</strong> adalah orang yang menjalankan puasa dengan meninggalkan makan, minum, dan syahwat. Balasannya di akhirat adalah,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ</span></p>
<p><em>“(kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu</em>.” (QS. Al-Haqqah: 24). Sebagaimana disebutkan dalam <em>Lathaif Al-Ma’arif</em> (hlm. 281), Mujahid dan selainnya mengatakan bahwa ayat ini turun kepada orang-orang yang berpuasa.</p>
<p><strong>Tingkatan kedua</strong> adalah berpuasa atau menahan diri dari berbagai hal yang Allah haramkan. Ia menjaga anggota kepalanya dan perut dari hal yang diharamkan. Ia juga mengingat kematian. Ia selalu mengingat akhirat dan meninggalkan perhiasan dunia. Kata Ibnu Rajab Al-Hambali,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">فَهَذَا عِيْدُ فِطْرِهِ يَوْمَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَفَرْحُهُ بِرُؤْيَتِهِ</span></p>
<p>“Hari Id orang ini berbuka adalah ketika berjumpa dengan Rabbnya dan kebahagaiannya adalah ketika <a href="https://rumaysho.com/22591-syarhus-sunnah-melihat-wajah-allah-pada-hari-kiamat.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;"><strong>melihat wajah Allah Ta’ala</strong></span></a>.” (<em>Lathaif Al-Ma’arif</em>, hlm. 284)</p>
<p>Ibnu Rajab Al-Hambali <em>rahimahullah </em>dalam <em>Lathaif Al-Ma’arif</em> (halaman 285) mengatakan, “Siapa yang berpuasa dengan menahan syahwatnya di dunia, ia akan dapati kenikmatan tersebut besok di jannah (surga). Siapa yang meninggalkan ketergantungan kepada selain Allah, maka ia akan menantikan balasannya ketika berjumpa dengan Allah.</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">مَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ اللَّهِ فَإِنَّ أَجَلَ اللَّهِ لَآَتٍ</span></p>
<p>“<em>Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang</em>.” (QS. Al-‘Ankabut: 5).</p>
<p> </p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ</span></p>
<p><strong><em>Ma’asyiral muslimin hafizhakumullah …</em></strong></p>
<p>Penjelasan Ibnu Rajab Al-Hambali <em>rahimahullah</em> menunjukkan bahwa puasa itu bukan hanya di bulan Ramadhan saja, dalam artian kita menahan diri dari berbagai <strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/20568-safinatun-najah-qadha-kafarat-dan-pembatal-puasa.html" target="_blank" rel="noopener">pembatal puasa</a></span></strong>. Namun, puasa yang paling bagus adalah berpuasa dengan meninggalkan maksiat dan ini berlangsung sepanjang waktu hingga kita berjumpa dengan Allah.</p>
<p>Pelajaran penting yang bisa digali adalah kita dituntut beribadah sepanjang waktu, bukan beribadah musiman saja.</p>
<p>Al-Hasan Al-Bashri <em>rahimahullah </em>berkata bahwa Allah tidak menjadikan batasan waktu untuk beramal bagi seorang mukmin kecuali kematian. Lantas beliau membaca firman Allah <em>Ta’ala</em>,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ</span></p>
<p>“<em>Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu kematian</em>.” (QS. Al-Hijr: 99). Lihat <em>Lathaif Al-Ma’arif</em>, hlm. 392.</p>
<p>Ada yang bertanya kepada Bisyr, “Ada kaum yang rajin ibadah dan bersemangat sekali di bulan Ramadhan.” Bisyr menjawab,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">بِئْسَ القَوْمُ لاَ يَعْرِفُوْنَ اللهَ حَقًّا إِلاَّ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ إِنَّ الصَّالِحَ الَّذِي يَتَعَبَّدُ وَ يَجْتَهِدُ السَّنَةَ كُلَّهَا</span></p>
<p>“Sejelek-jelek kaum adalah yang mengenal Allah di bulan Ramadhan saja. Ingat, orang yang saleh yang sejati adalah yang beribadah dengan sungguh-sungguh sepanjang tahun.” (<em>Lathaif Al-Ma’arif</em>, hlm. 390)</p>
<p> </p>
<h3><strong>Maka kiat-kiat ampuh agar terus istiqamah bakda Ramadhan adalah:</strong></h3>
<p><strong>Pertama</strong>: Perbanyak doa minta istiqamah seperti,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ</span></p>
<p>“YA MUQOLLIBAL QULUB TSABBIT QOLBI ‘ALAA DIINIK (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).” (HR. Tirmidzi, no. 2140; Ibnu Majah, no. 3834. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)</p>
<p><strong>Kedua</strong>: Kumpul dengan teman-teman yang saleh yang mengantarkan pada kebaikan, seperti teman-teman yang ada di majelis ilmu.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>: Beribadah yang ajeg walau sedikit, sebagaimana sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ</span></p>
<p>“<em>Amalan yang paling dicintai di sisi Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walau jumlahnya sedikit</em>.” (HR. Bukhari, no. 5861 dan Muslim, no. 782, 783).</p>
<p><strong>Keempat</strong>: Berusaha menjaga ibadah wajib (shalat lima waktu) dan melengkapi dengan ibadah sunnah (seperti shalat sunnah rawatib, tahajud, dhuha, dan puasa sunnah termasuk puasa enam hari di bulan Syawal). Semoga ibadah wajib dan sunnah terus dijaga bakda Ramadhan sebagaimana dirutinkan pada bulan Ramadhan.</p>
<p> </p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ</span></p>
<p><strong><em>Ma’asyiral muslimin hafizhakumullah …</em></strong></p>
<p>Nasihat terakhir dari Ibnu Rajab Al-Hambali <em>rahimahullah </em>dalam kitab <em>Lathaif Al-Ma’arif</em>, halaman 484 patut direnungkan. Beliau <em>rahimahullah</em> mengatakan,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">لَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجدِيْد إِنَّماَ اْلعِيْدُ لِمَنْ طَاعَاتُهُ تَزِيْد</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">لَيْسَ الْعِيْد لِمَنْ تَجَمَّلَ بِاللِّبَاسِ وَالرُّكُوْبِ إِنَّمَا العِيْدُ لِمَنْ غُفِرَتْ لَهُ الذُّنُوْب</span></p>
<p>“Hari raya Id tidak diperuntukkan bagi orang yang memakai <a href="https://rumaysho.com/13835-ada-yang-lebih-baik-dari-baju-baru.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;"><strong>pakaian baru</strong> </span></a>tanpa cacat, hari raya Id diperuntukkan bagi orang yang semakin bertambah ibadah dan taat.  Hari raya Id tidak diperuntukkan bagi orang yang bagus pakaian dan kendaraannya, hari raya Id diperuntukkan bagi orang yang diampuni dosa-dosanya.”</p>
<p> </p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِى القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِفَهْمِهِ إِنَّهُ هُوَ البَرُّ الرَّحِيْم</span></p>
<p> </p>
<h2>Khutbah Kedua</h2>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اَللهُ أَكْبَرُ (7x)</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">فَيَاعِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلعَظِيْمِ “إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا”.</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">رَبَّنَا أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ</span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 18pt;">عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهىَ عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ</span></p>
<blockquote>
<p>Taqobbalallahu minna wa minkum, shalihal a’maal, kullu ‘aamin wa antum bi khairin.</p>
<p>Wassalaamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.</p>
</blockquote>
<p> </p>
<h2>Aturan Khutbah Idulfitri</h2>
<ol>
<li>Khutbah Idulfitri adalah sunnah setelah shalat Id.</li>
<li>Khutbah Idulfitri ada <a href="https://rumaysho.com/9023-khutbah-hari-raya-ied-dua-kali.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;"><strong>dua kali khutbah</strong></span>,</a> rukun dan sunnahnya sama dengan khutbah Jumat.</li>
<li>Disunnahkan khutbah dengan mimbar, boleh juga berkhutbah dengan duduk.</li>
<li>Khutbah pertama diawali dengan sembilan kali takbir. Khutbah kedua diawali dengan tujuh kali takbir.</li>
<li>
<a href="https://rumaysho.com/10770-rukun-khutbah-jumat-menurut-madzhab-syafii.html" target="_blank" rel="noopener"><strong><span style="color: #ff0000;">Rukun khutbah</span></strong></a>: (a) memuji Allah, (b) shalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, (c) wasiat takwa kepada Allah, (d) membaca satu ayat, (e) berdoa.</li>
<li>Jamaah disunnahkan mendengarkan khutbah. Akan tetapi, mendengarkan khutbah Idulfitri bukanlah syarat sahnya shalat Id.</li>
</ol>
<p>Lihat penjelasan Syaikh Prof. Dr. Muhammad Az-Zuhaily dalam <em>Al-Mu’tamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii </em>(1:555-557).</p>
<p><strong>Baca juga:</strong></p>
<p>1. <a href="https://rumaysho.com/24503-cara-shalat-idul-fitri-di-rumah-dan-naskah-khutbah-hanya-7-menit-dilengkapi-praktik-video.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;"><strong>Khutbah Idul Fitri 7 Menit Masa Pandemi Bisa Dipakai di Rumah</strong></span></a></p>
<p>2. <a href="https://rumaysho.com/17620-khutbah-idul-fitri-pemuda-pemberani-saat-ini-engkau-di-mana.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;"><strong>Khutbah Idul Fitri, Pemuda Pemberani Saat Ini Engkau di Mana</strong></span></a></p>
<p> </p>
<p>—</p>
<p>Ahad sore, 27 Ramadhan 1442 H, 9 Mei 2021 @ <a href="https://darushsholihin.com">Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul DIY</a></p>
<p><a href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p><a href="https://rumaysho.com">Artikel Rumaysho.Com</a></p>
<p> </p>
<h2>Silakan Unduh Naskah Khutbah Idulfitri 2021:</h2>
<p><a href="https://www.dropbox.com/s/66ao02rzuiks953/Naskah%20Khutbah%20Idul%20Fitri%201442%20H%20-%20Berbuka%20Ketika%20Berjumpa%20dengan%20Allah%20-%20Muhammad%20Abduh%20Tuasikal.pdf?dl=0" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;"><strong><span style="font-size: 18pt;">“Berbuka Puasa Ketika Berjumpa dengan Allah”</span></strong></span></a></p>
<p> </p>
 